Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menghampiri" poems
Aku menangis, padahal tak ada yang harus ditangisi Aku tertawa, padahal tak ada yang harus ditertawai Aku berjanji... Tanpa tahu akankah ku tepati Aku bersumpah Tanpa tahu azab apa yang akan ku dapati Keinginan hati hanya mimpi Hati munafik padahal baik Mangapa jiwa ku terbagi? Selalu hadir bergant-ganti Jiwa keras hadir, terluluhkan oleh dia Sesal pun menghampiri Air mata curahan hati Jiwa lembut hadir, tertegur perkataan "MUNAFIK" Mengucap kata meyakini Inilah aku yang asli Mengapa jadi serba salah? Hati ku keras, hati ku lembut Selalu berakhir air mata Bertanya, dosakah aku pada Tuhan? Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:44 AM UTC
MUNAFIK
Dulu terlihat manis dan suci Ucapan manja masih menghiasi Setelah dini menghampiri Betapa indah merasaakan cinta sejati Awal penuh kebahagiaan Hidung mancung dipadu tawa Mata indah penuh cahaya Kerlap-kerlip penuh cahaya Saat pertama aku melihatnya Ku jatuh hati padanya Ingin ku bahagia bersamanya Selalu indah selamanya Tapi, dia telah bahagia Bahkan tak tau aku di sini Menunggu datangnya cinta Walau hanya sebercak tinta Biar tersimpan dalam hati Hingga kita bertemu nanti Biar ku rangkai dulu jadi lirik Oh Tuhan,,, aku punya Cinta Dalam Hati
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:57 AM UTC
** Cinta Dalam Hati **
Jakarta, Kamis 17 Mei 2007 Aku... yang selalu setia menunggu Walau tiada harapan untukku Namun... aku berharap semua terwujud Demi... waktu yang terus bergulir Adakah Engkau kasihan padaku... Tuhan Setiap hari... settiap waktu.... Aku... memohon... meminta pada-Mu Dengan tetesan air mata mengalir Apakah aku sanggup menunggu harapan Bila Kau pun tak memperdulikan Aku akan tetap menunggu di sini Harapan yang tak kunjung menghampiri
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:45 AM UTC
Menunggu Harapan
Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri dan dengan tersenyum dia berkata, “Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat, membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari dan senandung pujian di depan matahari di siang hari.’
0
Sep 10, 2013
Sep 10, 2013 at 2:05 AM UTC
Itu dia
Dalam diam kau mencari sosokku Dekat namun tak tergapai Aku ingin menyentuhmu Namun kau hanyalah sebatas suara bagiku Aku menatap wajahmu Sorot tajam diasah sepi Dalam kesendirianmu kau mencari sosokku Namun aku hanyalah sebatas kenangan bagimu Hujan yang memancing air matamu Daun gugur yang menemani ratapanmu Aku ingin kau melihatku Kau ingin aku menyentuhmu Aku ingin kau tersenyum untukku Kau ingin aku tertawa untukmu Waktu akan menghampiri Tanpa bisa diingkari Aku menemani dirimu Walau hanya suara Kau memberikan hangatmu Sedih dan duka Lalui, tidur dan lewati Suatu hari nanti katakan padaku Dengan suara lembutmu Aku yang larut dalam air mata Gemerlap berkaca-kaca   Semburat jingga langit sore Gelap langit malam sewarna abu Menjadi tinta dalam hatiku Mengukir dengan indah hari-hari itu Saat kau bersama denganku
0
Dec 5, 2017
Dec 5, 2017 at 8:40 AM UTC
Suaramu Tinta Dalam Hatiku
Diamku itu sebentuk kedewasaan hasil tempaan semesta Pura-pura rabunku itu sebentuk kedewasaan bisikan suruhan semesta Jarak tubuhku yang sengaja kujauhkan itu sebentuk kedewasaan kesadaran yang ditumbuhkan semesta Mungkin bumi terlalu banyak diputari bulan mungkin juga ini jawaban doamu sampai akhirnya membawaku padamu lagi aku bisa saja menghampiri & menhakimimu atau memuntahkan segala rasa & pikiran saat itu Kedewasaanku itu bukan hanya cerdiknya lidah bertutur manis kau saksikan sendiri matangku Memang masih sedikit perih hantu kenangan buruk yang terpanggil dadakan Kedewasaanku itu adalah sebentuk ikhlas adalah bentuk penepatan janjiku bahwa tidak akan kuganggu dirimu Kau tahu tidak?
