Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menyembunyikan" poems
Dear Nakama...       Kau tenang saja, mulai sekarang aku tak kan marah, kesal, sedih, cemburu, iri, ataupun jengkel saat kau berhubungan dengan Dia. Aku tak apa-apa. J Dear Nakama...       Sekarang, kau bisa melakukan apa saja sesuka hatimu padanya. Toh, Aku sudah melupakan semua perasaan itu, Aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Jadi, tak ada lagi alasan untuk mu menjauhkan? Dear Nakama...       Aku merindukanmu, Tak ingin melihat kau seperti ini, mengapa kau seperti ini? L Dear Nakama...       Bukankah, kita sudah saling berjanji takkan pernah saling menyakiti,  akan terus menghubungi dan jangan sampai hilang hubungan? Dan sekarang, Aku ingin menagih janji itu... Dear Nakama...       Aku di sini sedang sedih. Tapi semoga, Kau baik-baik saja... Dear Nakama...       Apakah aku tidak boleh mengetahui keadaanmu? Tapi, bukankah itu suatu hal yang wajar di antara hubungan persahabatan? Aku tak mau kehilangan “TEMANKU”, aku tak mau kehilangan “SAHABATKU”, dan Aku tak mau kehilangan “KAKAKKU”...  :’( Dear Nakama...       Selama ini hanya Kau orang yang bisa mengerti Aku, mempercayaiku, dan menyayangiku dengan setulus hati. Akupun Selalu berusaha agar bisa menjadi seperti itu... Dear Nakama...       Setiap hari aku menimbun sedih, menyembunyikan sakit, menampung rindu, menabung kekecewaan, mengumpulkan kegelisahan, dan terus menelan air mata hanya untukmu... Dear Nakama...       Pandanganku kabur, pergerakanku kaku, kakiku lesu, tanganku beku, lidahku kelu, air mata terus jatuh, dan sesaat aku merasa duniaku runtuh ketika mengetahui kau sedang berusaha menjauh... Dear Nakama...       Apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali seperti dulu? Saat-saat di mana Aku belum mengenalnya, saat-saat di mana aku masih menjadi gadis kecil yang polos dan tidak mengenal cinta, saat-saat di mana kita sering berbincang tentang kartun kesukaan kita! Dear Nakama...       Aku minta maaf, jelas-jelas ini salahku. Dan bodohnya lagi, Aku baru menyadarinya sekarang. Maafkan Aku jika Aku melakukan kesalahan yang membuatmu tersakiti. Kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja... Semoga kau berkenan untuk memaafkanku... Sahabatmu : Haruna J
0
Jul 31, 2014
Jul 31, 2014 at 5:52 PM UTC
Dear NAKAMA
Dear Nakama...       Kau tenang saja, mulai sekarang aku tak kan marah, kesal, sedih, cemburu, iri, ataupun jengkel saat kau berhubungan dengan Dia. Aku tak apa-apa. J Dear Nakama...       Sekarang, kau bisa melakukan apa saja sesuka hatimu padanya. Toh, Aku sudah melupakan semua perasaan itu, Aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Jadi, tak ada lagi alasan untuk mu menjauhkan? Dear Nakama...       Aku merindukanmu, Tak ingin melihat kau seperti ini, mengapa kau seperti ini? L Dear Nakama...       Bukankah, kita sudah saling berjanji takkan pernah saling menyakiti,  akan terus menghubungi dan jangan sampai hilang hubungan? Dan sekarang, Aku ingin menagih janji itu... Dear Nakama...       Aku di sini sedang sedih. Tapi semoga, Kau baik-baik saja... Dear Nakama...       Apakah aku tidak boleh mengetahui keadaanmu? Tapi, bukankah itu suatu hal yang wajar di antara hubungan persahabatan? Aku tak mau kehilangan “TEMANKU”, aku tak mau kehilangan “SAHABATKU”, dan Aku tak mau kehilangan “KAKAKKU”...  :’( Dear Nakama...       