Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"sukar" poems
Palembang, 14 Januari 2014 Apa yang susah? Menguasai diri sendiri memang susah Melakukan ini tapi takut, takut salah Tapi tidak dilakukan akan menyesal, juga salah Apa yang mudah? Memerintah orang memang mudahnya Menyuruh orang melakukan kehendaknya Entah siapa yang untung dan rugi di antaranya Apa yang gampang? Menghakimi orang juga gampang Tak peduli tampang Mau presiden, mau pejabat, mau gembel asal hati senang Apa yang gampil? Menasehati orang juga gampil Tinggal ucapkan kalimat kecil Berlagak bak orang yang terbiasa nan terampil Apa yang sukar? Menyadarkan orang itu yang sukar Meski hati sudah dongkol dan mulai terbakar Apa daya orang itu tak sadar-sadar #miris
0
Jan 14, 2014
Jan 14, 2014 at 11:42 AM UTC
Apa Yang Sukar?
Hari berawal dari matahari menari di ufuk timur, tak perlu mengucap “hai” untuk sekedar hadir. Membias dengan apapun miliknya Tatapku kosong dengan sejumlah tanya apakah yang dibuatnya hari ini jadi perbedaan. Semoga kita dijauhkan dengan tanya yang sukar jawabnya. Semoga hangat pagi senantiasa dipihakmu. Selamat pagi hijau, biru, putih, bening dan zat lainnya
0
Jul 16, 2016
Jul 16, 2016 at 3:00 AM UTC
Perempuan yang Mengucap “Hai”
di ruang 3x3 meter kusesap lagi secangir kopi yang sudah tak lagi hangat masam terkecap, pahit tersisa buih-buih krema berjejer rapi di ujung mulut cangkir menggetarkan diri menciptakan nada detak jantung yang semakin tinggi dan mengundang semut-semut emosi pada ujung jemariku didekap dibekap kebencian bersarang pada ekor jiwaku yang semerawut semakin hari, semakin menjadi-jadi amarah yang tak terbendung perkara hati bukanlah sebatas ruang bukan juga sekedar sudut yang bisa disinggahi, diacak-acak, lalu ditinggal begitu saja tanpa dibereskan ibumu saja marah kalau kamarmu berantakan debaran  demi debaran candu pada cairan pekat ini terkadang mengundang rasa kantuk bagai lorong tanpa ujung pikiranku melayang masuk ke masa lampau amarah dan kebencian mengombangambingku belum reda kesalku kutuk bertaburan dari bibirku ada rangkaian rencana cela yang menari-nari di kepalaku apa warasku pergi? apa warasku pergi? apa warasku pergi? benci ini tak perlu lagi disiram terjebak realita semu, mantra-mantra sukar dipahami tetapi nyata efeknya betapa sulitnya meracik ramuan ketenangan jiwa kalau kamu jahat, lalu aku balas jahat apa bedanya kamu dan aku? aku tidak mau sepertimu bukan pilhan pasif, dengan sadarku warasku ada aku pemenang petak umpetnya!
0
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:56 PM UTC
W A R A S
Selamat pagi bu.... Selamat pagi jawabku Perjalananku segera dimulai menembus fajar yang masih galau Lewat mana bu.... Biasa saja pak jawabku Jalan raya yang masih sepi Tetapi aku sudah duduk sendiri Macet bu.... Biasa pak jawabku Tiada ada jalan yang lancar Tiada hari yang tak sukar Lampu merah bu.... Iya pak panjang pula jawabku Berhentilah walau hanya sebentar Melemaskan kaki dan mata yang nanar Sudah sampai bu.... Terimakasih pak jawabku Ku mulai pekerjaan hari ini Dengan harapan dan asa yang baru
0
Oct 31, 2017
Oct 31, 2017 at 11:18 PM UTC
Supirku