Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
Aridea P Nov 2011
Kau datang di saat ku menginginkanmu
Kau bagaikan menerangi hidupku
Ku tersenyum di setiap waktu
Ku selalu memikirkanmu

Kau menjauh entah mengapa
Ku tersadar bahwa ku yang memulainya
Kau tak sedetikpun berbicara
Ku hanya bisa menyesal

Ku mulai belajar tuk melupakanmu
Ku buka hati ini tuk yang lain
Namun tiba-tiba kau datang dengan sejuta kata
Entah apakah kau berpura-pura peduli pada ku

Kau menyentuh hidup ku, lagi
Kau buat aku menginginkanmu, lagi
Kau buat aku salah tingkah, lagi
Serasa tak ingin aku kehlangan mu, lagi

Kau membuat aku bersyukur pernah mengenal mu
Kau adalah hal terindah yang tak nyata yang pernah aku tahu
Kau adalah semua topik pembicaraan yang ku ceritakan
Kau adalah yang mengiringi perjalanan singkat hidup ku

Kau yang amat susah lepas dari ingatan ku
Kau yang menerangi hidup ku
Kau lah alasan aku tersenyum di setiap waktu
Kau lah yang ku harap hadir di mimpi ku

Kau...
Yang selalu aku harapkan hadir di sisi ku
Yang selalu membuatku ingin merasakan peluk mu
Yang ingin sekali mengecup bibir mu

Kau...
Yang selalu membuat aku gelisah
Yang membuat aku berusaha lebih baik
Yang membuat ku berusaha lebih pantas tuk dimiliki

Kau...
Tak pernah habis kata-kata untuk mu
Selalu ku puji dirimu
Ku ingin bisa mengatakan bahwa
Aku sangat mencintaimu

I LOVE YOU
Aridea P Oct 2011
Bila memang AKU BUKAN PILIHAN HATI MU
Biar ku pendam CINTA DALAM HATI ku
Sungguh, yang akan ku berikan UNTUKMU SELAMANYA
Pergilah kau SEJAUH MUNGKIN membawa LAGUKU
Ke TEMPAT TERINDAH di SURGAMU


RASA SAYANG ini hanya untukmu
Dan ku akan menunggu DI SINI UNTUKMU
Berharap kau bawa LAGU CINTA yang TERCIPTA UNTUKKU


WAKTU YANG DINANTI akankah datang?
DEMI WAKTU ku kan berubah
Tak akan SEPERTI YANG DULU
Yang hanya berkhayal melihat wajahmu
Di BAYANG SEMU


Sungguh indah kau bagiku
TIADA YANG SEPERTI DIRIMU


Yang ku kagumi sepanjang waktu
Ku rindu SAAT INDAH BERSAMAMU
Walau di mimpiku aku mencintaimu
Namun, APALAH ARTI CINTA tanpa hadirmu


Kumohon IZINKAN AKU
Member CIUMAN PERTAMA KU untukmu
Karna saat indah itu mungkin TAKKAN TERULANG
BERJANJILAH kau tuk selalu menghiasi ku
Karena tak satupun SAHABATKU yang indah seperti mu


Ku ingin terbang MELAYANG
UNTUK TEMUKAN dirimu yang SESUNGGUHNYA
Ku sadari memang BUKAN AKU untukmu
Tapi, aku hanya ingin kau BERIKAN AKU CINTA
Meski sedikit, walau terpaksa


Tak lelah SUARA HATI ku memanggilmu
Yang ingin menjalani CERITA BERSAMAMU
DOA ku panjatkan selalu
Memohon tuk bertemu kamu


Meskipun kamu punya CINTA YANG LAIN
Ku rela melepasmu untuknya
Kau TAK PERLU mengaku bahwa kau cinta aku
Memang, tak pernah kau cinta aku
Yang ku kenang kini adalah
Ku bahagia mengenal LAKI-LAKI seperti kamu
Aridea P Oct 2011
Jakarta, 10 Mei 2008

Sungguh ku cinta kamu
Ku sayang kamu sampai ku mati
Selama ini yang ku ucapkan
Bahwa kau tercipta untukku
Adalah salah besar untukku

