"samudra" poems
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
This poem is self translated version of my Hindi language poem titled "शिव लीला" published in pratilipi on (June. 2018) Can be read through the link ==>> https://bit.ly/2Z9Z57t
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
His neck has entirely turned blue due to Kalkoot, This is just a Leela of Shiva
He has taken everyone's pain and sorrow for the betterment of the world
He is the keeper of all the three loka's and also called as Trilokinath
He hold the holy Ganga in his locks, but do not drinks a drop from it
He sits on the yellow Tiger skin mat and keeps meditating for years to come
He satiates hunger by Datura and Madaar and drinks Bhang to quench thirst
He has a marvellous third eye through which all the three lokas are visible
Sitting in the Mahayoga posture, He keeps on concentrating and meditating
Brahma and Vishnu also bows before him with respect and feels blessed
Such a beautiful holy Leela of Shiva. Nothing else but Shiva's holy Leela
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Kalkoot(Line 1): A poison generated due to Samudra Manthan ( The Churning of the Ocean by Devtas[Gods] and Asuras[Demons] )
Leela(Line 1): "Divine Play" (Just a pastime)
Shiva(Line 1): A God (The Destroyer) in Hindu Mythology
Loka(Line 3): Three three different worlds/realms. Swargaloka, the land of gods; Mrityuloka, the middle kingdom of men; and Pataloka, home of the Asuras, the fallen gods, and demons.
Trilokinath(Line 3): The Lord of the Three world/realms.
Ganga (Line 4): The Holy river whose flow and speed is controlled by the locks (Jatas - The thick hair strands) of Lord Shiiva
Datura and Madaar (Line 6): Poisonous plants (Datura stramonium and Calotropis gigantean)
Bhang (Line 6): Poisonous plants (Cannabis Plant)
Mahayoga (Line 8): Also called as Mahamudra – The Great Gesture (a posture for meditating)
Aug 22, 2019
Aug 22, 2019 at 12:15 PM UTC
*take me to your serenity..
so you feel joy in the deserted ..
give me a privilege and a name ..
in order to reign in your heart and in it excite plump body ..
can't run and hide from the conscience ..
could not bear the will of passion flame ..
the soul has long been frozen and can't be extinguished to felt ..
i want to give a bear hug to a small shoulder and crushing the faithfully ..
creeps passionate embrace your body with longing coals ..
kissing your thin lips deeply until it burn your desire..
**** your tongue wild until unsatisfied romance ..
licking strong passion in your chest until bubbling subsided ..
shake your wild fantasy to spoiling you with endless fondling ..
your night is ocean impression that never fade..
wading and paddling memories together ..
beautiful, warm and whole in your arms..*
┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈
hadirkan aku dalam heningmu
agar tenang engkau dalam sepi..
beri aku sebuah gelar dan nama..
agar dapat kubertahta dalam hatimu dan berkuasa dalam tubuhmu..
tak dapat nurani untuk berlari sembunyi..
tak sanggup kodrati diri memikul rasa..
lama jiwa itu membeku dan padam hingga tak sempat merasa..
inginku peluk hingga remuk pundak kecil kesetiaanmu..
mendekap gigil gairah tubuhmu dengan bara kerinduan..
melumat tuntas gelisah bibir tipismu hingga bergetar lunglai..
menghisap liar asmara lidahmu hingga terpuasi..
merengguk hasrat peluhmu yang berjatuhan hingga terpulasi..
menggagahi kencang gairah didadamu hingga membuncah surut..
menyetubuhi manjamu dengan cumbuan tak berkesudahan..
malammu adalah samudra kesan tak berpudar..
mengarungi kenangan dan mengayuh kebersamaan..
indah, hangat dan luruh dalam dekapan..
Dec 26, 2013
Dec 26, 2013 at 7:11 PM UTC
*when the dawn flirty flicker on the horizon of the hill ..
feels cool breeze wash the bitter wounds ...
when the blazing sun dancing on the head burn jealous ..
so graceful way you speak ..
when the sun pull over and hide the east stretch of ocean ..
so light up the dim dark brushed off behavior ..
when the evening wading longing raft ..
so beautiful the way you steal sank deep trough ..*
┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈
cara karammu
saat sang fajar mengerlip genit diufuk bukit..
terasa sejuk hembusan angin membasuh luka yang pahit...
saat sang mentari menari terik diatas kepala membakar cemburu..
begitu anggun bertutur caramu..
saat sang surya menepi dan bersembunyi ditimur hamparan samudra..
begitu terang perilakumu menepis gelapnya temaram asa..
saat rakit kerinduan mengarungi malam..
begitu indah cara karammu menyuri palung yang dalam..
