"semerbak" poems
Hentian tak bermakna tiba
kegelapan tak semestinya hiba
keindahan tunjang sehingga pucuknya
bukanlah anugerah dalam sekilat cahaya
sambungan cerita kita yang punya
tapi beza adaptasinya
terkadang patah renyuk tak disangka
terkadang wangi semerbak bunga
terkadang terik memancar sinar
terkadang kaku kelu membisu
namanya perjuangan masihkan kekal
entahkan wujud entahkan binasa
menggapai semua mampukah kita
menyelongkar hingga tak ketemu jua
masakan diri menongkah jaya
moga memijak di alam nyata
agar sempurna gambaran selamanya....
Oct 11, 2014
Oct 11, 2014 at 10:05 AM UTC
Puisikan
Semerbak hujan
Merangsang ingatan
Menggantikan kelam
Menunggu Sang Surya datang
Namun lelah menunggu ketidakpastian
Kini yang tersisa luapan tangisan
Hingga merasa distorsi yang tidak terbendung
Membius raga dengan memori kelam
Rasa ingin sendiri
Terbang menuju dunia baru
Meninggalkan realita
Oct 25, 2017
Oct 25, 2017 at 9:55 AM UTC
Malam itu lampu indah kelap-kelip
Jemari kita saling bertautan
Kau yang paling indah malam itu
Menebar semburat warna-warni di mataku
Genggamanmu hangat padaku
Daya pikatmu menciptakan ilusi
Kau, semerbak tubuhmu, warna-warni lampu
Perpaduan yang sempurna! Aku terlena
Kau menuntunku ke karnaval ini
Tempat yang indah dengan sejuta rasa
Di mana seorang pencuri hatinya telah dicuri
Seorang yatim piatu mendapatkan saudaranya
Apakah ini nyata?
Karena kau menciptakan
bumi berbentuk apel
Yang hanya menumbuhkan apel
Untuk kita berdua
Sungguh luar biasa, inikah rasanya karnaval?
Mari kita nikmati, kau berbisik
Menyuruhku memejamkan mata
Kuikut saja, penasaran di mana aku terbangun nanti
Sep 5, 2017
Sep 5, 2017 at 8:59 AM UTC