Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"membubung" poems
katakanlah, aku celaka tersandung ke dalam lumbung asmara.                                     celaka kah aku mengendap-endap di bawah rumah mu? katakanlah, aku terkutuk seorang yang tak diundang tak semestinya duduk di ruang tamu.                                  terkutuk kah aku membubung asa di atas hampa?                  sadarkah aku         sedang menanti sekarat            dan karamnya harap? dan ku akui, aku ini binatang keparat --berharap dua cincin akan enyah jua dimakan karat. sampai jumpa cinta masa muda, aku akan menanti di ujung tua menyesal, sembari menatap harap dan nyata mustahil bersua. maafkan aku menunggu hingga renta, tak lain karena dirimu di relungku, sintas.
0
Oct 12, 2018
Oct 12, 2018 at 11:16 AM UTC
Cincin karat
Garis-garis senja yang tegas duduk tenang di depan rayapan manusia, mencuri dengar insan-insan yang menyiangi dosa-dosa mereka dengan pengakuan-pengakuan suci. Pengakuan mereka mengepul bersama asap keretek yang kemudian membubung, menggema sampai ke surga. Matahari tersenyum, termanggut menyimak khidmat, hingga rona kemerahan menjelma gelap seperti lebam. Pengakuan dosa-dosa yang murni, lembut dan tak ternoda seperti bayi. Mereka diampuni agar insan mendosa lagi.
0
Aug 25, 2019
Aug 25, 2019 at 4:59 PM UTC
Dosa
ruang pembatas pendekam membuat kepalanya menengadah ke angkasa melukiskan seribu tanda tanya. Membubung ia pergi; terbang meninggalkan pulang.
0
Sep 27, 2019
Sep 27, 2019 at 9:22 PM UTC
Manusia meraih bebasnya ketika