Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"perutku" poems
bukan dentuman rasa yang membuat ini indah hatiku tidak berdegup kencang didekatmu perutku tidak melahirkan kupu-kupu dalam pelukanmu semuanya setenang lautan, kini meski orang bilang sepi sama dengan bosan tapi air beriak tanda tak dalam, sayang dan tak ada yang pergi jauh melewati arung jeram aku mencintaimu dalam kesunyian aku harap kau merasakan hal yang sama, juga
0
Feb 2, 2014
Feb 2, 2014 at 11:30 AM UTC
tenang
entah hari ini atau kemarin koridor senja coba aku leati sepi memang hari mulai gelap semilir sisa angin hujan menggelitik aku terbiasa menopang diri sendiri berjalan sendiri tak pernah menjadi debat lembap dinginnya bagai selimut di malam hari yang menusuk matahari pagi entah ekspektasi belaka atau hanya egoku tidak, aku tidak pernah sekedar bertanya segala tanya atau tidak kutulis itu tulus karena aku tumbuh dengan menghargai aku bisa jadi salah kupu - kupu menggeliat di perutku sempat hilang namun, di koridor gelap itu mengapa mereka datang lagi
0
Dec 8, 2017
Dec 8, 2017 at 9:52 PM UTC
si kacamata bening, jarum detikku
Perutku meronta Semangatku hampa Tak berharta, tak berkerja Olahmu hanya buka sel-sel penjara dan menatap kamera penuh gaya Kalau begini dirimu, persetan saja Lebih baik aku mati karena korona
0
Apr 13, 2020
Apr 13, 2020 at 1:06 PM UTC
Swakarantina