Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menggebu" poems
Rasa ini terlalu abu-abu Tidak hitam Juga tidak putih Kau sungguh kelabu Tak tau kapan berlabuh Tak tau kapan luka sembuh Kau hanya kembali ketika butuh Hanya perasaanku yang utuh Tidak dengan dirimu yang rapuh Amarah dan rinduku kini menggebu
0
Jan 29, 2018
Jan 29, 2018 at 9:02 AM UTC
Abu-abu
kulantunkan - lembut kunyanyikan - kesenian kukumandangkan - religi kuikrarkan - formal kulafazkan - detail kuucapkan selamat malam duhai..... hahay.. :D mana nih yang pas ya.. *kukumandangkan maklumat yang merindu.. oleh sanubari yang tersenyum kelu.. dari iman penghapus birahi dalam kalbu.. membangkitkan cinta yang menggebu..        hingga ranting direlung hati tak sempat betanya..        akan kemana gundah dalam jiwa terbawa..        mungkinkah hanya sebuah nestapa...?        yang tersingkap oleh nafsu dunia fana.. nurani yang kian membangkang.. bertanya pada tubuh yang terkekang.. merebahkan raga dihamparan angan yang tak lekang... adakah keikhlasan yang terjengkang..            tutur bijakmu sering tak terhiraukan..           seluas samudra perhatian kau berikan..       dalam kasihmu tersandar persahabatan..*
0
Jan 21, 2014
Jan 21, 2014 at 10:30 AM UTC
draft 1
Kupaparkan rayuanku untukmu. Kupertontonkan asmaraku untukmu. Dunia harus tahu ! Hatiku selalu menggebu - gebu ! Kukirimkan surat cintaku melalui dunia maya. Pak Pos sedang sibuk kasmaran juga rupanya. Oh pak Pos ! Kencan jangan terlalu lama ! Siapa yang bisa mengantarkan cintaku padanya ?! Kusiapkan surat kuselipkan kata manis dan rindu dengan tinta merah dan banyak kecupan mesra. Maya harus tahu ! Hatiku memang menggebu - gebu ! Tapi kau buang puisiku. Melirik saja tak mau. Ya sudah kalau begitu. Biar saja dipakai followers saya, lumayan untuk caption mereka. Padahal untuk merangkai kata dan rima, hati harus jatuh dan kau buat patah. — Puisiku sebatas dunia maya. Tidak sampai hati yang empunya. Malang. Malang.
0
May 9, 2019
May 9, 2019 at 11:57 AM UTC
Teruntuk Followers Instagramku Tersayang
Pilu dibalik rindu kembali menggebu, Hujan di bumi sama derasnya. Kukira aku melupakanmu, Ternyata hati ini kembali keliru. Hati mana yang tidak berdetak, Melihat dua pasang mata seindah samudra? Ucapan membisukan dari bibirmu, Sayang, rindumu mengusikku. Kacau, Hati ini. Sudah berapa kali disakiti? Malam dan Siang berganti, Lekaslah kau pergi. Pilu dibalik rindu kembali menggebu, Rintik hujan di bumi sama derasnya. 365 hari berlalu, Sudahkah kau merindu?
0
Dec 18, 2019
Dec 18, 2019 at 9:57 AM UTC
Sudahkah kau merindu?
Jika benar Kehidupan sebelumku benar ada Kuyakin perasaanku padamu tetap cinta Jika benar Dunia paralel adalah nyata Kuyakin rasa menggebu itu tetap rindu Jika benar Dunia ini prosa Maka, kau satu-satunya fakta Malang, 8 Januari 2017 Terlelap, indah, bahagia
0
Dec 21, 2017
Dec 21, 2017 at 9:01 AM UTC
Jika Benar