0
Mar 1, 2020
Mar 1, 2020 at 8:15 AM UTC
Bukan Tidak Bisa Bergerak
Dari dalam diri Dali dan Dada datang menghampiri ke daftar orang-orang mati. Meyakinkan manusia manapun yang mau mendengar musik merdu melodi mimpi. Yang lalu lalang bergentayangan malang di terang liang lawang-lawang. Luapan oli di lobang lintasan lalu lintas layaknya di lorong-lorong lupa. Obrol diobral, diobok-obok oleh organisasi olahraga oportunis yang jadi objek operasi. Jalanan yang jelas-jelas jelek jangan dijadikan juga sebagai jaminan judi dan jamban di jaman sekarang. Sebab itu saudara sekalian sudah sanggup kah simpanan saudara selamat sampai sasaran?
0
Sep 18, 2018
Sep 18, 2018 at 3:01 PM UTC
Dada Manusia yang Lupa Obrolan Jalan Saudara
Setetes, dua tetes, tiga tetes, empat tetes Air hujan akhirnya kembali pulang ke kampung halamannya Ke tanah kering, Berisi hamparan debu dan keluhan para penghuni kota yang melebur jadi satu Melagu, menyelimuti atmosfer kota yang dihinggapi kebosanan dan ketergesaan Kemajemukan dan kesamaan-kesamaan Kebebasan dan keterbatasan Kesempatan dan hambatan-hambatan Jalan panjang menuju rumah Dihuni sepi, tetesan hujan di jendela bus, dan pikiran-pikiran tak lumrah Trotoar basah dan langit gelap Berhenti di satu halte, Seorang laki-laki berkemeja kotak-kotak datang menghampiri Tanyanya, “Hai, di sini kosong?” Perempuan itu diam, mengangguk. “Kosong.” Laki-laki itu duduk di sebelahnya, memangku tas ransel hitam, dan bertanya lagi, “Tahu kenapa langit tiba-tiba menangis?” Perempuan itu menggeleng. “Kenapa?” Laki-laki itu bicara lagi, mendekatkan kepalanya, “Karena langit sedang mencari rumahnya yang lama hilang.” Tepat saat itu, Si perempuan tersadar, Terlalu lama ia tenggelam, Dalam percakapan yang hanya hidup di ruang imajinasinya.
0
Aug 26, 2019
Aug 26, 2019 at 7:30 AM UTC
Rumah
malam telah beranjak menuju rahasia sebuah pagi yang lembut datang menghampiri ketika aku mengisi diri sendiri dengan sebuah nama sebentar lagi sungguh sebentar lagi napasku akan pergi meninggalkan segala yang fana menuju muasal segala cinta
0
Aug 3, 2017
Aug 3, 2017 at 9:55 AM UTC
aubade
Pernah, satu hari dari banyak hari lebaran, aku pergi ke Indomaret sendirian. Jarak rumah dengan tempat itu tidak jauh, tapi perjalanan ke sana terasa lamban. Tahu kenapa? Sebab aku pergi dengan sembunyi-sembunyi hihii. Tujuannya hanya satu, untuk berburu es krim corong Wall's Moo. Kalau dingat-ingat, rasa es krimnya memang tidak sepremium Magnum. Wall's Moo hanya menyuguhkan rasa susu dan itu sudah lebih dari cukup bagi kami kaum anak lugu tahun 2009-2010. Sesampainya di rumah, aku sama sekali tidak disambut marah oleh orang-orang rumah. Mbak Chandrani menghampiri. "Habis jajan yaa? Beli apa?" "Iya, beli Wall's Moo satu." "Cuma satu ya? Yasudah nda apa-apa, lain kali harus ingat kalau ada angka 3 setelah angka 2 dan angka 1 sebelumnya, ya?" "Hah? Maksudnya apa, Mbak?" "Lain kali, kalau kamu merasa ada cukup uang untuk jajan apa aja, cobalah ambil tiga atau nda sama sekali. Supaya apa? Supaya selalu ada cukup ruang di hati untuk biasa berbagi."
0
May 10, 2022
May 10, 2022 at 11:18 AM UTC
Tiga atau Tidak Sama Sekali
Kuoleskan perona pipi berwarna merah muda di wajahku Agar ketika bertemu denganmu Aku bisa menutupi perasaan tersipu malu Pukul berapa anda datang, tuan? Sekarang sudah pukul delapan lebih lima Aku menunggu dengan rasa yang sama Dan tak lupa bersama puisi milik Joko Pinurbo Aroma ekstrak parfummu menghampiri Dengan setangkai bunga di mimpi
0
Apr 1, 2020
Apr 1, 2020 at 12:23 AM UTC
Kencan Hari Rabu