"macet" poems
Terimakasih Jakarta
saya bersyukur. Sore itu ada kesempatan
dimana, segelas susu cokelat dan secangkir kopi susu, bertemu di hiruk-pikuk Jakarta
kali ini saya berterimakasih karena macet Jakarta. Seakan-akan waktu berhenti untuk mempertemukan kita.
Mar 4, 2019
Mar 4, 2019 at 11:59 AM UTC
Selamat pagi bu....
Selamat pagi jawabku
Perjalananku segera dimulai
menembus fajar yang masih galau
Lewat mana bu....
Biasa saja pak jawabku
Jalan raya yang masih sepi
Tetapi aku sudah duduk sendiri
Macet bu....
Biasa pak jawabku
Tiada ada jalan yang lancar
Tiada hari yang tak sukar
Lampu merah bu....
Iya pak panjang pula jawabku
Berhentilah walau hanya sebentar
Melemaskan kaki dan mata yang nanar
Sudah sampai bu....
Terimakasih pak jawabku
Ku mulai pekerjaan hari ini
Dengan harapan dan asa yang baru
Oct 31, 2017
Oct 31, 2017 at 11:18 PM UTC