Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"membutuhkan" poems
Ayahku adalah Cahaya Yang menerangiku dalam perjalanan di dunia Menuntunku tuk memilih arah yang tepat Menyayangiku sepanjang doanya Memelukku dari jauh dalam sholatnya Menciumku melalui ayat-ayat suci yang dibacanya Ibuku adalah Udara Yang memberikanku kehidupan ini Yang menyentuhku dengan hati Menyayangiku sepanjang kuku yang akan selalu tumbuh Merangkulku dengan hati dan pikirannya Merawatku sepenuh hati dan segenap raganya Adik-adikku adalah Air Yang menyejukkan dengan senyuman mereka Motivasiku tuk meraih impian mereka Alasanku bekerja keras tuk membangun bahtera Dengan mereka aku sangat bahagia Dengan suara mereka aku kuat . . . Namun aku hanyalah Aku Yang tak mampu memiliki mereka seutuhnya Yang tak miliki cukup banyak waktu tuk mengenal mereka Yang jarang bersua dan menanam rindu pada mereka Aku hanyalah pejuang di Samudera Seberang Aku hanyalah Aku Yang memiliki perasaan dan pikiran Tuk memilih jalan hidupku sendiri Yang membutuhkan seorang teman Teman sejati yang sejak dulu kun anti Teman yang benar-benar tean Yang ada di sampingku saat susah senang Selamanya …
0
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 9:53 AM UTC
Aku Hanyalah Aku
lihatlah betapa cepatnya matahari dan bulan purnama silih berganti di Jakarta ku termenung menanti sebuah senyuman semu di Bali yang hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk membawa seluruh hatiku pergi
0
May 9, 2016
May 9, 2016 at 12:20 AM UTC
Bali
Bagaimana jika sungai sudah tidak membutuhkan laut untuk mengeluh, memilih tempatnya sendiri untuk berteduh atau merakit ulang dari titik hulu Mereka akan ada di tempat yang sama Atau akan sama rata? Menyembah asa dan tersenyum lara 23.02.16
0
Feb 23, 2016
Feb 23, 2016 at 9:44 AM UTC
21.44
Palembang, 31 Agustus 2012 Bulan Bulat Kuning Terang Di dunia yang gelap, segelap hidupku Bulan Sendirian Berlari Mengejar mentari Membutuhkan sinar, sama seperti aku Aku masih bisa mendengar lagu di udara Hingga mentari tiba Bulan pun hilang, seperti akal ku Aku ditinggal sendiri Dan lagu pun berhenti
0
Sep 1, 2012
Sep 1, 2012 at 8:45 AM UTC
Bulan
kursi di bawah pohon kenari masih dengan setia duduk disana tidak peduli siapa yang mendudukinya atau siapa yang lewat di depannya ia tetap setia menunggu kedatangannya burung-burung dengan bebas menyuarakan nada-nada indah berisi pesan untuk diberikan kepadamu, tuan tanpa nama jangan berpura-pura tidak peduli kepada dunia di lubuk hatimu yang terdalam, sial, aku sangat yakin kau kesepian kau membutuhkan seorang teman yang rela mendengar ocehan mautmu sampai matahari tenggelam di ufuk barat nantinya kemarilah, tuan tanpa nama duduk bersamaku di bawah pohon kenari dan menikmati indahnya matahari senja
0
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 7:14 PM UTC
kau mendengarku
Palembang, 11 Januari 2015 Aku jatuh cinta lagi Benarkah ini cinta? Mengapa rasanya begitu berbeda? Tak ada rasa takut saat aku menatap matanya Tak ada rasa sungkan untuk menyentuh kulitnya Dan aku sangat menyukai bau tubuhnya Aku suka bersandar di punggungnya Menyandarkan keningku di tengkuknya Memainkan jemariku menyentuh punggungnya Mencium aroma parfumnya Aku suka berjalan di belakangnya, menunduk Memandangi langkah kakinya ketika berjalan Sangat lebar dari langkah kakiku Aku tak mampu menyusulnya Di saat seperti itu aku membutuhkan tangannya Tuk menggenggam tanganku Menuntunku tuk berada di sampingnya Agar aku tidak tertinggal Apa benar aku mencintainya? Tapi tunggu dulu Apa itu cinta? Bagaimana rasanya mencintai seseorang? Apa yang akan aku lakukan ketika mencintai seseorang? Inikah cinta?
