Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menutupi" poems
Dear Heart. Janganlah kamu terlalu berharap Cinta itu bukan harapan tetapi kepastian Jangan pula kamu terlalu menyimpan rasa Rasa itu bisa saja tak tepat bahkan salah Bersikaplah seperti akal, yang mengalah Tidak mengharap pada kebahagiaan cinta Tetapi senantiasa waspada jikalau terluka Akal menjagamu, Heart Dari sakitnya dilukai cinta Dari perih kejamnya perasaan Dear Heart, jiwa ini tahu kau mencintainya Tetapi akal ini yang paling tahu mana yang tepat Jangan gegabah, Heart Jangan terlalu senang dulu, kau bisa saja salah Kau bisa saja terluka Kau bisa saja jatuh Akal akan terus melindungimu Dear Heart, Simpan saja rasamu untuknya Jangan sekali-kali kamu membongkarnya Maka akal akan bertindak Ia akan berbohong untuk melindungimu Ia akan menutupi kebenaranmu Itulah yang akan dilakukan akal untuk melindungimu, Heart (Palembang, 12 Januari 2015)
0
Jan 12, 2015
Jan 12, 2015 at 12:59 AM UTC
Dear Heart
JOGJA “Jogja sedang berusaha menutupi kesedihan karena penyesalannya, buktinya akhir-akhir ini Jogja ramai sekali” “Untuk apa Jogja bersedih? Bukankah banyak yang mencintainya selama ini? Buktinya Jogja bisa dengan mudahnya tebar keramahan kesana-kemari kemudian mendapatkan banyak hati.” JAKARTA “Jakarta sudah tidak kuat lagi menahan sakit perasaannya hingga ia menangis, buktinya kemarin hujannya turun deras sekali” “Untuk apa Jakarta menangis? Bukankah Jakarta begitu kuat? Buktinya ia tahan mendengar suara bising dari banyak pasangan kekasih yang melempar janji-janji palsu selama ini.” BANDUNG “Bandung bingung menanggapi apa yang terjadi terhadap Jogja dan Jakarta, buktinya ia hanya bisa diam.” “Tidakkah kau tahu bahwa bandung selalu bersuara? Tetapi selama ini suaranya tersamarkan oleh suara hujan. Buktinya suaranya tidak bisa dibuktikan.”
0
Dec 15, 2017
Dec 15, 2017 at 2:11 PM UTC
Percakapan sepasang kekasih
Palembang, 6 Januari 2011 Dewasa ini Awan hampir menipis Takkan lagi menyelimuti langit Tak mampu lagi menutupi terik Di masa ini Udara tak bersahabat lagi Tak ingin didekati Dan selalu berlari-lari Sekarang ini Penjahat bagai belut yang licin Tak mampu tersentuh dengan tangan kosong Selalu bisa lolos dari jeruji Dunia ini, hari ini Semakin tidak adil menghakimi Tak berdaya, miskin, mudah tuk dijatuhi Tinggal menunggu dunia ini berakhir
0
Jan 6, 2012
Jan 6, 2012 at 1:34 AM UTC
Dunia Ini
Mungkin memang hanya diriku Yang terlalu dalam jatuh dalam godaan asmara Hingga membuatku terasa mati dibunuh diri sendiri Sengaja menyayat hati Menutupi bingar amarah ini Sakit yang membuatku terenyum Tersenyum dengan hati merintih pedih Bunda, tak ada tempat bagiku untuk kembali Siapakah diriku Dimanakah hati ini terbuang Hanya memandang kosong dalam angan tanpa buaian selayang pandang Meratap pada langit Berdusta pada tanah Kini tinggallah aku berdua dengan-Mu Masih adakah tempat bagiku di pangkuan-Mu?
0
Jun 6, 2017
Jun 6, 2017 at 11:54 PM UTC
Elegi Hati
Kembali lagi terluka Terluka karena sebuah kata bernama cinta Ini bukan kisah cinta dan rangga Ini kisahku bersama dia yang  ku puja Ku#love #hurt painrang setia apa aku padanya Melirik makhluk lain pun aku tak pernah Kurang setia apa aku padanya Dia marah aku tak pernah bantah Lalu dia buat diriku semena-mena Apa ini yang dia katakan cinta? Apa ini yang dia katakan takkan mendua? Apa ini yang dia katakan menjaga janji kita? Aku hanya bisa menahan Membungkam segala kekecewaan Menyimpan segala kesedihan Menutupi segala penderitaan
0
May 5, 2018
May 5, 2018 at 7:55 AM UTC
Kecewa
Seperti biasanya gelisah malam ku kambuh Datang mengendap-endap lalu tertawa dalam pikiranku, langkah jauh apa lagi yang ku pikirkan, seakan takut akan masa depan, menyendiri menutupi emosi-emosi, bagai bendungan bak meluap, ah jalan konyol apa lagi yang akan ku ambil???, terbenam lah bulan, aku ingin tidur!!!, lampu-lampu dari atas sini ikut menertawakanku!!!, sial. Ada apa ya disana? negara yang ku impikan, dingin yang akan menusuk tulang-tulangku, bekerja paruh waktu sambil menyelesaikan pendidikanku, ah ternyata perjalananku masih panjang, gelisahku setiap malam. aku hanya ingin kembali & berdoa dengan tenang.
0
Jan 15, 2023
Jan 15, 2023 at 3:46 PM UTC
Bulan Setengah
Kuoleskan perona pipi berwarna merah muda di wajahku Agar ketika bertemu denganmu Aku bisa menutupi perasaan tersipu malu Pukul berapa anda datang, tuan? Sekarang sudah pukul delapan lebih lima Aku menunggu dengan rasa yang sama Dan tak lupa bersama puisi milik Joko Pinurbo Aroma ekstrak parfummu menghampiri Dengan setangkai bunga di mimpi
0
Apr 1, 2020
Apr 1, 2020 at 12:23 AM UTC
Kencan Hari Rabu