Walau, aku tetap ingin kamu
Saat kau ucapkan lirik itu
Semakin ku ingin kamu
Milikimu, hingga ku tak bernyawa

Ku ingin kau tahu
Aku di sini sayang kamu
Hanya sayang kamu setulus hati ku

Tapi, ku tak bisa ungkap itu
Kau terlalu indah untuk ku miliki
Hanya Dewi Cinta yang pantas
Karena, dia sangat indah dari ku

Hanya bisa ku ungkapkan sayang ku
Dengan puisi indah ini diiringi lirikmu
Saat ini, yang terbayang hanya wajahmu
Ku ucapkan s’luruh cinta ku
Apakah kamu dengar suara hati ku? Cinta…


by. aridea purp
Sundari Mahendra Nov 2017
Ku berharap esok pagi matahari bersinar cerah
Ku berharap hatiku yang gelisah sirnah
Ku berharap perjalanan hidupku berubah
Ku berharap segala kegalauan ku pecah

Ku berharap hari-hariku bahagia
Ku berharap kanan kiriku sejahtera
Ku berharap atas bawahku mulia
Ku berharap sisi-sisi kehidupan terarah

Ku berharap masa depan yang ceria
Ku berharap kegelapan tidak nyata
Ku berharap mata dan hati terbuka
Ku berharap hanya sukacita melanda

Ku berharap segala yang buruk tiada
Ku  berharap kemajuan semata
Ku berharap matahari dan cahaya
Ku berharap kakiku tetap lincah

Tapi semua itu hanya ku berharap
Belum tentu seperti yang Kau tatap
Ajarku tetap berharap
Hanya kepada Kau saja....
Aridea P Dec 2011
Hidup ku ini bukanlah permainan!
Yang bisa dimulai dan dihentikan kapan pun

Perasaan ku juga bukanlah medan perang!
Yang terus saja tertindas
Kau buat lemah!
Kau buat aku tak berdaya

Hati ku ini adalah emas
Yang apabila hilang, aku akan jatuh miskin
Miskin iman karena kehilangan arah
Miskin materi karena pikiran ku tak jalan

Aku ini bukanlah babu!
Yang selalu menuruti apa mau mu

Aku ini hanyalah pekerja lepas
Yang tak mau terkekang manghadapi mu
Aku ini hanyalah pasien rawat jalan
Meski sakit parah tapi tetap berjuan untuk hidup

Kau kira aku ini apa?
Kau membuat ku menjadi korban terparah
Aku pecundang di antara manusia
Mengapa kau tidak pergi saja dari hidup ku?
Hey, aku ini bukan papan catur 'tuk dipandangi
Aku juga bukan sarung tinju tuk menuruti mu

Lepaskan aku!
Ku mohon lepaskan aku

Aku tak ingin lagi menangisi hidup ku
Ku ingin berhenti mengasihani hidup ku
Tolong, damaikanlah hidup ku
Aridea P Oct 2011
Jakarta, Jumat 6 Juni 2008

Ku tak ingin menutup mata
Bila tak ada kamu
Nanti, saat ku bangun di pagi hari
Kau tak ada di sampingku

Ku tak ingin pergi
Bila tak ada kamu
Nanti, saat ku di depan musibah
Kau tak ada menolong ku

Kini, aku sakit
Tak ada kamu di sini
Nanti, bila aku mati
Kau tak ada ‘tuk temani

Ku tak ingin tidur
Bila tak ada kamu
Nanti, saat ku bangun
Ku tak bisa buka mata tuk selamanya

Ku tak ingin ke surga
Bila tak ada kamu
Tapi, biar kau di sini
Cari pengganti ku
Biar kau hidup untukku
Dan bahagia dengan nya
Karena… ku tak ingin pergi
Bila melihatmu terluka
T Jones Aug 2014
Not a poem but in protest of flagging truth about racism in Traverse City, Michigan


Traverse City, Michigan: Racism is still alive and well in our area.

We weren't always welcoming
Cross burning's (City of Traverse City, MI)
I'm born and raised in Traverse City, Michigan and still living in the same neighborhood where I grew up. I can remember when blacks were not welcome in most parts of town and the one or two around were military visitors.

