"murni" poems
dalam soal perasaan dan cinta-cintaan,
satu saran dariku ialah
jangan kau gunakan banyak-banyak hatimu
kau tentu boleh merasakan,
asal tidak terlalu dalam.
jangan.
bahkan kalau kau mampu
biarkan orang lain menganggapmu
berhati beku soal itu
biar saja mereka menganggapmu begitu
asal dalam hati kamu tahu,
perasaanmu sesungguhnya hal yang paling murni untukmu.
May 13, 2016
May 13, 2016 at 8:15 PM UTC
Kekasihku telah meninggal
Tak ada lagi yang tersisa dari
Rambut panjangnya
Bahkan sekarang
Senyumnya berbau masam
Kekasihku telah meninggal
Sudah tak dapat lagi ia ucap
Sajak-sajak getir
Laut di ufuk
Apalagi senandung bintang atas kita
Kekasihku telah meninggal
Sentuhannya dingin
Tubuhnya kaku
Kelembutannya menjadi pisau
Dan gurauannya antarkan duka
Ia tetap tertawa dalam kematiannya
Karena jasadnya dapat terus hidup
Sebagai manusia lain
Yang bagiku, entah siapa
Yang bahkan tak kukenali danurnya
Jika bisa
Aku ingin mengembalikan tubuh itu padanya
Akan kugali kuburan dalam hatinya
Kutarik keluar jenazahnya dan kubangkitkan,
Dalam sebuah peluk dan angan
Akan kubiarkan ia merasuk
Pada tubuh tak berhati
Tak berjiwa itu
Tubuh budak
Peradaban lama
Akan kubiarkan ia merasuk
Panjang rambutnya yang fana
Senyumnya yang binar
Hatinya yang murni
Harus ku kembalikan
Pada
Tubuh
Hidup
Gentayangan
Itu
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 4:14 AM UTC
Mahluk Tuhan yang begitu murni
Menutup diri untuk tak terlihat
Melihat hanya dengan doa
Menggincu disisi akhlaknya
Dusta bahwa dia tiada lain dari sempurna
Dia lah arti kata sempurna
Dusta bahwa dia tidak berjalan dengan arahanNya
Dia lah jalan untuk diriku berpulang
Rajutan luka perih di jiwa
Penyembuh kesepian
Reinkarnasi seorang malaikat
Permata yang paling berharga
Kau adalah jantungku
Berdetak di setiap detik kematianku
Kau adalah darahku
Berjalar renang disekujur tubuhku
Membuatku merasa hidup.
Dec 4, 2017
Dec 4, 2017 at 7:52 AM UTC
Garis-garis senja yang tegas
duduk tenang di depan
rayapan manusia,
mencuri dengar insan-insan
yang menyiangi dosa-dosa mereka
dengan pengakuan-pengakuan suci.
Pengakuan mereka mengepul
bersama asap keretek
yang kemudian membubung,
menggema sampai ke surga.
Matahari tersenyum,
termanggut menyimak khidmat,
hingga rona kemerahan menjelma
gelap seperti lebam.
Pengakuan dosa-dosa yang murni,
lembut dan tak ternoda seperti bayi.
Mereka diampuni
agar insan mendosa lagi.
Aug 25, 2019
Aug 25, 2019 at 4:59 PM UTC
Cinta, kini kau datang juga
Cinta, sungguh indah citramu
Dunia terasa hampa
Bila kau tiada
Arti cinta yang melingkar disekitarmu
Demi kasih yang kudambakan selalu
Kusembahkan hatiku yang murni
Untuk disinggah oleh dirimu
Cinta, kesucian yang sakral
Cinta, sumber luka yang menyakitkan
Mampu membawa raga dan jiwa
Keabadian atau Kematian.
Oct 28, 2017
Oct 28, 2017 at 11:02 AM UTC
Pertama, siapkan air mendidih
Tuang sebungkus hidup dalam gelas
Lalu, menurut anjuran para ahli
Tambahkan satu sendok makan gula
Berharaplah manis, jika dirasa kurang
Luapkan hidupnya dalam gelas tinggi
Cobalah amati lubernya, lihat saja
Hidup mengalir keluar
Cicipi luberan hidup yang tumpah,
Hayati rasanya yang tajam, aromanya yang pekat, serta partikel-partikel yang asing
Hingga kau tahu, bahwa rasa hidup yang tumpah sama dengan rasa meja
Jika sudah, teguk hidup dalam gelas
Murni, tanpa ada partikel asing di dalamnya
Coba bedakan antara hidup yang murni dengan hidup rasa meja
Aneh bukan?
Memang, jika kau patuh
Hidup akan lebih pahit jika diseduh.
Apr 8, 2018
Apr 8, 2018 at 3:24 PM UTC
biarkan saja membekas
kalau memang ia murni; sejati
jangan dipagari
buat apa repot-repot?
"aku yang bunuh", ujarmu
tapi selalu kau cari ia yang bersalah
kau tak pahat tumbuh; tak juga lukis mekar
tanggalkan permainanmu
seolah-olah Tuhan
lupa kah tuan pernah belajar melangkah
saat ibu membawamu ke gurun?
tanpa se-utas pun hak memilih
bahwa taman adalah cita-citamu
— a
Apr 16, 2020
Apr 16, 2020 at 12:03 PM UTC