Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"pendek" poems
Jauh aku datang, Singgahan sementara, Ribut pasir di padang gersang, Menari di sanubari hati, Cahaya matahari menemani sunyi, Bulan menghiasi langit yang gelap, Harapan seperti menanti hujan, Keras hatiku timbul rekahan, Badan aku membara keseorangan, Jarum detik sudah behenti, Tetapi aku masih berjalan lagi, Peluh bersilang ganti, Nafas ku semakin pendek, Persoalan berhimpun di minda, Sampai bila, sampai bila. Namun, getaran tenaga menjadi kudrat terakhir. Hingga badan aku rebah dan tenaga aku gersang..
0
Jun 7, 2022
Jun 7, 2022 at 12:10 AM UTC
Padang Pasir
Setiap yang datang pun aku rasa bagaikan yang terakhir yang akan menjadi penutup karangan pendek hidupku Pasti aneh rasa jika ketemu yang satu itu kerana aku tak pernah kecap rasa aneh itu untuk kesemuanya
0
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:29 AM UTC
Sampai Masa
Kenapa- Tuhan menakdirkan aku dan kamu tetapi Ia juga menciptakan jarak diantara kita? Kenapa- Tuhan menakdirkan aku dan kamu tetapi Ia juga menanam ego yang kuat pada masing-masing kita? Kenapa- Tuhan menakdirkan kamu dan dia tetapi Ia membubuh cinta di masing-masing hati kita?
0
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 1:33 PM UTC
Versi Pendek Takdir
Semoga pendek nafsumu dengan puasa, dan panjanglah nafasmu dengan puisi.
0
Mar 29, 2023
Mar 29, 2023 at 9:22 AM UTC
Puisi Puasa
KAMU MENGAKU CINTA AKU-Oklasasadu, yang seisi ruh berdiri melamun. Oklasasadu, yang biasanya menaruh tangan kananmu di telinga kiriku. Oklasasadu, pendek pun kali luas menguap berbisa tubuh bukan lagi ruh. Oklasasadu, mana guna jika mungkin tersisa iri, ruh ini sebagai bukti, HANYA tuhan YANG MEMBENCIKU. Tadi adalah mimpi, saat Oklasasadu terdapat sapa. Keluar masuk tanpa rasa, Oklasasadu di saat masa yang hening lagi menyapa dia. Melihat Oklasasadu sepertinya berubah mentega diantara saya. Setahuku Oklasasadu hanya benci padanya. Dia pikir Oklasasadu tidak pernah sadar, adanya dia berulah saja. Bangun siang di tengah malam, ada Oklasasadu berbunyi (a ku la mu nan mu) diulang hingga benar-benar tenang dalam dirinya. Him. Membunuh dengan halusnya empati.
0
Apr 9, 2020
Apr 9, 2020 at 12:00 PM UTC
OKLASASADU, BANGUN SIANG DI TENGAH MALAM