Jan 10, 2014
Jan 10, 2014 at 9:43 AM UTC
dibalik jendela pesawat terbang, ada bulan purnama
bulat dan terangnya sempurna
malam ini saya mengarungi awan
yang bentuknya jelas karena pantulan cahaya bulan
bergumpal, halus, keemasan
indah
terpantul pada retina mata, menakjubkan
lalu saya tertidur
dalam mimpi saya berkereta menuju cahaya bulan
saya akan sampai disana, dibulan
turbolensi membangunkan saya tepat pukul 11.42 malam
diluar bayangan samudra masih gelap, tidak terlihat
1 jam lagi saya akan sampai di negeri cina, kata seseorang dengan pengeras suara
tidak jadi kebulan?
tak apa, berbeloklah dahulu
baru ke bulan
Diatas awan, 26 Februari 2013
Mar 10, 2013
Mar 10, 2013 at 1:34 AM UTC
bukalah samudra putihmu untuk sepenggal bayangan hitam ini
Biarlah ia arungi pusaran ombak dahagamu
Bawakan salam duka bahwa aku penuh luka
Luka, yang ku balut sepenggal bayangan hitam itu.
lukislah doa di pundak bayang hitam
Biarpun itu kelam akan ku beri salam
Akulah lukamu, di alam
bukalah putihmu untuk sepenggal bayang hitam ini...
May 6, 2014
May 6, 2014 at 6:02 PM UTC
kulantunkan - lembut
kunyanyikan - kesenian
kukumandangkan - religi
kuikrarkan - formal
kulafazkan - detail
kuucapkan selamat malam duhai..... hahay.. :D
mana nih yang pas ya..
*kukumandangkan maklumat yang merindu..
oleh sanubari yang tersenyum kelu..
dari iman penghapus birahi dalam kalbu..
membangkitkan cinta yang menggebu..
hingga ranting direlung hati tak sempat betanya..
akan kemana gundah dalam jiwa terbawa..
mungkinkah hanya sebuah nestapa...?
yang tersingkap oleh nafsu dunia fana..
nurani yang kian membangkang..
bertanya pada tubuh yang terkekang..
merebahkan raga dihamparan angan yang tak lekang...
adakah keikhlasan yang terjengkang..
tutur bijakmu sering tak terhiraukan..
seluas samudra perhatian kau berikan..
dalam kasihmu tersandar persahabatan..*
Jan 21, 2014
Jan 21, 2014 at 10:30 AM UTC
habisnya seluruh suara
lenyap ditelan Samudra
bersembunyi di ujung lidahku
satu lautan cinta untuk kamu
ngga akan aku ucapkan
kamu ngga perlu tau
Mar 21, 2016
Mar 21, 2016 at 7:02 AM UTC
Setiap hari, aku mengintip dirimu dari kaki-kaki langit
Melihat parasmu, yang melumat kewarasanku
Dan akhirnya samudra akan memecah 'kita' menjadi kepingan 'aku' dan 'kamu'
May 29, 2022
May 29, 2022 at 9:29 AM UTC
Pilu dibalik rindu kembali menggebu,
Hujan di bumi sama derasnya.
Kukira aku melupakanmu,
Ternyata hati ini kembali keliru.
Hati mana yang tidak berdetak,
Melihat dua pasang mata seindah samudra?
Ucapan membisukan dari bibirmu,
Sayang, rindumu mengusikku.
Kacau, Hati ini.
Sudah berapa kali disakiti?
Malam dan Siang berganti,
Lekaslah kau pergi.
Pilu dibalik rindu kembali menggebu,
Rintik hujan di bumi sama derasnya.
365 hari berlalu,
Sudahkah kau merindu?
Dec 18, 2019
Dec 18, 2019 at 9:57 AM UTC
Melihatmu melangkah menjauh
"Aku pamit"
Ku terhembus mabuk
mendekati ruang hampa di sampingmu
Perjalanan beberapa tapak
menjadi hamparan samudra
dan ku tak sanggup berlayar
Apr 13, 2020
Apr 13, 2020 at 12:59 PM UTC
Apa yang akan orang katakan
Kala melihat kasihku mendorong air?
