Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menenggelamkan" poems
Tangan ku kaku ketika menulis Kaki ku lumpuh ketika melangkah Mata ku buta ketika memandang Raga ku pun mati karena merindukan Langit amat luas Hidup bahagia bersama awan Tapi, langit tak berikan aku Aku pun menangis Air laut menampung kesedihan ku Meluap menjadi awan Dan menenggelamkan jagat raya Termasuk hati ku yang sudah rentan Rentan, karena terik mentari yang menyengat Raga ku roboh terhempas angin menjadi puing Jiwa ku lari saat takut desiran pasir Darah ku habis saat berlari mengejar semua Sumpah mati takkan tergapai Cinta sejati dalam hati yang tulus Dengan ocehan yang melukai Dan kata cinta yang omong kosong Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:48 AM UTC
Cinta Tak Tergapai
Gadis itu pulang dengan kepingan jiwanya Berusaha untuk menahan segala rasa sakit Semua ia simpan rapat-rapat walau tersirat dari matanya Ia menghempaskan badan diatas tempat tidur Sambil sesekali memijat keningnya, berharap rasa sakit tak akan hinggap kesana. Lalu ia berusaha tak mengingat-ingat semuanya Berharap entah bagaimana caranya agar ia mematikan perasaannya Dalam hati ia bertanya "kapan terakhir kali kau bahagia?" Tak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan itu Ia hanya menatap langit-langit kamar  sambil tersenyum pahit. "Yah, begitulah realita hidupmu. Tersiksa karena jatuh berkali-kali untuk orang yang salah" Otaknya berbicara pada hati yang masih kukuh membela perasaan yang ia punya Ia tak bisa lagi menampik bahwa kepala dan hatinya setelah ini tak akan pernah ada di kubu yang sama Karena kelalaian hatinya lah ia berada disini sehingga logika menghukum hati itu, menutup pintunya rapat-rapat dan menenggelamkan kuncinya kedalam samudera pemikirannya. Suara hujan mengiringi gadis itu Tak terasa satu demi satu tetes air mata mengalir Ia hanya bisa memejamkan mata dan berkata "Aku sudah tak punya hati lagi"
0
Dec 14, 2015
Dec 14, 2015 at 7:09 AM UTC
Hujan Desember
Palembang, 27 Maret 2017 aku menyendiri, bukan karena ku tak memiliki teman tetapi aku mundur perlahan dari pertemanan aku mengunci diri di kamar, bukan karena aku tak memiliki tempat tuk dituju tetapi aku berharap kelak ada yang menemukanku aku menenggelamkan jiwa ke relung alam sadar paling dalam, bukan untuk berlari dari kenyataan tetapi untuk menemukan jawaban
0
Mar 26, 2017
Mar 26, 2017 at 11:47 PM UTC
Mencari Jawaban
Sayang, kita tak sedang menenggelamkan kepala dalam-dalam ke kubangan lumpur. Sayang, kita sedang meminum darah yang mulai membusuk. Sayang, kita mungkin akan diperkosa dengan biadab oleh diri kita sendiri. Seperti pendosa.
0
Aug 18, 2020
Aug 18, 2020 at 3:56 AM UTC
Pendosa
Bukankah kita terlihat begitu jauh? sementara jarak sudah melipat dirinya begitu lekat, supaya Kau dan Aku melupakan bahwa semuanya pernah terjadi dan sudah selesai. Apa yang diinginkan kata dari Kita berdua? sepertinya mereka ingin Kau mengeja namaku yang sama sekali sulit diucapkan lidahmu, katamu lidah itu kelu dan kaku. Kau bohong. Pernahkah Kau menenggelamkan diri dalam bayangan yang terpantul dari cermin? seakan mataku mengambang di sana dan senyumku persis terpahat di bibirmu. Jawabannya Aku tahu dan Kau juga tahu.
0
Mar 7, 2021
Mar 7, 2021 at 7:23 AM UTC
Jawaban