"periang" poems
Kalau saja kau sempat.
Pandang,
bagaimana mulut ini bisa saja menegur,
tersenyum?
Tapi otak membeku bungkam bagai impuls macat karena motor neuron salah menghantar ke jalur yang tak seharusnya
Aku coba pulang,
balik bak kala kau amati
sosokku yang periang dan sayang
Bukannya aneh waktu dulu semua lihat ku dan kamu serupa kawan tanpa ada salah tingkah didalamnya
Ceritakan sekali lagi bagaimana diriku yang dulu
Agar aku kembali,
jadi kita,
aku yang mudah,
kau yang tak ada apa-apa.
Tiap pertama bertemu,
doaku kutak lagi buat kesalahan yang sama.
Semata-mata memang karena,
kau teman yang begitu berharga.
Mar 12, 2018
Mar 12, 2018 at 11:36 PM UTC
Haiii... sapaan mentari pagi hari
Tampak seorang gadis sedang menyoroti secercah kilauan matahari
Barangkali ia sedang menghangatkan hatinya yang sempat membeku
Langkah demi langkah ia menulusuri jalan
Berharap kebekuan segera terpecah dari dalam dirinya
Seolah mata air mengamini harapnya
Germercik air sungai memecah kebekuan
Bagaimana tidak, air itu ikut berisik
Semesta tahu ia adalah gadis periang
Ahhhh gadis, senyummu membangun harap yang sempat mati
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 11:02 PM UTC
Pecah sudah kebisuan malam oleh cahaya rembulan. Namun,
Tak satupun yang mampu pecahkan kebekuan si gadis
Tatapannya sadis dan sinis, tapi
Tetap terlihat manis
Ya malam itu, saat pertama
Mata kami saling temu
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 10:57 PM UTC