"tabah" poems
perjalananmu pasti cukup melelahkan, bahkan menjadi buta pun bisa melihatnya dengan baik. ini, disini, rebahkanlah kekhawatiranmu yang semakin hari menjadi gusar dalam doa-doa yang tabah. akan kuganti dari setiap amin yang kamu titipkan pada malam diam-diam. hati yang kemarin kamu pertaruhkan untuk menemukanku dalam mereka laut yang kesulitan kamu pelajari siapa Tuhannya, yang telah bersusah payah kamu coba taklukkan.
tidak apa-apa. tenggelamlah sesekali, mungkin lima, teguk pilunya, dan pelajari dengan bijak. pada akhirnya, jiwamu yang diberi nama manusia akan piawai membawa diri. paling sedikit, penjaga yang tahu kapan dan untuk apa waktunya sepadan dengan raga yang tersedia.
aku akan menerima sebutan sialan, menyebalkan! dalam hidup bagai keputusasaan jarum dalam jerami dengan senang hati, malah. setidaknya, kamu adalah pelaut yang cukup handal karena aku, dari jatuh-bangun-tenggelam-terbentur-salah nama dan angkatan telepon yang kesalnya harus diangkat.
bahkan, syukurku akan terpenuhi menjadi sebuah tetes melengkapi lautanmu. aku adalah satu tetes yang akan cukup membuatmu rumpang kapan saja, yang akan kamu kejar dengan bodohnya kapan saja. katakan saja terdengar ganjil. siapa peduli. aku tidak akan menjadi mudah karena aku adalah pembalut kulit dan hati terlukamu dan akan selamanya menjadi tugasku.
namaku lebih dari sebuah harap. aku tak akan pernah dan ingin menjadi harap, sebab payah adalah nama kedua dari harap. aku adalah, “kamu bisa mempunyai bagian besar dari kue ini.” atau, “tentu saja. aku punya alasan untuk mengemudi dengan hati-hati dan kembali.”
namaku sederhana.
sederhana dan akan selalu nyaman.
setelah hari itu yang penuh prasangka dan tanda tanya dari dunia yang kamu kenal dan tidak.
namaku adalah seorang pelindung dan pahlawan yang gigih nafasnya, nama yang ketika rindumu akan lapar dan kehausan menemui pelepasnya.
aku adalah kemenangan dan hadiah kemurahan hati.
rumah.
Jan 18, 2019
Jan 18, 2019 at 8:53 AM UTC
raise up
adakalanya kita perlu menangis agar kita tau , hidup ini bukan sekedar tawa.
ada kalanya kita perlu tawa agar kita tau mahalnya nilai air mata.
syukurlah karena ada yang menyakitimu , karena dia mengajarimu arti tabah .
syukurlah karena ada yang tak memperdulikanmu karena dia mengajarimu berdikari .
syukurlah jika ada yang menjatuhkan mu karena dia menghebatkan mu untuk terus bangun lagi .
syukurlah karenanya ada yang menyiksamu karena dia mengajarimu kesabaran dan ketabahan merupakan ujian yang harus kita lalui agar mencapai tingkat takwa
Oct 31, 2014
Oct 31, 2014 at 11:55 PM UTC
Zindagi us khuda ki banai bisaat hai jis k hum sab mohre hai..
Uske dar tak k raaste me.. Nashukro k liye kohre hi kohre hai
Jo behtar khel jayega wohi jeet jayega..
Par ye hoga tabhi Jab woh behatreen akhlakh apnayega
Khelte khelte kai to fanah ** gaye..
Kai Sikandar..Hitler jaise tabah ** gaye..
Maiyyat se khali haath bahar le kar is duniya se wida ** gaye
Rubaru apne kafan se jo jeete ji ** gaye..
Mukammal jahan unhi ko mila..jo khuda ki panah me ** gaye
Zindagi me jinhone ilm rakha us khuda ko Yaad karna..
Namaze adda kari..Gurbani paddi.. Granth padde..Hukumname diye..
khuda ne hosle itne buland kr diye..Apne noor se sabhi manzilo..Jannat k raaste unhi k liye Roshan kar diye
Zindagi me Naam..Shoharat unhe bahut mili..jinme alfazo se khelne ha hunar aa gaya..
Sir chad k jinke ye inayat na boli..woh us khuda ko tah umra bha gaya😊
Apr 25, 2020
Apr 25, 2020 at 4:36 AM UTC
Sejengkal rindu dalam bogor
Dahulu kudengar sebuah dongeng tentang Kota diatas awan,
Bogor, Kota yang tiada hari tanpa hujan
Kota tiada pemandangan gedung kaca
Kota tiada pemandangan selain Gunung Salak
Perkenalan kala itu mengantarkan mengenal lebih jauh tentang Bogor
Tatkala itu Bogor sungguh sebagaimana kota diatas awan
Kini rupanya tak begitu indah, tak seperti masa itu
Namun, Bogor tentu setia dengan beribu kenangannya
Bogor tetap saja Kota yang setia menyimpan ingat,
Bogor tetap melangkah seperti biasanya,
Sayur tetap disediakan pedagang di pagi gelap
Angkot tetap tabah menunggu penumpang
Tugu kujang tetap setia di tempatnya berada
Bogor, kenang itu selamanya. Terimakasih.
Muhammad Iqbal Ramadhan
Bogor, 22 Agustus 2021
Aug 23, 2021
Aug 23, 2021 at 2:02 AM UTC
Bulan kembali memutari bumi
untuk ke-enam kalinya di tahun ini.
Bersyukur, hanya itu yang dapat kulakukan
untuk segala nikmat yang masih kurasakan.
Kalau kata Pak Sapardi, dalam sajaknya
« Hujan Bulan Juni ».
Ia itu tabah, bijak, dan arif.
Namun, akankah ia turun kali ini?
untuk merahasiakan, menghapus, dan membiarkan––
––segala sesuatu perbuatan manusia, pun baik dan buruk.
Jun 1, 2020
Jun 1, 2020 at 2:25 PM UTC
Ab toh tere khyaal me rehta hu
Tu kyu itna sochti hai...
Mein toh dillagi se ishq ke khwaab
Mein tujhe dhoonda
Sapno me
Tu mil bhi gayi
Par achanak kanha chali gayi
Mein sochne laga..
Aur
Mehfil e jaam
Mein khud ko tabah kar diya
Ek awaargi ke alam me
...
May 2, 2018
May 2, 2018 at 12:13 PM UTC
Kapalnja bersenjata tubuh,
awaknja bersetuju tabah,
sampai achir?
Ya, sampai.
Apr 24, 2021
Apr 24, 2021 at 12:59 PM UTC
Menikahi berarti menenun siap dengan siapa,
membangun kesiapan dengan segala persiapan.
Tapi darimana mulainya?
Dari mata yang mengeja teduh
Dari telinga yang belajar tabah
Dari hati yang mengejar teguh
Dari situ, kita tahu artinya biduk
ialah bicara dan duduk.
Dari sini, bisakah kita mulai, Abadi?
Nov 5, 2023
Nov 5, 2023 at 7:44 PM UTC
Tak ada yang lebih tabah
dari akhir bulan Februari,
disandarkannya tubuh rindu
kepada rak buku di pojok kamar itu.
Feb 27, 2023
Feb 27, 2023 at 12:07 PM UTC