Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"pecah" poems
Palembang, 30 Desember 2013 Ini terjadi lagi, tuk yang kesekian kali Jiwaku terbentur batu, keras sekali Retak, hampir pecah berapi Gesekan kemarahan dan penyelesaian hati Menjadi mayat tak berhati Tak mampu berfikir lagi Menahan diri tuk bertahan dalam raga ini Meski kaki ini tak mampu berdiri Nafas ini tak mampu berhembus lagi Hanya satu yang aku yakini Keajaiban yang benar ada di dunia ini Rencana indah Tuhan yang lain Yang tak pernah bisa dihindari Hidup tidak selalu buruk atau baik Perubahan kecil sangatlah berarti Tuk hidupku yang sunyi Aku memang sendiri Tapi ku tak ingin sembunyi Apapun yang kan terjadi akan ku hadapi aku yang memilih aku yang jalani Ini bukanlah janji Ini adalah curahan hati Keinginan yang tak mampu ku raih Namun ku jua tak lelah berlari Meraih keingnan di hidup ini Jika kalian membaca ini Tolong, hargai dan temani Aku di sini sendiri ...
0
Dec 30, 2013
Dec 30, 2013 at 2:09 AM UTC
Curahan Hati
Setoples garam, sejumput di jarinya Dikulum masa mudanya, berani. Bukan hanya menembak, menusuk Melayangkan doa istri yang merindu Menghapus sosok bapak, dari sang anak Dikenangnya pandangan serdadu itu Jarinya adalah maut, matanya adalah bidik Senapannya adalah kubur, pelebur semua cinta Juang adalah bahan bakar seruannya, Merdeka! Bambu itu simbol perjuangan, ibu Namaku akan seharum sukma bapak! Saat kawannya berkawin, bunting, mati Dia tetap bersolek layaknya gadis Gincunya dari belanda, mengucur langsung dari lubang pelornya tepat di jantung Bedaknya dari tanah desa bapaknya dulu bergundu Parfumnya alami dari pori-pori semangatnya berlari Belum lagi perhiasannya, Antingnya dari granat, meledak tepat di sisinya Kalungnya adalah medali sebagai pengingat maut, bergurau dengan nyawanya Tiba saatnya dia berbaring, lelah, terluka dan pusing Menjadi guling yang dicengkramnya Berselimut lumpur dan mayat sebagai kasurnya, lelap. Senja itu angin semilir bergema Kenangan atau mimpi, dia berandai Namun pecah ketika aku berteriak Ibu! Sudahkah? Aku lapar!
0
Aug 13, 2016
Aug 13, 2016 at 10:51 AM UTC
Sepanci Kenangan dan Perjuangan
Penghujung hari tiba Kau menutup tirai panggung Mengganti naskah dan cerita Siap untuk kau mainkan kembali Penghujung hari tiba Hangat sentuhanmu menguap Kecupanmu memudar Kau rebut kembali rasa yang kau titipkan Namun kitalah kepura-puraan yang sempurna Dua tokoh utama dalam naskah drama Aku cermin pecah yang berkali-kali direkatkan Kaulah sang pandai kaca Malam akan segera berlalu Kau tutup tirai, siapkan panggung baru Rias kembali wajah serta tubuhmu Aku siap melupakan hari semalam
0
Dec 23, 2018
Dec 23, 2018 at 5:20 AM UTC
Kaca Ujung Hari
lampu lampau telah mati. dicekik bahasa-bahasa cinta yang menguar dari mulutmu. ruang penuh raung itu maka padam. aku diselimuti hangat tenang dan bara senang. lihat, setelah punggung yang kauberi kemarin, kembang-kembang api kini tak mau meledak di langit. pucuknya selalu pecah sebagai kesunyian di kepalaku. kanya, 2017
0
Aug 5, 2017
Aug 5, 2017 at 12:49 PM UTC
kembang api
Hatimu tumpah, malam pecah Maka sirna sudah gelisah Dan semua kalimat lelah Hatimu tumpah, kemudian malam terbelah Dan aku hanya bisa mencintaimu lewat dinding tanpa celah
0
Apr 29, 2025
Apr 29, 2025 at 11:13 AM UTC
April 2020
Ku berharap esok pagi matahari bersinar cerah Ku berharap hatiku yang gelisah sirnah Ku berharap perjalanan hidupku berubah Ku berharap segala kegalauan ku pecah Ku berharap hari-hariku bahagia Ku berharap kanan kiriku sejahtera Ku berharap atas bawahku mulia Ku berharap sisi-sisi kehidupan terarah Ku berharap masa depan yang ceria Ku berharap kegelapan tidak nyata Ku berharap mata dan hati terbuka Ku berharap hanya sukacita melanda Ku berharap segala yang buruk tiada Ku berharap kemajuan semata Ku berharap matahari dan cahaya Ku berharap kakiku tetap lincah Tapi semua itu hanya ku berharap Belum tentu seperti yang Kau tatap Ajarku tetap berharap Hanya kepada Kau saja....
0
Oct 31, 2017
Oct 31, 2017 at 11:13 PM UTC
Harapanku
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
0
Mar 23, 2022
Mar 23, 2022 at 1:01 PM UTC
buka mata mu!!!
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
Continue reading...
34
Pecah sudah kebisuan malam oleh cahaya rembulan. Namun,  Tak satupun yang mampu pecahkan kebekuan si gadis Tatapannya sadis dan sinis, tapi  Tetap terlihat manis  Ya malam itu, saat pertama Mata kami saling temu
0
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 10:57 PM UTC
Gadis periang 1