Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mungil" poems
ketika berjalan di atas rumput waktu seakan melambat seakan aku melangkah terseok seakan bumi berusaha menelan kakiku kubiarkan tubuhku terjatuh sementara mataku memanah langit menunggu alam menjamahku menggerogoti nadiku tulang sumsumku nyawaku biarlah darahku menjadi nutrisi bagi tanah mungkin dagingku bergizi bagi hewan liar sementara tubuhku membusuk bersatu dengan hara tunas-tunas mungil muncul dari dalam dan bunga-bungaan bermekaran di antara tulang rusukku
0
May 7, 2014
May 7, 2014 at 9:03 AM UTC
untitled
Apakah langit sedang sedih? Kenapa menangis? Memandang langit yang bermuram durja Bajuku baru! Aku tak mau basah Baju merah berbintik hitam Pas sekali Memetik daun peterseli Memandang refleksi diri di genangan air Bajuku baru! Jangan kehujanan Baju merah berbintik hitam Melekat manis di tubuh mungil
0
Mar 23, 2014
Mar 23, 2014 at 8:40 AM UTC
Payung
Waktu masih menunjukkan pukul satu lebih tiga puluh menit siang itu. Aku sedang berada dalam perjalanan singkat yang ku tak tahu mengapa terasa lama. Entah dari mana kabut-kabut itu muncul, menyapa dedaunan, ranting, serta bunga-bunga mungil yang baru saja mekar. Hujan tidak lebat kala itu, bahkan tidak tumpah barang setetes pun. Kabut yang teduh namun diam-diam membutakan. Yang tanpa ku sadari telah menculikku ke entah berantah, jauh dari realita yang ada, aku berlarian menembusnya tanpa takut tergelincir pun terjatuh. Meski dinginnya udara sudah meresap ke dalam tubuhku, mengalir bersama aliran darahku, juga perlahan menusuk tulang belulangku, aku merasa aman. Sebab ternyata, kabut adalah teman baikku, yang telah lama hilang; namun kini ku menemukannya kembali.
0
Apr 26, 2018
Apr 26, 2018 at 8:26 AM UTC
k a b u t
Aku ingin jadi anak kecilmu. Menyusup di antara pagimu, menjadi sibukmu, di malam hari sebelum lelap. Menyusup di ember jemuran, di kuda-kudaan, di bak mandi, di kaus kaki bayi, begitu mungil sampai aku muat untuk selalu ada di mana-manamu. Tanya aku tentang apa yang paling kumau, jawabku satu dan akan selalu: Aku ingin lahir dari jalan tengahmu, besar sebagai anak kecilmu.
0
Mar 5, 2023
Mar 5, 2023 at 12:54 PM UTC
Senandika Soesalit