"senin" poems
Palembang, Senin 4 Oktober 2010
Oh, Shane...
How beautiful voice you have!
I always want to hear it one more time
I admire you from the start
When you sing a love song
I feel you touch my heart inside
When you say word by word
You makes me adore you too much
I want to take a rest
I can't close my eyes
Cause I always thinking of you
What a lovely smile you have!
You're beautiful everytime I see
You are great the way you are
Don't know, will I forget you?
I hope not.
Cause I can't live without your voice.
(edited Thursday, January 2nd 2014)
Jan 2, 2014
Jan 2, 2014 at 2:45 AM UTC
cimen altinda gecen 225 gunden sonra benden daha *** sey biliyor olmalisin.
kanini emip bitireli epey oldu, artik bir sepetteki kuru bir cubuksun.
bu isler boyle mi oluyor?
bu odada hala ask saatlerinin golgeleri var.
birakip gittiginde asagi yukari herseyi alip gittin.
geceleri beni ben olmaya koymayan kaplanlarin onunde diz cokuyorum.
senin sen olman asla bir daha olmayacak.
kaplanlar beni buldular ama artik umurumda bile degil.
translated by somebody
4.9k
Senin, 28 April 2008
Aku sendiri di sini
Teman ku menjauh
Lagu kakak ku tak tergetar
Lirik indahnya menghilang
Lidah ku sakit
Tak bisa berkata
Angin pun menjauh
Peluh dingin terasa
Duduk sendiri ku di sini
Menulis kata bahwa ku sepi
Ingin ku ucap di hadapan dunia
Tapi tak sampai ku ke sana
Kenang lagu kakak ku tersayang
Hatiku sejuk tangis datang
Melihat semua menjauh
Tpi lagu kakak selalu menghibur
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:34 AM UTC
Jakarta
Senin 7 Mei 2007
Suatu ketika tak sengaja
Aku terbayang seseorang
Yang indah dengan senyuman
Sejak itu pun
Aku mulai menulis kata-kata
Dan aku rangkai
Sehingga menjadi kalimat-kalimat yang indah
Itulah puisi yang akan kupersembahkan
Hanya untuk dirinya
Di suatu tempat terindah di langit sana
Betapa senangnya hati ku
T’lah ku sampaikan isi hati ku
Lewat puisi yang indah
Yang tak pernah ku lupakan sepanjang waktu
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:49 AM UTC
Jakarta, Senin 14 Mei 2007
Seorang pria diciptaka hanya untuk seorang wanita
Seorang wanita diciptakan hanya untuk pria
Ketika mereka bertemu satu sama lain
Akan tumbuh benih-benih cinta
Mereka pun tak akan terpisahkan
Cinta sejati tumbuh dalam cinta mereka
Ketika badai cinta mengancam
Mereka terpental jauh dengan terpisah
Dengan kekuatan Cinta Sejati
Mereka pun bersatu kembali
Sambil berkata:
Cinta Sejati
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:47 AM UTC
Palembang, Senin 7 November 2011
Bagaikan berharganya air mataku
Hanya terjatuh bagi para berlian hatiku
Yang sangat berarti bagiku
Yang sangat dekat dengan ku
Bagaikan rapuhnya hati ini
Terasa sesak setiap mengingat dia
Serasa ingin mati saja
Tak mau lagi hidup jika ada dia
Doaku tak sering ku panjatkan
Hanya bisikan hati yang sering terngiang
Rasaku sudah cukup tak perlu diberitahu
Toh orang pun tak mau tahu
Selalu minta yang terbaik
Sungguh aku menginginkannya
Agar tak lagi aku menangis sepi
Supaya tak perlu aku berpura-pura
Bagaikan tak terjadi apa-apa
Padahal hati ini penuh luka
Nov 7, 2011
Nov 7, 2011 at 10:30 AM UTC
Jakarta, Senin 20 Oktonber 2008
Malam ini aku bersedih
Aku menangis, aku berfikir
Agar waktu menunggu
Hingga aku mulai tenang
Cobaan hidup datang
Melumuri ragaku
Hingga terasa lumpuh
Tak berdaya bagai mati
Ku tunggu hujan bunga
Yang harum bebaskan raga
Mungkinkah aku bisa sabar?