0
Jan 10, 2015
Jan 10, 2015 at 12:34 PM UTC
Inikah Cinta?
waktu tidak serta merta memberi salam maupun pamit ia berjalan saja mengikuti poros dan terkadang aku tak merasanya cepat.. kemarin rasanya aku baru akrab denganmu, setalah kebungkaman yang berbicara menahun aku hanya bisa tertawa, jika aku ingat dulu. kamu dan aku kemudian dibawa waktu untuk saling bicara untuk pertama kali sebenernya aku dipaksa karena aku membutuhkan bantuanmu aku memanfaatmu..agar kita dekat mungkin itulah cara-Nya maaf.. sampailah kita diakhir studi kuliah topi bertali dan jubah sudah mantap kita kenakan tapi dihari itu aku tak melihatmu mauku melihatmu dengan jas hitam dan kemeja merah mudamu yang manis tapi aku senang. semoga kamu gapai maumu selalu dan selamat.. aku masih merepotkanmu hingga detik ini
0
Nov 30, 2018
Nov 30, 2018 at 9:44 AM UTC
Untitled
Kadang jarak membuat cinta merekah Kadang pula membuat lupa Tentang kepada siapa cinta itu bersandar Dan apa perasaan itu sendiri Segalanya itu memiliki batas Kau membutuhkan jarak untuk saling menghargai Pun untuk saling rindu
0
May 31, 2018
May 31, 2018 at 11:18 AM UTC
Ruang Senggang
tadi aku melihat kamu dengan perempuan aku tau dia teman mu tapi aku cemburu aku cemburu hampir ingin menangis sesaat aku berpikir akankah kamu cemburu juga nanti? bisakah kamu cemburu pada ku? bisakah kamu merasa sangat membutuhkan ku? aku sangat tak keberatan saat nanti kau cemburu aku sangat tak keberatan saat nanti kau menyusahkan aku saat kamu membutuhkan ku ingat jangan sungkan-sungkan ya aku disini masih
0
Nov 22, 2016
Nov 22, 2016 at 7:56 AM UTC
cemburu
Pada dasarnya, langit bukan tempat untuk bulan bersandar dan bulan bukan satu-satunya tempat untuk berbagi. Mereka hebat dengan karismanya masing-masing dan takluk dengan kehebatan satu sama lain, saling membutuhkan. Bersama menghasilkan keindahan yang terkesan tidak diperdulikan dikala hilang. Menciptakan sekitar damai dihiasi sunyi malam yang tenang. Cerita sama yg dimiliki matahari.
0
Oct 5, 2019
Oct 5, 2019 at 1:14 PM UTC
Malam
Nama saya perempuan, begitu kata dokter, ulama, pendeta, ayah juga ibu. Nama saya perempuan, maka dari itu sejak kecil saya diajari memasak, mencuci piring, menyapu dan bertingkah lembut gemulai. Sebab katanya perempuan yang tak apik hanya menjadi barang tidak berguna atau orang-orang biasa menyebutnya dengan rongsokan! Mereka ogah, saya pun tersingkir. Nama saya perempuan, sebab saya di dandani bak putri raja, rambut saya dipelihara agar indah menggoda seperti putri-putri raja dalam buku dongeng. Nama saya perempuan, karena itu ia membutuhkan sanggahan lelaki yang akan membuatnya tegak berdiri. Tanpa lelaki ia rapuh, ia akan oleng bagai tertiup angin puyuh. Lagi-lagi “katanya”.
0
Apr 25, 2019
Apr 25, 2019 at 4:13 AM UTC
Perempuan