Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"membawaku" poems
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
0
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
sepucuk senja januari
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Continue reading...
10
Lupakan luka itu Memori usang telah berubah menjadi debu Aku memang pernah merasa kecewa Semesta bahkan tahu Tapu Sadarilah bahwa ada sesuatu yang hilang Sekarang aku jatuh ke dalam perasaan abstrak Aku tak tahu kemana takdir akan membawaku Sampai akhirnya kamu mendekat Aku tak bisa menjadi kekasihmu Jujur pada diri sendiripun aku tidak mudah Karena aku terlalu sibuk, Sibuk untuk pura pura tidak mengenalmu Mencoba terus mengabaikanmu Sebenarnya kali ini aku tidak bisa mengenali diriku sendiri Tapi aku tidak butuh bantuanmu Aku memilih untuk terjebak dalam kegelapan, di tempat persembunyianku Menyembunyikan perasaan rahasiaku Aku sama kuatnya dengan egoku Aku memang pengecut, aku cukup tahu itu Aku tak tahu sampai sekarang atau nanti Sampai sekarang atau nanti
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:36 PM UTC
Rasaku
Diamku itu sebentuk kedewasaan hasil tempaan semesta Pura-pura rabunku itu sebentuk kedewasaan bisikan suruhan semesta Jarak tubuhku yang sengaja kujauhkan itu sebentuk kedewasaan kesadaran yang ditumbuhkan semesta Mungkin bumi terlalu banyak diputari bulan mungkin juga ini jawaban doamu sampai akhirnya membawaku padamu lagi aku bisa saja menghampiri & menhakimimu atau memuntahkan segala rasa & pikiran saat itu Kedewasaanku itu bukan hanya cerdiknya lidah bertutur manis kau saksikan sendiri matangku Memang masih sedikit perih hantu kenangan buruk yang terpanggil dadakan Kedewasaanku itu adalah sebentuk ikhlas adalah bentuk penepatan janjiku bahwa tidak akan kuganggu dirimu Kau tahu tidak?
0
Mar 1, 2020
Mar 1, 2020 at 8:15 AM UTC
Bukan Tidak Bisa Bergerak
Aku mengikuti intuisi jiwaku intuisi jiwaku, kemana masa depan membawaku? sejenak kuberpikir kita hanya menari di bumi ini hanya untuk sementara. aku tahu impian ini cukup besar, maka perkecil ekspetasi akan hal itu tentang menjadi ayah yang baik rumah yang luas dan nyaman, kacamata coklat gagang yang patah, itu tidak bertahan selamanya. Aku keras seperti batu tebing, aku melihat daun yang layu hingga mekar mudah percaya dan naif tentang banyak hal, banyak hal yang kutentang tetapi aku hanya diam dan lebih banyak mendengarkan. dihantui perasaan kehilangan berlebihan dan perasaan bersalah tentang banyak hal, dan aku benci film romance yang berkendara di tepi pantai, anak kecil yang nakal, berita hoax, kedai kopi yang memutar lagu terlalu keras, sate yang belum matang, semut, dan wanita yang menari di tempat umum, tabel - tabel membuatku bingung, drama tentang pria ideal juga membuatku muak, Netanyahu keparat dan pembunuh. 2025 reydmh
0
May 3, 2025
May 3, 2025 at 11:03 AM UTC
Dari kekacauan sampai {KEDAMAIAN}
Akhir-akhir ini kemarau tak kunjung pulang aku ingin hujan aku ingin dia datang turun deras mengucuri segala resah, rindu dan perkara yang tak kunjung hilang aku ingin hujan datang membawaku pergi bersamanya mengalir melewati segala sudut dan celah dunia supaya ketika saatnya aku pulang, resah dan perkaraku telah tertinggal di tempat-tempat yang mungkin tak akan pernah kusinggahi lagi.
0
Aug 28, 2019
Aug 28, 2019 at 4:29 AM UTC
Aku ingin hujan