"permisi" poems
Hai! senang sekali kau kemari
Uhh kedua kalinya kau merasuk tanpa permisi
Jangan hanya lewat, kuingin lagi
Alunan rintikmu yang sudah kutunggu sedari tadi
Namun sayang, kau begitu cepat untuk pergi
Jul 12, 2019
Jul 12, 2019 at 3:40 AM UTC
Terhampar dan berserakan ke segala penjuru, harap dan segala bentuk kejahatan yang diperbuatnya. Begitu berani, konyol dan tak tahu malu.
Mengambil tempat semaunya di ruang hati—tanpa permisi, menebas nyawa logika.
Menuntun karsa menuju pemakaman terakhirnya.
Mengubur rasa hingga lagi 'tak mampu mencercah cahaya.
Sikap harap begitu manis, sampai 'tak sadar ada kuasa diri yang teracuhkan dan teraniaya. Sifat harap adalah antagonis, manusia-lah yang menolak percaya.
Feb 22, 2021
Feb 22, 2021 at 10:45 AM UTC