We had two known cross burning incidents. One back in the late 80's or early 90's the other was around 1924, ******* groups like Ku Klux **** was behind both cross burning incidents. I found old articles on the earlier one but someone is trying hard to white wash history of Traverse City by hiding evidence of the most resent one. Ones like me who were there remember those dark days like it was yesterday. It don't bode well for tourism or the Cherry Festival if there's a record of racism in our city.

Copy pasting one two different retelling of story reported by our sometimes biased Record Eagle articles regarding the first and and will continue to dig for the other one.

January 31, 2009
KKK was active in early '20s

The 1924 bombings and cross burnings in downtown Traverse City were not the first **** activity in northern Michigan.

The Record-Eagle reported flaming crosses in the Mancelona area on Aug. 1, 1923, a full year before. Six weeks later, Traverse City commissioners refused the **** permission to hold a Sept. 17 open-air meeting at the corner of Front and Cass.

About 300 people showed up anyway and marched to a vacant lot west of Front and Union after the unidentified property owner gave permission, carefully noting that it "did not commit him to any relationship with the organization," the newspaper said.

The Record-Eagle also passed on information from an identified **** source in its Sept. 17 report:

Two, maybe three organizers had worked for weeks in Traverse City. About 150 Traverse City men from "among the leading citizens" had joined. An open-air ritual with the traditional fiery cross burning on a hillside would be held "sometime but not yet" in or near Traverse City, and it would be "merely a part of the **** ceremonies and have no special significance."

People who expected to see hooded men in white robes performing rites at the Sept. 17 rally were bound to be disappointed, the paper said. A new state law banned wearing masks in public. It also would be difficult to tell how many in the audience were KKK members because "every person who has signed the Ku Klux card has pledged to keep his membership an absolute secret."


Traverse City, Michigan wasn't always welcoming to people of color.


Traverse City Record-Eagle

February 1, 2009
Ku Klux **** terrorizes TC in 1924

KKK cross burnings, explosions rock city

By LORAINE ANDERSON
Black History Month has special significance, since it begins fewer than two weeks after the nation's historic inauguration of its first black president, Barack Obama.

But there are parts of that history that Traverse City, like the rest of the nation, would rather forget. The city never had a large black population, but it did not escape a visit from the Ku Klux **** during a frightening night of downtown explosions and cross burnings on Aug. 9, 1924.

Traverse City has never seen anything like that night of terror. Buildings shook. Store windows cracked and shattered. Houses as far away as 16th Street quaked, the Record-Eagle reported.

And though outside agitators were blamed, some local people may have been involved.

It started about 8 p.m. after three explosions went off across the river from the Lyric Theatre, where the State is today.

The crowd at the Lyric all but stampeded toward the door as women and children screamed. Panicked shoppers spilled out of downtown stores. City police phones jangled with alarm.

A large cross burned on the north side of the Boardman River near Cass Street. About 50 smaller burning crosses appeared almost simultaneously at the centers of intersections across the city. Each was crudely nailed together and swathed in oil-soaked rags. Sparks flew when several cars struck them. A city fire truck raced through town to douse flames.

Then, a "touring car" with four men, robed and hooded, though not masked, slowly trolled down Front Street carrying a sign surrounded by red flares blazing three letters: KKK.

Copies of the Ku Klux **** newspaper, "The Fiery Cross," later were found downtown, and police determined that at least two cars were involved in planting and lighting the crosses.

**** leaders called the explosions and flaming crosses a recruiting gimmick, but it was more than that. The 1920s was a reactionary time in the United States. The **** had risen again, starting in 1915, widening its anti-black focus to Jews, Catholics and immigrants, particularly those from southeastern Europe. Its membership was strongest in Illinois, Indiana and Ohio.

The ****'s most powerful year was 1924, when it reached an all-time high of 5 million members nationwide and virtually controlled the government of Indiana. Its most popular slogan was "100 percent pure American."

The **** had a solid base of support in Michigan. The **** fielded two candidates in the Republican gubernatorial primary in 1924 and a ****-backed candidate was elected mayor of Flint. A write-in **** candidate even made a strong showing in a Detroit mayoral race.