Dimana kukira itu karang
Walaupun ternyata air tergenang
Dan batu tetap bergeming
Lalu kulihat dia mengambang
Di atas beling-beling berkilauan
Kusangka samudra atau genangan lainya
Namun tetap saja riak matanya berkeluk-keluk
Bagai gelombang yang ada di kakinya
Kulihat jemari kecilnya tak kuasa menahan buih dan deru
Jika tak pelak aku yang terhempas
Kalau saja kasihku menolak ombak
Kasihku mendorong air
Aku mencampak karang
Kasihku menolak ombak
Aku menghenyak batu
Bergeming, dan tergenang
Diantara citra atas gelombang
Oct 16, 2017
Oct 16, 2017 at 9:57 PM UTC
in my book-word of sea. the letters blackened
as though a crab carrion — sprawled out
on its slicky lingual waves:
there is a slip to the bottom of a riverbed
submerged, crushed by the froth of time
pilgrimaged by the monsoon
while the fate is a word
aboveboard — sail on my body
rowing its own letters
Aug 8, 2017
Aug 8, 2017 at 3:57 PM UTC
Ek shakhs hai jise main behad pasand karti hoon, jise main beinteha chahati hoon. Ek shakhs hai jisse mera dil beinteha mohabbat karta hai par yeh baat usse main samjhau kaise? Pasandida mard hai woh yeh baat usse main bataun kaise? Nahi reh sakti main uske bina yeh baat woh samajhta kyu nahi? Kya usse mujhse mohabbat nahi? Kyu woh ek shakhs mere dil aur dimaag mein bas chuka hai? Meri mohabbat ab "ishq" ban chuki hai yeh baat main chah kar bhi usse bata paati kyu nahi? Aakhir kyu yeh dil uske bina kahin teherta nahi? Aakhir kyu uske alawa meri nazare kissi aur ko dekhti nahi? Kyu uski yaadein har pal, har lamha mujhe uske aur kareeb kar deti hai? Mujhe usse kya uski aankhon, uski baaton, uski khusboo ya tak ki uske naam se bhi ishq ishq hai, kaash yeh main usse bata paati. Uski aankhein jo samudra se gehri hai, unn aankhon mein dekhna mujhe kaafi pasand hai, uff!! Uski nashili aankhein. Uski awaaz? Uski awaaz mein toh maano jaise ek alag hi madhoshi hai, jisse sunna mere kaano ko ek sukoon sa deta hai aur hayee!! uska naam sunte hi mere chehre par jo muskurahat aati hai, woh kahan hi kissi se chhupi hai? Haan, ishq hai mujhe usse yeh baat mere dil mein hi kahin dafan hai. Usse meri mohabbat ki koi hadd nahi yeh jaake usse koi bataye, uske naraz hone se maano meri saansein tham jaye. Behad khoobsurat hai woh shakhs yeh baat woh maanta kyu nahi? Nahi reh sakti main uske bina yeh baat woh samajhta kyu nahi?
Mar 8, 2025
Mar 8, 2025 at 9:30 AM UTC
The mind whispers,walk the path of dharma,like Arjuna, with his bow drawn tight.
The heart replies, let me offer love into it,like Meera, singing to her Krishna through the night.
Situations whirl around me.
Like the churning of the cosmic ocean—Samudra Manthan
Where every choice pulls like devas and asuras
Tugging between what’s right… and what’s desired.
But my soul, ancient and still,speaks in the voice of Vishnu, resting upon Ananta.
Soft, eternal, and unshaken
Do what is necessary
Time moves—like Shiva in his Tandava
Moments rise and fall
Karma spins its golden wheel.
In the center of it all
Like a flickering diya in the wind
Like Draupadi with folded hands
I stood… still.
Not knowing what’s right and what’s desired.
Until something touched me
Not a voice, not a word,but a divine light
Like the jyoti of Arunachala.
The kind of light Yashoda must’ve See when she looked into Krishna’s mouth and saw the universe.
It said:
When your heart and mind stop their war and start walking together,like Lakshmi beside Vishnu grace flows into action.
Miracles don’t just visit…They begin to live in you.
When your soul accepts the leela,when it bends with the time,even suffering becomes prasad.
Even poison, like Neelakantha’s, becomes a sacred strength.
So I bow
Not in surrender,but in sacred acceptance.
I do not run after answers.
I do not ask the winds to calm.
I walk the sacred thread—that unseen sutra,woven by Saraswati’s wisdom and Sita’s silence.
That ties duty to devotion.
Lets love carry its weight.
With no need for reward.
Apr 11, 2025
Apr 11, 2025 at 2:10 PM UTC