"sok" poems
Palembang, Sabtu 8 Januari 2011
Please ... Dont!
Jangan buat hidupku rumit lagi, Cinta
Cukup! Sudah cukup aku mengenal mu
Sekarang aku mau sendiri dulu
Yang aku mau hanya memiliki 1000 Sahabat
Soal jodoh, tunggulah hingga umur ku 23
Please ... Aku mohon ...
Ku lelah memikirkannya terus
Aku lelah tuk berlagak sok sempurna
Kau kan tahu bahwa aku manusia terbodoh sedunia
Tolonglah, cinta
Jangan bikin rumit lagi hati ku
Sudah cukup yang kemarin
Di mana karena ikatan
Aku berubah menjadi orang lain
Cinta, bila kali ini kau bersungguh
Sampaikan pada Tuhan
Bahwa aku ingin kembali menjalin cinta
Jika Dia memudahkan jalannya
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 2:30 AM UTC
Palembang, 25 Desember 2011
Ini aku apa adanya
Aku yang berbakat
Aku yang multi talenta
Aku yang serba bisa
Aku yang terbaik
Ini benar-benar aku apa adanya
Berbakat menyakiti hati orang lain
Dengan segenap kata-kata pedas yang ku lontarkan
Ini aku apa adanya
Multi talenta
Juara satu mempermalukan orang lain
Juara umum membuat orang lain menjauh
Inilah aku! Apa adanya
Serba bisa membuat orang lain marah
Bisa berbohong
Bisa mengejek
Bisa sok tahu
Bisa segalanya. Aku yang terburuk
Akulah yang terbaik
Terbaik yang mampu membuat teman-teman ku berpaling
Terbaik sebagai bahan omongan sedunia
Terbaik menjadi bahan ejekan orang -orang
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:44 AM UTC
Kalami ba mag beach ing'aning orasa.
Payts ra ba bahala ako ra usa.
Tapad dayun kug lapad,
Para didto magsulay-sulay kug lupad.
Ambot lang ngano,
Pero lami lagi mang-ungo didto,
Sa mga tawo na nag date-date,
Na sa kahoy nagpa dapid.
Kalami ba putlon,
Ang kahoy na ilang gisandigan.
Pero di nata magpinait diha,
Pasagdi na antik musok'sok,
Sa ilang mga kigot.
Chill nalang sa ko diri,
Ligid ligid sa balas,
Kay kabalo ko nalate raka,
Sa sig pangita sa ice,
Ikaw ray para nako,
Ang tigtimpla sa chaser,
Pangpawala sa pait,
Sa akung ilimnon.
Kabalo ko muabot raka puhon,
Pero dili lang sad ko magdahom.
Hangyo lang nako,
Pag-dali lang diha di maghapit-hapit.
Diristo na sa akua kay para ako maigo na.
Maigo na jud ko sa imung kagwapa,
Huboga na tawun ko sa imung gugma,
Arung ako muundang nakog buhat,
Aning mga tula na bisaya.
Agpas na. Ako kang tagdun.
Diri rakos balas magligid-ligid
Mag tagad nimo.
Oct 9, 2018
Oct 9, 2018 at 3:57 AM UTC
mila sedi na wc solji. prebira dlacice po brezuljku. nekako odvratno ali radoznalo trazi one pod zemljom
gusto groblje-guste misli:
dve prodavacice prodaju sok od sargarepe, na smenu- jedan dan jednoj plati jednu cenu drugi dan drugoj drugu. cuti. zakopa to u zeludac. guta vazduh namazan budalom. cuti. plati. popije samar i sok.
na ulici razmazano oker govno, kao kanapei na srebrnom tanjiru.
preskace, obilazi ga ona. preskace, obilazi ga i pas. kisa pada, oker krem gubi gustinu, pas nece pod kisobran juri senke i zapisava skupocene alo tepsije onih kojih se i pauk plasi.
zanoktica o vrh narandzastog jezika- rekapitulacija popisanosti i pogresno usmerene finoce. krv stedljivo iz nokta curi natapajuci nepce a mrmlja da sledeci put ce...
ali verovatno nece. jer ne razume tu gadnu nepravicnost. jer to je samo princip. mozda i hoce. jer princip je i sve.
dopire krik playback narodnjaka- komsija stigao sa posla, investitor umesto izloacije sigurno je kupio dzipa.
masina se centrifugom lansira u orbitu svake sekunde- privezala bi se za nju toaltet papirom....
aman, idi uci.
bolje ces se osecati.
kraj prozora cuje se ono dete sto svira trubu.
makar jos ne moras da trazis posao. eto imas vremena da smislis sta zelis da budes.
na kraju krajeva nemas urasle dlake. i da, auto ti je parkiran divlje pokupice ga pauk sigurno. i nemas dozvolu. kese za govna su u gepeku.
trebas psa izvesti.
sutra kupices sok od sargarepe, po ne zna se kojoj ceni.
rekla bi imas princip a i lenja si.
