"sarang" poems
Te dua
M’bi fe
Je t’adore
Tsi ge yu i
Wo ai ni
S’agapo
Te amo
Sarang Heyo
I love you
Jul 9, 2015
Jul 9, 2015 at 11:12 PM UTC
1/
Biasanya aku melihatmu di pojokan ruang itu. Melamun betapa sedih dan merananya jika jadi dirimu. Senyummu usang, sudah selayaknya kau buang. Atau paling tidak, kau gadaikan ke pasar loak. Pertimbangkan, aku bahkan menawarkan diri untuk jadi gerobak rombengnya.
2/
Mengamatimu bagai meneliti susunan arsitektur sarang semut, bercabang rumit walau sekelumit rahasiamu tak terungkit, atau paling tidak cerita masa lalu mu tak pernah terkuak.
Omong-omong, sudah tiga hari aku datang dan duduk di bangku yang sama, bahkan meja dan kursinya tak segan menyapaku dari kejauhan "kawan, mari duduk sini dan amati keindahan". Aku tak begitu paham bahasa furnitur, jadi ku jawab seadanya.
3/
Duduk diam mengawasi kerumunan, siapa tahu kau kembali terlihat, tanpa terhalangi punggung, atau ransel. Pintu maupun kerudung. Jangan bilang aku penguntit, karena aku tak bermaksud buruk. Aku hanya tak tahu apa yang harus ku lakukan untuk sekedar bertukar sapa, atau paling tidak tatapan mata. Menurut ku matamu cukup layu jika tak ada kawanmu yang menemani. Air mukamu tak pernah kulihat benar-benar menikmati hidup merdeka, mereka tetap saja terjajah. Entah karena sedih atau kecewa.
4/
Hari ini kau tak ada di antara kerumunan, tak ada dalam ruang, tak ada diantara rekan, tak pula hadir dalam lamunan. Aku takut telah menculikmu tanpa sengaja dengan tatapan. Aku terus memandang kedepan, mendengar percakapan.
5/
Tak ada. Aku tahu. Tak berharap pula aku akan tibamu di dalam ruang.
6/
Aku mendengar gosip dan rumor, bahwa kau yang di ujung ruang telah berpindah ke lain ruang. Ujung koridor. Aku bergegas kesana.
7/
Hari ini aku berhasil mengejarmu, berbicara padamu. Tapi kau tampak tak senang, dan hanya mengulang kata-kataku. Aku juga tak sengaja menemuimu di toilet. Masih mengulang kata-kataku. Sore ini aku berjanji akan menemuimu di ruang ujung koridor.
Kala itu, dia menghadap cermin. Menyapa citranya sendiri. Di ruang ujung koridor.
Oct 18, 2017
Oct 18, 2017 at 11:08 PM UTC
I love you until I die
Even I leave this earth
This is not a lie
For it was brought forth by the love until death
I just hope you'll love me too
And cherish everything
I hope you'll remember what I do
To prove you something
I love you until I die
I will never take that back
For the words I say are interlocked
And would never even crack
I hope our paths are intertwined
That our hearts are lined
To a bright tomorrow of joy
And a grandiose saga of existence
Nov 27, 2013
Nov 27, 2013 at 7:49 AM UTC
An angel as pure as gold
once have lived, stories unfold
screams in pain in a silent night
everyday is a struggle for a fight
left the world as if it was the key
drowning on a seemingly endless sea
tried and fought to survive the race
but never knew the ending phase
your smile was the best of all
everyone, including me, would fall
but none of us knew your pain
crying day by day with the rain
i wish you nothing but joy and peace
enjoy the clouds of heaven with bliss
i love you dearly our precious one
rest in His embrace; know that you've won
Dec 19, 2017
Dec 19, 2017 at 7:56 AM UTC
It is mad absurd when you didn't take me to boulevard,
You gave me "sarang" words
and collapse in emergency ward,
new dream before you go,
Now i get up and gotta go,
It's a broken heart,
No need a heart-to heart!
Jun 17, 2015
Jun 17, 2015 at 6:09 AM UTC