In June 1924, 1,000 men joined the KKK in an Oakland County cross burning attended by about 8,000 people. Traverse City's demonstration took place just two months later. But who was really behind it?

"There is some doubt among the authorities as to whether the offenses were actually committed by local people or men from outside. They believe that local people were associated in the affair," the Record-Eagle reported.

An unidentified spokesman for the local **** denied responsibility, speculating that it was the work of **** enemies or rogue Klansmen. He told the Record-Eagle that the **** repudiated terror tactics and burning of "unwatched crosses."

Two weeks after the bombing, city police obtained felony and misdemeanor arrest warrants accusing Ku Klux **** organizer Basil Carleton of Richmond, Ind., of setting off explosives. Indiana police arrested him on Aug. 29.

Witnesses testified in two trials in December and January that Carleton had purchased 25 pounds of dynamite, fuses and three caps from Hannah & Lay Mercantile Co. about two hours before the explosions. A Park Place Hotel clerk said he saw Carleton hurrying away from the direction of the explosions about 10 minutes later. Two **** members testified that Carleton was not at the scene.

Yet he was never convicted. Juries acquitted him in both cases because the prosecutor could not prove to their satisfaction that he was at the scene of the explosion or that he personally set off the dynamite.

The bomber escaped justice. But the good news was that in Traverse City, no night of terror like that happened again.

It was this event that sparked the cross burning in Traverse City. We had only one black family in our city, when Betty Ponder and her family left Traverse City for the first time due to no one wanting to rent to them, population of blacks in our predominately white city drop to zero.


******* Movement Targets Northern Michigan

by Robert Downes

National Alliance advocates the creation of "two Americas"

Traverse City, Mich., noted primarily for its beaches, tourists and cherry pie values, appears to be erupting as a national battleground of opinion over the ******* movement, with forces on both sides of the issue coming out of the woodwork to vent their outrage over racial issues.
On Thursday, June 5, residents along stretches of Washington and Front streets in town came home to find a slick package of information from the National Alliance hanging from their doorknobs. An outgrowth of the American **** Party, the National Alliance is a ******* group which advocates the creation of "two Americas," one of which would be "White Space only with no Jews or blacks." The Alliance, advocates genocidal practices if need be to achieve its goals, and plans to distribute 1,000 information packets in Northern Michigan.

Protest organized to oppose July "NordicFest"
The incident arose only a day after more than 150 people from throughout Northern Michigan gathered at a "Hate-Free TC" meeting to oppose the NordicFest, a skinhead rock festival sponsored by the Ku Klux ****, to be held at a secret location 20 miles south of town, July 3-6.
The NordicFest is being advertised on the Internet and will feature at least six skinhead bands featured on Stormfront Records and Resistance Records -- both of which are purveyors of neo-**** hate music. It will also reportedly feature speakers from the Ku Klux **** and Aryan Nations.

Thus far, the NordicFest's location has been a closely-kept secret by David Neumann of Bloodbond Enterprizes, the concert organizer and a former director of the Michigan Knights of the Ku Klux ****. Neumann has told local media that 300 tickets have been sold for the concert -- about half the number he expects to sell. Reportedly, concertgoers will be provided with maps to the secret location at a checkpoint.

Bands expected to play at the NordicFest include Intimidation One, Aggravated Assault, Blue Eyed Devils, Max Resist and the Hooligans, and No Alibi.

Local churches offering seminars on the ******* movement and the importance of diversity
GATHERING STORM

Journalists have made inquiries on the NordicFest from as far away as London, New York and Colorado as a result of the Northern Express story circulating on the Internet. A segment for National Public Radio is expected to take the issue nationwide, possibly focusing the world's attention on Traverse City on the eve of the National Cherry Festival -- an event which draws more than half a million visitors, many of them from ethnic minorities.
"We're creating a rainbow ribbon that we hope everyone will wear in rejection of skinheads and the ****," said Rabbi Stacey Fine of Hate-Free TC. "We hope to have hundreds of ribbons during the time the **** is here, available from downtown merchants."

Fine says the group also hopes to march in the National Cherry Royale Parade with a three-by-eight-foot banner covered with thousands of signatures in a show of support for racial and cultural diversity. Thus far, Cherry Festival officials say they have received no applications from Hate-Free T.C., but will consider the request if approached.

