Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"rumahku" poems
Aku harus mendaki tebing bernama proses; menaklukannya. Legenda berkata bahwa diujungnya tinggallah sesuatu yang baik. Namun memang semua pendaki tau bahwa tebing yang satu ini tidaklah mulus. Bebatuan, dataran curam, udara dingin, debu menyesakkan, silahkan kau sebut semua hal itu. Mereka ada di tebing ini, selalu. Semesta kejam dan kamu sendirian. Setidaknya itulah yang harus aku ingat. Aku tidak mau berujung hanya sebagai seonggok jasad dengan nama tertulis. Maka dari itu datanglah keharusan untuk mengejar sesuatu yang baik ini. Aku takut. Aku takut. Sebenarnya aku takut. Karena semacam tebing bukanlah rumahku. Tebing kurang akan rasa nyaman dan rasa cukup tau. Sungguh tak pula aku paham benar dengan apa yang dimaksud dengan 'sesuatu yang baik'. Namun semua orang tetap harus mendaki, entah kenapa.
0
Nov 7, 2015
Nov 7, 2015 at 5:52 AM UTC
Sajak #1
berawal dari waktu memaksaku menyeret kakiku melangkah gontai sambil pergi aku merengek, terisak ! dan mengadu pada-Nya tunggu ini secepat aku berkedip barusaja ya, dulu memang aku kecil nyaliku memang masih payah masih terjerat pada keduanya bahkan sekarangpun.. keduanya ingin aku yang terbaik aku tak tahu yang dirasa mereka tapi aku sendiri berontak menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti aku kutuk waktu mengapa begitu kilat ragaku masih ingin tetap dirumah tunggu, sejenak aku merasa keliru bukankah ini baik aku juga ingin membuat keduanya senang mimpi harus coba kupanjat tangga itu sudah dihadapanku aku termasuk yang beruntung bersyukurlah! batinku melerai aku meyakinkan diriku sekuat tenaga "ini bukan rumahku" gertakku saat aku tiba ditempat asing itu akupun terpaksa tinggal demi pengetahuan yang ingin kuraup iya, jika belum paham akan kujelaskan aku seorang mahasiswa sekarang predikat yang melekat padaku kini berat.. pandangan semuanya akan berbeda terhadapku sungguh aku menemui teman baik berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri aku menarik nafas.. waktuku kini juga telah memaksaku rasanya pagi sudah menjadi sore agaknya aku harus selesaikan hariku mengerjakan tugas akhirku disana...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
GARIS WAKTU
di rumahku pemandanganku semuanya kamu di teleponku pendengaranku tentang kamu pengerat berlari kamu sendiri pengerat pergi kamu tidak cari setelah kami ini ada lagi setelah kami pergi suaramu meninggi 8 pagi sampai 5 petang posisimu selalu terlentang dibelai-belai penuh kasih sayang bila telat jam makan kau mengerang sembari menonton sinetron di TV sembari menghitung sisa uang jajan kemarin sembari memakan indomie ketika pulang dini hari semuanya, kau jadi saksi
0
Jul 27, 2018
Jul 27, 2018 at 5:56 PM UTC
+bubu
Bila kalian enggan peduli Aku akan melindungi rumahku sendiri Dengan para tikus, rayap, kecoak dan segala penghuni yang masih selalu selalu selalu menemani.
0
May 14, 2019
May 14, 2019 at 1:54 PM UTC
Rumahku Harus Dijaga
Aku ingin bertemu tuhan dengan tubuh kering berkafan Bukan sebagai bangkai terurai Di rumahku yang kini lautan
0
May 4, 2020
May 4, 2020 at 4:12 AM UTC
Matiku
Nanti, setengah abad lagi ketika sengatan cahaya matahari bisa membunuhmu, izinkan aku menceritakan kepada cucuku tentang rindangnya pepohonan di rumahku sinar matahari yang hanya sanggup menghitamkan kulitku rangkaian pegunungan hijau yang tertanam dengan indah Ilusi, mereka semua bilang aku hanya berilusi. Namun seandainya mereka tahu alangkah sempurnanya planet biru yang menjadi naungan kita dulu
0
Oct 7, 2018
Oct 7, 2018 at 5:54 AM UTC
Nanti