"petaka" poems
Kala malam tampakkan luka
Terlapis kasih, beringsut malu
Ia terbakar gugur lebur
Dan tidak termaafkan
Sesap tangismu sendiri,
Relung jiwa telah berkeluh
Sembahyang doakan maut
Akan pilu cinta dursilamu
Dengarlah tembang petaka
Perlahan menggoda luhur
Gapai lika-liku serapahnya
Dan kenakan sebagai selambu senja kini
Jika malaikat merasuk pada
Sekuntum bunga di pelupuk mata
Rimba ruak ini tak akan lebih
Besar dibanding seuntai rindu durjana
Maka dengan itu,
Akan kuajak berpesta pora
Sedu-sedan iblismu
Di taman mahakama bersimbah dosa
Lepaskan genggaman tangan itu
Dari lentera di sunyi gulita
Karena sinarnya yang rupawan
Telah meleleh dalam lumrah darah getir
Ikutlah denganku,
Kita kan menari semalam suntuk
Sampai yang tercium dalam hati
Hanya bau anyir perpisahan
Nov 24, 2015
Nov 24, 2015 at 9:07 AM UTC
Ketika Allah sudah menjadi ilah
Kepala terasa penuh
Dengan dengki dan amarah
Kepada siapa entahlah
Berpacu hati dan kepala
Kedua bersatu menjadi petaka
Bila tidak segera dicegah
Bencanalah yang berkuasa
Hai...sekalian mahluk
Hiduplah rukun dan merunduk
Supaya Tuhan yang dipercaya
Makin sayang kepada kita
Dec 2, 2016
Dec 2, 2016 at 5:26 AM UTC