"sebagaimana" poems
Hai...
Kau mungkin tak akan tahu siapa aku
Dan sejujurnya aku tak akan mengenalmu
Namun kau dan aku memiliki suatu kesamaan
Ia yang kau perjuangkan, yang kau sayangi hingga hatimu sakit
Dulu pernah menjalani hari demi hari bersamaku
Ia juga pernah ku perjuangkan hingga raga ini tak mampu lagi
Ia yang selalu ku sayangi hingga hati ini tak merasa sakitnya
Aku hanya ingin menitipkan sebuah pesan untukmu
Sebuah pesan kecil yang bisa saja kau abaikan jika kau mau
Jangan pernah merasa lelah untuk memperjuangkannya
Jangan berhenti menyayanginya walau mungkin ia menyakitimu secara tak sadar
Karena jika aku masih mampu dan ia masih membuka hatinya
Aku pun tak akan berhenti melakukan kedua hal tersebut
Apa yang bisa ku lakukan sekarang adalah menyisipkan namanya disela doa-doaku agar ia bahagia dengan hidupnya
Dan agar kau tetap terus menjaganya sebagaimana aku akan menjaganya
Jan 3, 2016
Jan 3, 2016 at 8:23 AM UTC
Sejengkal rindu dalam bogor
Dahulu kudengar sebuah dongeng tentang Kota diatas awan,
Bogor, Kota yang tiada hari tanpa hujan
Kota tiada pemandangan gedung kaca
Kota tiada pemandangan selain Gunung Salak
Perkenalan kala itu mengantarkan mengenal lebih jauh tentang Bogor
Tatkala itu Bogor sungguh sebagaimana kota diatas awan
Kini rupanya tak begitu indah, tak seperti masa itu
Namun, Bogor tentu setia dengan beribu kenangannya
Bogor tetap saja Kota yang setia menyimpan ingat,
Bogor tetap melangkah seperti biasanya,
Sayur tetap disediakan pedagang di pagi gelap
Angkot tetap tabah menunggu penumpang
Tugu kujang tetap setia di tempatnya berada
Bogor, kenang itu selamanya. Terimakasih.
Muhammad Iqbal Ramadhan
Bogor, 22 Agustus 2021
Aug 23, 2021
Aug 23, 2021 at 2:02 AM UTC
Akankah kita bertemu lagi?
Apakah kamu masih mengingatku?
Apakah aku masih ada di benak mu?
Ah sepertinya aku hanya berkhayal..
Berharap kamu masih merindukanku
Sebagaimana aku yang terkadang masih merindukanmu
Mungkin kamu sudah melupakan semuanya, mungkin.
Namun, semuanya masih tersimpan dengan baik di pikiranku.
Yang aku tahu, rasa ini akan selalu ada.
Hingga mungkin suatu saat nanti rasa itu lenyap dengan sendirinya, menghilang, lapuk, termakan oleh waktu.
Dec 21, 2020
Dec 21, 2020 at 12:15 PM UTC