"merenungi" poems
Palembang, 11 Januari 2014
Ini kisahku
Kisah mengharu biru
Tentang aku yang tak berkawan
Di pulau perantauan
Ini ceritaku
Cerita yang terekam waktu
Tentang seorang anak Hawa
Yang mati tapi bernyawa
Alarm berbunyi, memecah sunyi
Aku diam di sini, sendiri
Mencoba tuk menutup mata, tapi selalu terjaga
Menerawang masa depan, melukiskan kehidupan
Terdengar Ayam bernyanyi, berirama seni
Aku masih merenungi, siapa jati diri?
Mencoba tuk menutup mata lagi, meski ku pun tak yakin
Ku coba sekali lagi, berharap mulai bermimpi
Esok hari penting, tak ingin ku langkahi
Kemarin hari sendu, birkan berlalu
Sekarang hari biasa, cobalah terbiasa
Kenangan akan tercipta, berawal dari mimpi di kala senja
Jan 14, 2014
Jan 14, 2014 at 11:57 AM UTC
Malam larut tak ku rasa kini
Hanya duduk merenungi sepi
Aku pun berdiri
Mendekati cermin di dekat ku
T'lah ku lihat kini
Bayang lain pengkejut hati
Namun, tak kuasa ku tahan tangis
Ingat-ingatmimpi yang lalu
Bintang-bintang kabur berkejaran
Bulan pun tak lagi berjanji pada ku
Untuk selalu menyinari aku
Malam larut hilang berganti pagi
Menusuk raga saat raga menyinari
Membunuh jiwa saat tak lagi kini
Ku rasakan malam yang hening
Di mana ku selalu teringat Belahan Jiwa
Yang dulu slalu mengiasi malam
Created by,
Aridea Purple
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:56 AM UTC
what goes around comes back around
aku percaya dengan adanya karma. semakin banyak hitungan niat baik yang kau sia-siakan maka akan semakin banyak pula pengorbanan sia-siamu kelak.
sepele? iya mungkin sangat. tetapi berapa banyak malam yang sudah aku lewatkan untuk merenungi kesepelean itu?
suatu saat akan ada waktu dimana kamu akan menyesali semua yang kau lakukan, karma itu akan datang dan kau bahkan tidak tau karma siapa yang sudah kamu terima.
suatu saat akan ada penyesalan, tetapi kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa. iya, seperti yang sedang aku lakukan sekarang ini.
—G, 22/07.
Oct 7, 2016
Oct 7, 2016 at 9:22 AM UTC