"menipu" poems
Bukannya ingin melupakan
Tapi langitmu biru
Milikku selalu hijau abu-abu
Diwarnakan kecewa yang tak kusesali
Lama sudah roda waktu kuputar
Namun kudapati kau hanya sebentar
Kau dan waktu adalah ilusiku
Namun kertas dan tintaku takkan menipu
Matamu sepekat langit malam
Berkilat menantang walau tanpa bintang
Menggali semua amarah dan kecewa
Saat kau bertukar tatap denganku
Ambil semua bintang-bintangku
Rebahkan diriku ke jalan yang gersang
Retak merana, kering oleh sang waktu
Mata itu tak lagi sama di hadapanku
Bintang tidak jatuh setiap hari
Namun kali ini ia jatuh di antara kita
Maaf telah kusembunyikan darimu
Cepat atau lambat kau akan mulai berlari
Tanpa bisa kukejar kembali
Luapkan semua amarah dan kecewamu
Padaku, pada dunia, pada yang tak kau pahami
Karena kau yang paling tahu
Batas waktuku untuk bersama dirimu
Apr 4, 2018
Apr 4, 2018 at 12:44 PM UTC
Marahlah
Luapkan amarahmu
Pada malam yang menipu
Caci maki
Pada rangkaian kata
Puisi yang menipu
Jangan berhenti
Karena malam ini kutitipkan hatiku
Cabik semaumu
Tangisi sepuasmu
Jangan berhenti
Besok pagi kuambil kembali
Biar kupahami
Setiap makna kecewamu
Biar kumengerti
Arti setiap saat wajahmu sembab
Sampai nanti kau mengerti
Akulah yang pergi dan selalu kembali
Karena malam ini kutitipkan hatiku
Hanya padamu
Dec 1, 2017
Dec 1, 2017 at 2:11 PM UTC
kulihat warna dedaunan begitu indah melayang di udara
begitu kuat namun rapuh hingga terbang terbawa angin
begitu rindang namun sekejap hilang ditelan pergantian bumi
apakah benar yang kulihat adalah dedaunan?
ataukah hanya hatiku menipu sang mata yang telah lama merindukannya
biar
biarlah tetap aku abadikan indah yang kulihat malam itu
tersimpan jelas dalam hati dan mataku
apapun itu
dedaunan tetaplah dedaunan
akan selalu indah walau sudah jauh pergi bersama angin
Jul 25, 2018
Jul 25, 2018 at 8:02 AM UTC