Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kuyakin" poems
Jika benar Kehidupan sebelumku benar ada Kuyakin perasaanku padamu tetap cinta Jika benar Dunia paralel adalah nyata Kuyakin rasa menggebu itu tetap rindu Jika benar Dunia ini prosa Maka, kau satu-satunya fakta Malang, 8 Januari 2017 Terlelap, indah, bahagia
0
Dec 21, 2017
Dec 21, 2017 at 9:01 AM UTC
Jika Benar
Sejak kapan kita menjadi pendiam dan enggan tuk bertukar kabar? Sudah lama rasanya tidak membersihkan debu yang makin tebal, bersarang (yang kuyakin) di masing-masing satu ruang kecil nan sempit di hati kita. Aneh rasanya mengingat dulu masing-masing dari kita pernah saling menguatkan satu sama lain dikala masa kejatuhan, saling membahagiakan di tengah badai yang bergemuruh. Pada akhirnya, waktu seolah memaksa kita melanjutkan perjalanan dengan cara berpisah, saling memilih arah yang berbeda. Seolah memberi isyarat bahwa kau dan aku memang tidak diciptakan untuk bersama. Dan benar, waktu membuktikan ucapannya. Kita lambat laun mewujud bumi dan langit, hitam dan putih, atau bahkan air dan api. Memilih tunduk dengan titah sang waktu, dengan ego yang kau Tuhan-kan, mulai berjalan tanpa beban meninggalkan semua kenangan, termasuk aku yang tertahan di persimpangan jalan. Sedangkan aku; dengan perasaan kalut yang membelenggu hati, coba berjalan memikul sisa-sisa petualangan kita, menjinjing sekantong mimpi yang kala sedih maupun bahagia pernah kita kumpulkan bersama-sama. Berteman sunyi, terus berjalan meski sepi sendiri.
0
Feb 22, 2021
Feb 22, 2021 at 9:39 AM UTC
RUMPANG
Hari Sabtu, Mendung, gelap layaknya dirimu yang sedang termenung di antara dua sandar. Saat dimana semesta menyaksikan, keindahan yang tak tertandingi. "Iri" dirasanya. Yap, betul sekali. Dirinya sudah membuat cemburu Sang Semesta. Setiap harinya itu yang kurasakan. Entah kurang bersyukur atau tidak, rasanya ingin sesekali memiliki. Hanya aku dan kamu, membuat cemburu sekitaran kita berdua. Mungkin menyenangkan, tidak tahu apa yang engkau rasakan. Suatu hari nanti kuyakin, hari itu akan datang. Hari dimana engkau melihatku sama seperti ku melihat dirimu. Hanya rasa rindu dan sayang yang tak terbendung, Liar pikiran yang berlari-lari di dalam kepalaku. Kamu diantara gulungan para ombak. Nampak indah untuk dinikmati. Hanya kamu sayang, Yang mampu melakukan itu semua.
0
Apr 6, 2024
Apr 6, 2024 at 12:57 AM UTC
Dia (Part IV)