Dottie Kye of Hate-Free TC says the group doesn't plan to try stopping the NordicFest despite their opposition ot the concert. "We're ignoring it," Kye says. "We celebrate anyone's right to organize and free speech. But our thing is unity and celebrating diversity." In addition to several church seminars on the ******* movement and the importance of diversity, Hate-Free TC is organizing a three-day "Unity Festival" which will feature dozens of musicians, artists, poets, actors and peace activists at the Traverse City Opera House, July 3-6.

Concert organizers Tim Hall and Tom Emmott say that more than 40 musical acts will send a pro-diversity message to area teens, with performers including Willie Kye, Alright Already, John Greilick, Samantha Moore, the Motor Town Juke Boys, Bentley Filmore, the Sisters Grimm, and Lack of Afro, among many others. A concert with Fishbone is planned for later in the month.

"Even if the NordicFest doesn't happen, something positive is going to come of it because it gets people thinking about the prevention of violence"
THE TEEN CONNECTION

The Unity Fest counter-concert is seen as a vital tool in fighting the influence of the ******* movement on teens in the area. After the initial story broke, the buzz in local high schools was that the NordicFest would be offering free beer to minors. Although that notion is clearly erroneous, a small number of teens in the area still cling to the idea and have also been attracted by the rebellious nature of the skinhead rock scene.
Tim Hall believes that his Unity Fest concert will help turn that tide. The three-day concert will be located in the heart of Traverse City in the old City Opera House, with easy access for the hundreds of teens who hang out downtown, often with little to do. "Our message is going to be one that values racial and cultural diversity," Hall said. "And we've had a great response so far. We had to put a lid on the performers when we reached 40 acts, because everyone wants to play at this event."

The Unity Fest will also coincide with the Annual Reggie Box Memorial Blues Blast, which was created five years ago to bring the heritage of black music to Northern Michigan for the overwhelmingly white Cherry Festival. This year's Blues Blast will feature John Mayall, Marcia Ball and the Bihlman Bros. in a free concert downtown on July 6. The concert will also feature a strong message promoting diversity.

The law enforcement view Traverse City Police Chief Ralph Soffredine says members of the law enforcement community, including the State Police and sheriffs from Grand Traverse and Wexford counties, are taking a wait-and-see approach as to whether the NordicFest will even be held.

"People ask what we would do if the skinheads wanted to march, and it's our position that they have the same rights under the First Amendment as anyone as long as they're obeying the law," Soffredine said. "It's a neutral situation for us. We just want to maintain the peace."

He added that skinheads coming to Traverse City would be treated "no different than if longhairs come into town, or square dancers. We'd certainly observe them and respond if there's trouble."

The chief noted that a similar event occurred in the Buckley area several years ago when several motorcycle gangs gathered for a rally. While the event was monitored by local police agencies, few people in the area knew that it occurred.

"Even if the NordicFest doesn't happen, something positive is going to come of it because it gets people thinking about the prevention of violence, which has become a serious problem in our community and our schools," he concluded. "The unfortunate thing is that it sometimes takes a ******* or a racial issue for people to get active."

"Sheriff Barr implies that people who have the courage to confront them will be put in jail."
ANGER FROM ACTIVISTS

Not everyone is happy with the neutral attitude of law enforcement. Judy Lowenzahn of Traverse City thinks that local police agencies should get tough on the **** concert, which has no legally-required bond or liquor license.
"These hateful groups are using skinhead music to recruit soldiers for their facist movement," Lowenzahn said. "If they are allowed to hold this event, in violation of local, state and federal laws and in violation of common decency, we will be capitve audience to their deranged homophobic, anti-semitic, racist, sexist ideology. Those who protest this message, along with those who are their scapegoats will be targets for hate crimes."

Lowenzahn upbraided Grand Traverse County Sheriff Barr after he made comments in a local paper that "I'd just as soon personally let them have their little event and be on their way." Barr added that if there was a confrontation between the skinheads and protestors, "there's going to be someone in jail."