Jika petir tetap menyambar
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:27 AM UTC
Jakarta, Senin 14 Mei 2007
Cinta tidak bisa dilihat dengan mata
Cinta tidak bisa didengar dengan telinga
Cinta tidak bisa diraba dengan telinga
Cinta tidak bisa dirasakan dengan hati
Cinta memang indah
Cinta membuat orang yang merasakannya bahagia
Namun... Cinta sering datang dan pergi
Cinta membuat orang yang ditinggalkannya terluka
Dan sakit hati
Cinta... Jangan sakiti hatiku
Jangan biarkan aku menangis
Hatiku ingin
Cinta ku...
Abadi untuk selamanya
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:46 AM UTC
Jakarta, Senin 20 Oktober 2008
Ku terlahir di dunia
Untuk hidup dan berusaha
Ku kira, aku akan bahagia
Namun ternyata tidak
Ku berdoa . . .
Ya ilahi … akulah dia
Yang malas bekerja
Yang tak mengejar masa depan
Yang hanya duduk dengan lamunan
Ku iri dengan gunung dan langit
Lirik dengan melodi, hati dengan perasaan
Karang dengan laut, angin dengan pohon
Dan … kini ku sadari
Akulah Manusia Bodoh
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:27 AM UTC
Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar
Ondandır sana şiir yazma çabalarım
Belki yazdıklarım kalbini sarıp sarmalar
Birlikte geçirdiğimiz o güzel günleri hatırlatırlar
Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar
Ondandır her gece mektuplarda senin sıcaklığını arayışlarım
Belki seni bana getirmezler
Ama beni senin rüyalarınla baş başa bırakırlar
Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar
Ondandır senin her bir sözüne muhtaç oluşum
Belki şimdi bana ulaşamayacak kadar çok uzaktalar
Ama hâlâ kalbimi senin aşkınla kaplarlar
Oct 12, 2021
Oct 12, 2021 at 4:05 PM UTC
Palembang, Senin 4 Oktober 2010
Mom, I know you know that I love you
Although I never say that in front of you
But I believe you feel the same with me
That we both are never be apart
We are always be together, Forever
Until the end of time, And the age is die
Jan 2, 2014
Jan 2, 2014 at 2:47 AM UTC
Jakarta, Senin 20 Oktober 2008
I am trying to forget you
But I couldn’t
You’re always in my heart
That is special thing, that’s my love
How can I have you in my life?
No, I couldn't.
How can I think about you?
Why you always here?
Why you’re not go away?
Go so far away!
From my life
Why?? Why??
(edited Thursday, January 2nd 2014)
Jan 2, 2014
Jan 2, 2014 at 2:52 AM UTC
Bagaimana jika sebenarnya dia tahu?
Setiap malam aku bertanya hal yang—tidak penting. Mungkin dia berpikir aku hanya bosan, atau kembali ke kalimat pertama.
Konsekuensi yang kudapat akan lebih buruk dari yang kukira, sudahlah. Ingin menyerah tapi sebut saja "Janur kuning belum melengkung"
Lagipula, yang datang belum tentu singgah, apalagi tinggal.
Apr 12, 2020
Apr 12, 2020 at 10:07 PM UTC
merhaba sarnıçları alnın
ve alt parlamentosu
kaz ayaklarım
sizi seviyorum
değirmen
kaçkını saçlarım merhaba
koşudan yorgun mu
apak sevdanız
fukaralık gibi
beni yalnız bırakmadınız
gözlerim merhaba
ne canlar yaktınız kim bilir
çoğundan haberim olmadı
çocuk mu hala bakışlarım
bulansa da mavilikler
deniz feneri gibi
ümit burnu’ndayım
merhaba dilim
kem konuştun bazen duydum
duydu absolut üzengim, çekicim
kemik meselesi deme
lâkin
erdemine alkışım
her daim özür diledin
merhaba
acı patlıcanlar
kırağ çaldınız hep
bir kadının dudağında
refuse edildiniz çoğu zaman
pek azınız durmakta
dudaklarda ya
ıslık çalan
buselere merhaba
merhaba, merhaba
ellerim, ayaklarım
bazen boş yola çıktınız
dolu rızkla döndünüz
cana gözkulak oldunuz
minnettarım...
(şşştt.
sen dersini yap
bakıyim...)
merhaba yüreğim
kaç şıpsevdi konakladı
kim bilir
kaçı hançerleyip kaçtı
yine de memnunum senden
ara da bir
cızz etmesen
ama ne şereftir ölüm
senin kudretli elinden
uyurken gel
ve canımı yakma
öte yanda ki
ekmekli kadayıf zaten...
Mar 29, 2019
Mar 29, 2019 at 4:57 AM UTC