Selama ini hanya Kau orang yang bisa mengerti Aku, mempercayaiku, dan menyayangiku dengan setulus hati. Akupun Selalu berusaha agar bisa menjadi seperti itu... Dear Nakama...       Setiap hari aku menimbun sedih, menyembunyikan sakit, menampung rindu, menabung kekecewaan, mengumpulkan kegelisahan, dan terus menelan air mata hanya untukmu... Dear Nakama...       Pandanganku kabur, pergerakanku kaku, kakiku lesu, tanganku beku, lidahku kelu, air mata terus jatuh, dan sesaat aku merasa duniaku runtuh ketika mengetahui kau sedang berusaha menjauh... Dear Nakama...       Apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali seperti dulu? Saat-saat di mana Aku belum mengenalnya, saat-saat di mana aku masih menjadi gadis kecil yang polos dan tidak mengenal cinta, saat-saat di mana kita sering berbincang tentang kartun kesukaan kita! Dear Nakama...       Aku minta maaf, jelas-jelas ini salahku. Dan bodohnya lagi, Aku baru menyadarinya sekarang. Maafkan Aku jika Aku melakukan kesalahan yang membuatmu tersakiti. Kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja... Semoga kau berkenan untuk memaafkanku... Sahabatmu : Haruna J
Continue reading...
24
katamu, aku hanya butuh percaya. katamu, aku tak perlu menyita waktuku dengan adanya kamu di tiap detikku. katamu, aku pun sudah fasih memahami isi kepalamu. dan, ya, aku memilih untuk percaya. nyatanya, tidak semudah bak sang matahari yang rela menyembunyikan teriknya sepanjang malam untuk memikat sang bulan. kamu hanya tidak tahu seberapa dalam lukaku, kemarin. kamu hanya tidak tahu seberapa besar rasa sakitku, hingga saat ini. entah bagaimana, entah karena apa, terbesit oleh pikirmu untuk melakukan itu. apa ini karenaku? atau memang suratan takdir untukku? bagaimana dengan semua katamu? bagaimana dengan semua percayaku? semukah?
0
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:12 PM UTC
koma
Lupakan luka itu Memori usang telah berubah menjadi debu Aku memang pernah merasa kecewa Semesta bahkan tahu Tapu Sadarilah bahwa ada sesuatu yang hilang Sekarang aku jatuh ke dalam perasaan abstrak Aku tak tahu kemana takdir akan membawaku Sampai akhirnya kamu mendekat Aku tak bisa menjadi kekasihmu Jujur pada diri sendiripun aku tidak mudah Karena aku terlalu sibuk, Sibuk untuk pura pura tidak mengenalmu Mencoba terus mengabaikanmu Sebenarnya kali ini aku tidak bisa mengenali diriku sendiri Tapi aku tidak butuh bantuanmu Aku memilih untuk terjebak dalam kegelapan, di tempat persembunyianku Menyembunyikan perasaan rahasiaku Aku sama kuatnya dengan egoku Aku memang pengecut, aku cukup tahu itu Aku tak tahu sampai sekarang atau nanti Sampai sekarang atau nanti
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:36 PM UTC
Rasaku
seperti biasa.. suatu rutinitas yang kupikir tidak akan berubah hari kemarin, sekarang, ataupun esok aku melihat mu duduk di kursi yg sama di samping jendela yang sama lelah, tertidur lalu terbangun lalu bersandar dan menatap langit luar menantikan sebuah perhentian tapi hari ini kamu berbeda aku menangkapmu melirik padaku lalu membuangnya kearah yg lain tersipu malu.. dibalik rambutmu kamu menyembunyikan senyummu aku pun mulai menerka-nerka sesuatu yang kupikir tidak biasa bertanya dalam hati "kamu ini kenapa?" ya. kita memang selalu bersama namun tidak pernah bercengkrama "apakah ini saatnya kita untuk saling mencairkan suasana?"
0
Feb 28, 2020
Feb 28, 2020 at 6:24 PM UTC
Tanpa Judul