"syaitan" poems
Dalam retrospeksi
minda naif kecilku pernah berimaginasi
memikirkan dunia luar sana yang bagaikan fantasi
hati merontakan suatu kebebasan yang diimpi
namun kini ku sedari, itu semua hanyalah persepsi
seorang gadis kecil yang dahulunya bercita-cita tinggi
masa sudah tiba untuk kembali ke realiti.
Selamat datang ke Kota Korupsi
di mana manusia-manusia bertopengkan syaitan
kehausan kuasa, kerakusan harta duniawi
dipuja, dipuji dan disanjung tinggi
pil penawar pula makanan ruji untuk depresi
tiada lagi tempat mengadu, tempat meluahkan hati
hanya tinggal kata-kata yang kehilangan erti
terpapar di kotak skrin empat segi.
Bangsaku semakin alpa, agamaku jauh sekali
soal halal haram tidak dipertikaikan lagi
hanya topik sembang santai di kedai kopi
bicara hari nanti ditolak dahulu ke tepi.
Dunia yang dahulu semakin pudar
hanya serpihan di hujung sudut memori
masa berlalu terlalu pantas, terlepas dari jari-jemari
sekarang sudahpun tiba generasi baru menapakkan kaki
namun, lihatlah sejarah mengulangi dirinya sekali lagi
selagi nafas belum terhenti
selagi kita belum pergi.
Dec 29, 2017
Dec 29, 2017 at 6:45 AM UTC
Jakarta, Jumat 31 Agustus 2007
Ya Allah …
Segala puji bagi-Mu
Untuk hamba sujud kepada-Mu
Berdoa meminta ampunanmu
Dari khilaf yang terus muncul
Ya Allah …
Bila hamba berdosa
Tunjukkanlah jalan-Mu
Bukan hamba yang kau siksa
Namun, syaitan-syaitan yang terkutuk
Ya Allah …
Hamba ingin hidup kekal
Menikmati dunia hingga akhir hayat
Merasakan indahnya kebahagiaan
Sekalipun hamba berdosa
Hamba siap menuju akhirat
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:15 AM UTC
Anak gadis tunggal kau
Nyamuk pun kau tak biar dekat sama dia.
Tapi kau
pijak, henyak hati
tabur janji angkat kaki
palit lumpur paling likat
pada hidup
anak gadis orang lain.
Nampak benar
jadi bapa tu tak merubah apa-apa
kalau kau biar setan dalam diri
duduk tinggi atas takhta.
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:32 AM UTC
Maybe what turned me on was the air refreshner that hung in his car
Hoping his mom would not smell the traces
Of obvious dunhill Reds and jack Daniels.
Or The way he performed darkness on my skin
As thick as black ink That no jar could keep.
How about the hunger in his mouth,
That burning curiosity to push the edge of decency
And go for gold.
Or Perhaps it' was the gospel truth that what we were doing that night
Could be followed by disastrous consequences
And what was completely forbidden by our different religion
After all
he is Malay .
He had eyes concealed by lashes that
Were like curtains
Hoping to hide his intentions .
His life is what you would call
A cerekarama.
Forbidden love between two rebels
Trying to break through the norms of societies standards.
Always drunk on the idea of love,
'Syaitan lives in my pants '
He would say to make an excuse for touching me and grinning
Hoping I'd be a sucker.
Oh and did I mention he was Malay?
Sep 17, 2015
Sep 17, 2015 at 3:16 PM UTC