"pecinta" poems
Terkadang bukan fisik yang terpenting.
Walaupun tanpa fisik, rasa tak kunjung muncul.
Mungkin aku menyayangkan cinta yang tak kian bersatu.
Keraguanmu menahanku bagai angin yang menderu.
Di penghujung jalan pun 'ku tersadar,
keraguanmu bukan untukku.
Karena cinta untukku sudah tiada sejak dulu.
Aku bukan pejuang cinta,
aku hanyalah pecinta yang setia.
Ketika cinta pergi,
itulah saat dimana pecinta undur diri.
Karena untukku,
cinta kita harus diperjuangkan
dan cintaku seorang haruslah dilenyapkan.
Bukan oleh waktu, tapi oleh angin dan debu
bercampur air mata.
Jul 13, 2016
Jul 13, 2016 at 11:09 PM UTC
Dalam hening malam
Ku terbaring di ranjang penyesalan
Di temani lolongan anjing yang menggema keseluruh ruangan
Menambah kekosongan dalam hati
Menyesal ku mencintaimu
Hatiku yang mulanya merah merona
Kini tergantikan oleh HITAM
Kau mencabik cabik hatiku
Mempermainkannya
Membuangnya
Kedalam jurang para pecinta
Tuhan...
Apakah aku berdosa?
Apakah aku telah melampaui batas?
Tuhan...
Berikanlah aku kekuatan
Berikanlah aku waktu lebih lama
Tuk kembali pada jalanmu
Dec 29, 2016
Dec 29, 2016 at 5:04 AM UTC