Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"letih" poems
sore itu dingin. kupandangi tetes-tetes air yang perlahan hinggap di atas permukaan kaca jendela secangkir teh dalam genggaman, berbalut tabahnya menahan rindu. kutunggu kabar namun tak juga kunjung datang duduk di atas kursi teras, menanti suaramu hadir di ujung pesawat. teleponku lagi-lagi kau abaikan, seperti tak pernah sekalipun terlintas minat untuk kau angkat. terlalu sibuk atau apa? biar kunanti lagi bersama rintik hujan. semenit lima menit sepuluh menit dua puluh menit lima puluh menit kutunggu telepon balasanmu namun belum juga kau izinkan aku mendengar suaramu aku diam bersama alunan musik yang dimainkan hujan, air mataku turun biarkan! aku letih berpura-pura merasa tidak sakit hati bersama lantunan rintik hujan, serta guntur yang belum pula lelah bersahutan, pada dunia mereka seolah mengatakan; alam pun bisa menyuarakan air matanya, dan memiliki jeda jujur yang panjang, berhenti berusaha ceria. kemudian aku sadar; seperti alam yang sedang menangis, aku benar-benar letih berpura-pura.
0
May 22, 2016
May 22, 2016 at 7:20 AM UTC
untuk segala hal yang letih berpura-pura
Kamu benar, aku gentar Kamu malu, aku palsu Lalu, siapa yag palsu karna malu? Hukumkah yang membuat kamu harus berbelok di setiap persimpangan? Aku tahu kamu letih memilih arah Kamu buka Tuhan yang sedang bermain teka-teki kehidupan Berhentilah dengan idealisme mu Berhentilah sejenak Duduk disampingku Menikmati senja ini.
0
Mar 31, 2014
Mar 31, 2014 at 10:54 AM UTC
Kamu dan kehidupan
Kau Hadir Dan bahkan pada saat seperti ini. Pada masa kebingungan memuncak. Kalut yang berkecamuk. Hilang arah tak tahu kemana harus melangkah. Letih yang minta sudah. Kau hadir. Ketika aku sudah tak tahu mana yang kepastian dan bualan Merasakan jatuh ke jurang kebodohan paling dasar. Mengemis kasih dan mendamba cinta. Kasih cinta yang semu dan membuatku semakin terluka. Kau hadir. Panas wajah menanggung malu. Pening kepala memikirkan sikapku. Bagaimana aku bisa terlena dan membiarkanmu sirna? Membiarkanmu tersingkir untuk sementara. Namun kau, seperti biasa, akan senantiasa hadir. Hadir melalui kata-kata Hadir melalui nada-nada Hadir melalui tanda dari alam semesta Hadir dan terasa nyata. Hadir dan membuatku terjaga.
0
Mar 21, 2016
Mar 21, 2016 at 4:20 PM UTC
Kau Hadir
teruntuk kamu yang harumnya sudah hilang dari sisiku yang jalannya sudah bukan aku yang mendampingi yang tidurnya sudah bukan aku yang dimimpikan tuan, apakah kamu pernah sesekali memikirkanku setelah sejenak pergi? aku letih mencari sendiri jawaban dari semua pertanyaan aku letih mencari kesalahanku dari semua amarahmu untuk satu senja di bulan desember selamat menikmati purnaku dalam bayanganmu
0
Dec 13, 2018
Dec 13, 2018 at 11:42 AM UTC
senja di bulan desember
Rumah joglo di tengah sawah. Dengan cahaya remang yang berasal dari pojok ruangan ini. Pemutar piringan hitammu baru selesai kau perbaiki. Ku memilih untuk mendengarkan album Chet Baker Sings dengan vokalnya, seingatku itu milik mendiang kakekmu. Gelas-gelas tinggi sudah kau siapkan, sebotol anggur dari Bordeaux sudah ku buka. Makan malam kita sudah tandas, dua piring penuh berisi daging sapi yang sore tadi ku panggang, hampir matang penuh, bersama hancuran kentang yang sedikit dibubuhi garam dan lada, dengan saus krim jamur. Jasmu sudah kau tanggalkan dan sampirkan di sisi sofa coklat tua itu. Gaun hitamku masih rapih melekat pada tubuhku, namun rambutku, yang hanya sepanjang bahu, sudah ku urai, agar kau bisa menghirup harum bunga sakuranya. Kita menari, pelan, sembari menengguk asam dan manisnya anggur Bordeaux itu. Ku kira Chet Baker telah letih bernyanyi dan bermain trumpet, suaranya perlahan hilang, digantikan oleh suara jangkrik dari luar sana. Aku pun lelah, ku rebahkan tubuhku di sofa coklat itu, menyandarkan kepala di dekat sampiran jasmu, menghirup bau cendana yang hampir hilang. Kau menghampiriku, memelukku erat, menghirup leherku, pipiku, dan mengecup bibirku. Pelan-pelan, satu per satu pakaian kita tanggal, di bawah cahaya temaram, ditemani suara jangkrik, kita melebur, melebur jadi satu. Tanah Ubud, tak pernah gagal membuatku jatuh cinta, sengaja maupun tidak.
0
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:57 PM UTC
Malam Malam, Ubud
Apa yang ku mahu Hanya ku yang tahu Biar ada datang membelenggu Akan datang angin menyatu Lari,lari pergi saja diriku Jauh ke puncak aku tetap berlalu Aku jiwa lama termangu Bosan, letih jadi diriku Kerna ada saja yang rasa tahu Lebih dari rohku. 16 April 2012
0
Jun 26, 2018
Jun 26, 2018 at 2:54 AM UTC
Mahuku
Kala itu diriku terasa letih Coba tuk berlari walau tertatih Rasa ragu menyelimuti diri Apa mampu tegak berdiri? Kini aku sedang berjuang Melewati jalan yang berlubang Meski sulit mengejar peluang Ku yakin akan benderang
0
Mar 16, 2023
Mar 16, 2023 at 4:35 PM UTC
Petualang
kacau terlalu nyaman dibawah penjajahan sampai lupa rasanya bangkit bukan karna tak mau tapi......... sudah lah raga ku letih dan jiwaku pun...
0
Jul 9, 2019
Jul 9, 2019 at 4:40 AM UTC
KALUT