Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"pahami" poems
Justru inilah yang tak pernah bisa ku pahami; kamu mengenal aku seperti belakang tanganmu sendiri kamu itu selalu memiliki pilihan untuk jadi bahagiaku di siang dan malam atau buatku tenggelam dan tersesak dalam dinginnya diam namun pilihan kedua selalu menjadi pilihan favorit mu pun kamu tau bahwa dulu itu menjadi alasanku tinggalkanmu
0
Aug 2, 2015
Aug 2, 2015 at 9:45 PM UTC
Diam
Mencinta layaknya sejati Saling benci meski tak dari hati Datang dan pergi tanpa mengucap janji Sadar tak pernah pergi, Percaya kan selalu kembali Muncul tanpa pertanda, Pergi tanpa kata Saling temani dalam sepi, Berbicara tanpa suara Mengerti dan pahami, Layaknya sakit milik bersama Ada saat butuh, Hilang saat rindu Satu yang tak pernah jadi milikku, kamu.
0
Jan 6, 2014
Jan 6, 2014 at 12:41 AM UTC
Kamu
Bukannya ingin melupakan Tapi langitmu biru Milikku selalu hijau abu-abu Diwarnakan kecewa yang tak kusesali Lama sudah roda waktu kuputar Namun kudapati kau hanya sebentar Kau dan waktu adalah ilusiku Namun kertas dan tintaku takkan menipu Matamu sepekat langit malam Berkilat menantang walau tanpa bintang Menggali semua amarah dan kecewa Saat kau bertukar tatap denganku Ambil semua bintang-bintangku Rebahkan diriku ke jalan yang gersang Retak merana, kering oleh sang waktu Mata itu tak lagi sama di hadapanku Bintang tidak jatuh setiap hari Namun kali ini ia jatuh di antara kita Maaf telah kusembunyikan darimu Cepat atau lambat kau akan mulai berlari Tanpa bisa kukejar kembali Luapkan semua amarah dan kecewamu Padaku, pada dunia, pada yang tak kau pahami Karena kau yang paling tahu Batas waktuku untuk bersama dirimu
0
Apr 4, 2018
Apr 4, 2018 at 12:44 PM UTC
Kutahu Saatnya Tiba
Kepada bumi yang semakin liar. Dipenuhi sesak yang membakar. Kepada para manusia yang disebut pemimpin. Lihatlah tempat-tempat di mana kami bermukim. Panas, seakan membakar diri. Peluh berjatuhan semakin jadi. Tanpa hirauan dari kalian para petinggi. Melepas kata seolah akan kami pahami. Sudahilah kepura-puraan kalian. Kami muak akan kepalsuan. Kau bungkam kami dengan janji manis. Kemudian kau tertawa dengan bengis. Hancur sudah perlahan mimpi. Tak satupun orang-orang yang peduli. Terbujur kaku dingin diam membisu. Kepada siapa lagi kami kan mengadu. Banyak kata terbuang percuma. Mengkoarkan segala duka penuh kecewa. Kepada mereka para petinggi yang berkuasa. Takpunya hati dan rasa bela sungkawa. -M-
0
Sep 29, 2019
Sep 29, 2019 at 7:00 AM UTC
Para Petinggi