Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"pudar" poems
Dalam retrospeksi minda naif kecilku pernah berimaginasi memikirkan dunia luar sana yang bagaikan fantasi hati merontakan suatu kebebasan yang diimpi namun kini ku sedari, itu semua hanyalah persepsi seorang gadis kecil yang dahulunya bercita-cita tinggi masa sudah tiba untuk kembali ke realiti. Selamat datang ke Kota Korupsi di mana manusia-manusia bertopengkan syaitan kehausan kuasa, kerakusan harta duniawi dipuja, dipuji dan disanjung tinggi pil penawar pula makanan ruji untuk depresi tiada lagi tempat mengadu, tempat meluahkan hati hanya tinggal kata-kata yang kehilangan erti terpapar di kotak skrin empat segi. Bangsaku semakin alpa, agamaku jauh sekali soal halal haram tidak dipertikaikan lagi hanya topik sembang santai di kedai kopi bicara hari nanti ditolak dahulu ke tepi. Dunia yang dahulu semakin pudar hanya serpihan di hujung sudut memori masa berlalu terlalu pantas, terlepas dari jari-jemari sekarang sudahpun tiba generasi baru menapakkan kaki namun, lihatlah sejarah mengulangi dirinya sekali lagi selagi nafas belum terhenti selagi kita belum pergi.
0
Dec 29, 2017
Dec 29, 2017 at 6:45 AM UTC
Kota Korupsi
Tahukah kamu, di tepi jendela itulah Cinta dan kasih kusimpan Lalu kau terbang semilir dan mencuri Setiap tak ku tutup jendelanya Tahukah kamu, berembun juga kaca Jika di tepi jendela kau tiup rasa Menjadi buram, dan tak sejernih air pula Pandangan matanya? Jika nanti ku kunci engselnya Engkau tak bisa meluncur seenaknya Meniup gundah keluar kamar Hingga sinar senja membayang pudar Jika nanti kau masuk Sebagai kupu-kupu lembayung Yang terhuyung hinggap di tepi jendela Temani aku, sebentar saja Ditepi jendela aku kehilangan Cinta kasihku, ketika Kau bersemilir masuk Dan mencuri keduanya
0
Sep 12, 2016
Sep 12, 2016 at 1:21 PM UTC
Di Tepi Jendela
Aku mengejarmu ke tempat bayanganmu pernah singgah Mencari suaramu di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah tidur Sepi menoreh di tengah keramaian Ketika orang mabuk oleh ilusi, Aku sadar akan ketiadaan Ketika mereka tenggelam dalam lautan cahaya, Aku pudar dalam kelamnya sunyi Mengejarmu ke kota yang telah kau tinggalkan ------- I'm chasing you to the place your shadow once alighted Finding your voice in the midst of cacophony of the city that never sleeps Solitude incised through the crowd People are drunk with illusion Alone I am aware of the void They are drowned in a sea of lights I am fading inside the leaden silence Chasing you to the place you've left behind
0
Jul 22, 2014
Jul 22, 2014 at 11:42 AM UTC
Solivagus
istirahatlah untuk sejenak pendar hangatmu masih istimewa “selamat malam” mu masih ku simpan untuk malam malam yang tidak bisa ku jinak-kan jangan khawatir ibu istirahatlah untuk sejenak temui aku saat kau muda kembali dan kerut senyum mu pudar abadi
0
Apr 19, 2019
Apr 19, 2019 at 11:17 PM UTC
ibu
Sayang, Sungguh pun kamu tidak lagi wujud dalam duniaku, Rasa sayang ini terhadap kamu tidak pernah pudar, Rasa sayang ini tulus buat kamu, Walaupun kamu akan menepisnya secara rasionalnya pemikiran kamu, Sayang, Kasih ini menanti saat mu disisi ini lagi, Walaupun buat seketika sahaja, Kerana kasih ini sangat merindui sahabatnya — iaitu kamu, Yang sering mendampingi suatu masa dahulu, Sayang, Aku harap kamu baik-baik aja di sana, Sungguh pun kehadiran ku dalam duniamu tidak diingini lagi, Namun aku harap suatu hari nanti kasih ini dapat melewati kamu, Demi menghadiahkan rindu yang telah lama disimpan buat kamu.
0
Oct 30, 2020
Oct 30, 2020 at 9:20 PM UTC
Rindu