Feb 5, 2015
Feb 5, 2015 at 4:01 AM UTC
Ahh, judul...
Kuliat ia akhir-akhir ini begitu menyebalkan
Begitu merangah, berusaha mencolok
Aku tidak yakin dia melakukannya dengan tidak sadar
Aku tahu dia menginginkan sesuatu
Kuasa!
Aha, itu sudah pasti kuasa
Kuliat ia begitu sombong hanya karena posisinya yang sedikit diatas
Memandang rendah kata-kata serumpun yang ada di bawahnya
Acuh melihat titik dan koma yang baginya tak ada apa-apanya
Hanya karena font yang sedikit tebal dan size yang agak besar
Membuat masyarakat kata memilihnya untuk mewakili suara mereka
Pun merasa tak sebanding dengan apa yang dimiliki ‘Si Congkak’ itu
Kata merasa rendah, titik koma tak berdaya
Dan mereka... Kalah atas kedaulatannya sendiri
Padahal judul hanya tak sadar
Bahwa kuasa yang dimilikinya itu bukan karena dirinya sendiri
Ia lahir karena keresahan kata
Yang terombang-ambing bagai kapal di ganasnya lautan
Menggantung bagai kepompong, terpenjara dalam ketidaksempurnaan
Melayang-layang bak daun jatuh ditiup angin, tak tentu arah
Mendambakan hidup yang bahagia dan tenteram untuk merdeka
Karena ketakutan kata-lah
Judul hadir sebagai jawaban
Agar kata dilirik pembaca
Agar kata digunakan dalam ruang diskusi
Agar kata hidup dalam kepala
Mengakar kokoh dan menjadi abadi
Judul adalah cerminan pemimpin di negeri ini
Seperti kacang yang acuh pada kulit, lupa diri
Bahwa dirinya ada untuk mendengar keresahan
Bukannya malah menjadi dalang kerusuhan
Bahwa dirinya ada untuk mengerti suara yang dimarjinalkan
Bukannya malah membuang muka, lalu lantas pergi meninggalkan
Lihatlah ibu yang telah melahirkan
Yang terpinggirkan mengandung harapan
Yang menanti dengan merapal doa disetiap malam
Anak baik jadilah baik
Wahai kalian yang duduk manis di kursi tahta
Bangkitlah!
Kata-kata dan rakyat jelata yang dipandang sebelah mata
Mendengarlah!
Wahai judul "Si Congkak" juga para pemimpin negeri yang berlagak sok kuasa
Feb 27, 2021
Feb 27, 2021 at 11:55 AM UTC
Sayangku arjuna,
Kita tidak boleh bersama.
Bukan karena aku tak cinta.
Bukan karena kamu tak sempurna.
Atau aku tak bahagia.
Maaf arjuna,
"Tuhan kita berbeda."
Kata mereka sih begitu.
Padahal di agamaku, hanya satu.
Lalu aku bertanya tanya,
Memangnya Tuhan ada berapa ya?
Apakah hanya lima?
4200 allah, kata wikipedia?
Atau sebanyak bintang di sorga?
Tuhan yang lain itu apa?
Imajinasi fana?
Tahayul belaka?
Cerita mereka?
Arjunaku sayang,
Coba jawab aku yang tak paham.
Tuhanku yang gila?
Tuhanmu yang sinting?
Atau manusia yang sok waras?
Bukankah manusia mengelu-elukan sorga!
Kok enggan mati duluan?
May 9, 2019
May 9, 2019 at 3:26 AM UTC
landskaber af følelser
bakker fulde af modvind, dale af nedture, søer af tårer
implicit diminutiv: årh, du er bare så sød (så naiv, så idealistisk, så stresset og letpåvirkelig)
årh, vi skal passe på dig (du kan ikke håndtere det, du er så følsom, du kan ikke lade være med at bryde sammen)
du er ikke modig, du er ikke impulsiv - disciplineret, intetsigende
gråzoner gennemploves, vi forveksles og sammenflettes i alles opfattelser
"du tænker for meget" "rolig nu" "årh, du kan jo aldrig tale en beslutning"
al oprør virker formålsløst, ufrugtbart
JERES ORD ER VIRKELIGHEDSSKABENDE OG JEG SKRUMPER OG SKRUMPER OG SKRUMPER TIL JEG IKKE ER MERE END EN SOK OG ET GAB
Feb 2, 2016
Feb 2, 2016 at 4:54 PM UTC