"pertemanan" poems
Kau... membenciku kah?
tidak menyukaiku? atau mungkin kau iri padaku?
Kau begitu munafik!
dulu aku selalu bercerita tentangnya padamu, meskipun aku dan dia sudah tak lagi bersama kau pun tahu aku masih sangat sangat menyukainya. Kau tahu aku mengaguminya berbulan bulan, kau juga tahu untuk mendapatkan hatinya seperti berlari mendapatkan satu bintang kecil. Walau pada akhir nya aku hanya jadi pelampiasan perasaannya, tapi aku masih sangat menyukainya pada waktu itu meski kenyataannya harus seperti itu.
Aku teman mu, dan aku juga tahu kau juga temannya lebih dekat dari sekedar pertemananku denganmu.
tapi apa kau tak bisa mengahargai perasaanku sebagai temanmu?
kau tahu semua isi hatiku tentangnya, tapi mengapa kau sekarang?
memadu kasih dengan dirinya yang sampai detik ini kau tahu aku masih sangat mengaguminya!
kau jahat! kau benar-benar penghianat bertopeng pertemanan!
kau bukan lagi temanku sekarang. Itu terlalu sakit, sangat sakit untuk ku percaya.
kau bahkan hanya mengatakan maaf hanya untuk sekali seumur hidupmu?! itukah dirimu yang sebenarnya? menikamku tanpa ampun.
kalian berdua sama saja, tak ada gunanya aku mempertahankan seorang teman penghianat, dan sorang pengagum yang gila perempuan.
'seorang pencuri kekasih sesungguhnya mencuri seorang penghianat!'
Oct 10, 2013
Oct 10, 2013 at 11:30 PM UTC
Jalan menuju hatiku
Bagaikan jalan berliku
Bagaikan jalan berbatu
Yang tikungannya tajam
Penuh rintangan
Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bagaimana cinta bisa membutakan,
Membutakan kalian dari kebenaran Tempat kalian tikung menikung
tanpa memikirkan lagi pertemanan.
Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bahwa cinta itu ada
Dan untuk mendapatkannya
Butuh banyak pengorbanan
Butuh banyak waktu
Jalanan jalanan ini pernah menjadi saksi sebuah kisah cinta
Kisah cinta tentang dua orang
Yang dulu saling menyayangi
Kisah aku dan kamu.
Mar 2, 2017
Mar 2, 2017 at 2:58 AM UTC
Beruntung bisa berbincang
Terikat dalam dunia mu
Mencinta dibalik pertemanan
Menumbuhkan bibit cerita diriku & dirimu
Izinkan aku untuk memberi isyarat
Biarkanlah perasaan mu menjalar
Dekaplah bila terasa nyaman
Rasa ini telah menyatakan
Semesta yang menjadi saksi
Bahwa keajaiban terjadi di hati ku
Mendekatlah
Tangan mu akan merasakan detak ini
Berdetak hanya untuk mu
Sampai akhir hayat
Terikat dengan mu
Mendekatlah.
Jan 23, 2018
Jan 23, 2018 at 8:24 AM UTC
Palembang, 27 Maret 2017
aku menyendiri,
bukan karena ku tak memiliki teman
tetapi aku mundur perlahan dari pertemanan
aku mengunci diri di kamar,
bukan karena aku tak memiliki tempat tuk dituju
tetapi aku berharap kelak ada yang menemukanku
aku menenggelamkan jiwa ke relung alam sadar paling dalam,
bukan untuk berlari dari kenyataan
tetapi untuk menemukan jawaban
Mar 26, 2017
Mar 26, 2017 at 11:47 PM UTC