"Does Sheriff Barr suggest that people of color and others who don't fit the aryan model hide inside their homes for the holiday weekend?" Lowenzhan responded. "Rather than offer a plan to protect the community from the violence that grows whenever white supremecists do outreach, Sheriff Barr implies that people who have the courage to confront them will be put in jail."

Northern Michigan targeted because of the predominantly white population
KLUELESS

Up to now, the vast majority of Northern Michigan residents have been klueless on the **** and the ******* movement. Many, for instance, had no idea that there even was a Ku Klux **** operating in the region until Neumann revealed that there are about 60 members operating mostly as "a fraternal organization" between ******* and the Mackinac Bridge.
Similarly, the existence and agenda of the National Alliance is all-ne
Aridea P Feb 2012
Ulang tahun singkat ku
Ingin ku rayakan di Surga-Mu
Yang indah penuh warna pelangi
Yang panjang, ku harap bagai usia ku

Ku yakin kamu tak kan tau
Hari ulang tahun ku
Namun, melihat senyummu dari jauh
Adalah hadiah terindah di Hari Ulang Tahun ku

Kue tinggi tidak ada
Lilin pun tak menyala
Hanya ku tusuk di atas tanah
Ku ucapkan harap ku selamanya
Aridea P Nov 2011
Palembang, 3 November 2011

Sunyi . . .
Di luar hujan mereda tinggal rintik
Aku duduk terlemas terpaku
Otak ku berputar "mengapa ini selalu terjadi kepada ku?"

Aku menangis...
Aku menyesal...
Aku meronta...
Di dalam hati

Aku bertanya. . .
Apa salah ku?
Ya, andai aku bisa lebih sabar
Allah pasti kan memberiku hadiah

Namun tadi aku belum beruntung
Aku kecewa . . .
Pada diriku sendiri
Mengapa tak ku dengar kata hatiku?

Seakan inilah takdir ku
Tidak pernah beruntung
Baiknya, Allah selalu mendengar doa ku
"Maafkan aku, boleh ku minta hadiah ku?"
Aridea P Oct 2011
Palembang, Selasa 21 Juni 2011


Aku punya mimpi mulia
Butuh seribu tahun tuk menggapainya
Ku tak serius, hanya mengira
Karena ku selalu tak sempurna tuk jalaninya
Hingga betisku biru
Lututku lecet
Bobot tubuhky berlipat
Sampai pikiran ku sangat terbebani
Hanya dapatkan phobia sesaat
Saat api kulihat di mata tepat
Mulutku kelu ludahku kering dan aku berkeringat
Dan tersadar tak satupun peduli aku di malam pekat
Ingat hanya aku tahu semampunya
Tak buktikan apa-apa yang telah ku buat
Orangpun merendahkan aku bagai tersiksa
Tak bisa ku membela sendiri karna tlah telat
Sadar-sadar di hari nan senja
Bahwa ku makan hanya sisa saja
Ku terima karena ku akui aku memang suka
Berharap perbaikan akan datang mangubah semua
Nama-Nya selalu ku sebut di setiap masa
Meski aku dan Dia tahu bahwa aku masih salah
Namun salahkah aku masih ingin dicinta?
Kepalaku berat bagai hampir tak bernyawa
Aridea P Oct 2011
Cinta dulu ku terindah
Telah hadir di hadapan ku
Dengan lagu indah lirik terdasyat

Wajahnya... Suaranya...
Membuat roboh semua yang ku topang
Badan ku ambruk
Air mata ku bocor
Dan khayal ku meninggi

Lagu di malam ini
Sumpah sangat menyentuh qolbu ku
Ku rindu lagi... Ku tersenyum lagi
Ku menangis lagi... Seperti dulu lagi
Aridea P Oct 2011
Tangan ku kaku ketika menulis
Kaki ku lumpuh ketika melangkah
Mata ku buta ketika memandang
Raga ku pun mati karena merindukan

Langit amat luas
Hidup bahagia bersama awan
Tapi, langit tak berikan aku
Aku pun menangis

Air laut menampung kesedihan ku
Meluap menjadi awan
Dan menenggelamkan jagat raya
Termasuk hati ku yang sudah rentan

Rentan, karena terik mentari yang menyengat
Raga ku roboh terhempas angin menjadi puing
Jiwa ku lari saat takut desiran pasir
Darah ku habis saat berlari mengejar semua

Sumpah mati takkan tergapai
Cinta sejati dalam hati yang tulus
Dengan ocehan yang melukai
Dan kata cinta yang omong kosong

Created by Aridea Purple
raquezha Nov 2017
Sa irarum ku kanimong
matam-is na pagrukot
naintindihan ko
kung uno ibig sabihon
ku pagkapot mo
ku kanakong kamot,
ku mga text ****
malang siram
ulit-ulitong basahon,
ku magrani ka
mga labi mo
sa labi ko,

guru-gab-i ko
nababayad a magayon
**** mga mata,
maganting talaga a mga bituon,
pigdara ko kanimo
ku panahon na nauuda ako,
diri kabisado a lugar nag tangad
sana ako tapos tig sundan paiyan kanimo.

Kaiba ko ika sa irarum ko mga bituon,
nakatangad sana kita tapos
pigsisilngan su bulan na malakabilog,
nag ayat sa pabor
na sana...
sana...
bayaan na su nangyari ku kadto,
mig puon sa panibago,
gibohon na sanang ekpersyensya
su dating nangyari
ku kanatong mga deperensya.

Utro, puon sa uno,
nguwan diri ko na tutugotan
na mabayad ta ulit su puro.
Isi mo dawa kadakol na buwan
su naglipas diri nagbago
su tiwala ko kanimo.

Lang siram na payabaon ka,
Ika sana, uda na iba.
Kanakong Prinsesa
na diri mig uban magiging Reyna.
Aridea P Oct 2011
Palembang, Rabu 26 Juli 2011

Aku sayang dia
Aku jaga dia sejak pertama ku milikinya
Ku genggam erat dia seakan tak ingin berpisah
Ku selalu awasi dia tak ingin kehilangannya

Dia selalu ada di setiap ku butuh
Kawan terbaik mencurahkan inspirasiku
Tak terbayang jika dia pergi tinggalkan ku
Atau hanya hilang tanpa jejak atau pesan sekalipun

Yang pertama, tak bisa terganti
Sekali sayang, dan akan terus selamanya
Perasaanku tak tercurah tanpanya
Berhari-hari aku bersamanya dengan setia

Namun di hari itu aku kecewa
Yang aku sayang yang terus aku jaga
Dia mati di kala waktunya belum tiba
Aku kecewa ketika mereka membunuhnya

Aku marah, aku kesal
Aku minta mereka mengembalikannya
Tapi yang ku dapat hanya heningan
Tanda mereka tak mau berbuat apa-apa

Aku sudah tahu jawaban mereka
Meskipun belum terucap, hanya bahasa gerak
Mereka tidak mengerti rasanya kehilangan
Mereka tidak peduli dengan perasan orang

Ku hanya ingin pertanggungjawaban
Dan kembalikan dia kembali ke genggamanku
Tolong sekali saja Kalian mngerti perasaan seseorang
Dia adalah pena ungu yang paling ku sayang

"Pena Ungu ku tinggal kenangan"
Aridea P Oct 2011
Ku duduk di sini
Kaki ku membeku karena dingin
Mata ku kantuk karena larut
Malam ku gelap tanpa sinar bulan

Telinga ku sepi, tiada yang terdengar
Bibir ku rapat, tak ada yang terucap
Badan ku lelah serasa ingin roboh
Ingin ku pejamkan mata tuk sementara

Namun terlelap dalam mimpi
Takkan tersesat walau sendiri
Harap ku akan bermimpi lagi
Mimpi yang paling indah dari kemrin
Agar temani di malam sunyi ini
Hingga aku membuka mata esok hari

by.
Aridea Purple
Aridea P Oct 2011
Jumat, 1 Oktober 2010

Alangkah gembiranya aku
Ingin ku tak henti tuk tersenyum
Tertawa, bahagia karena mereka

Terima Kasih Tuhan,,,
Kini banyak yang sayang pada ku
Mereka begitu berarti bagiku
Yang hiasi hari-hari di sekolahku

Terima Kasih Tuhan...
Mereka tidak kehilanganku
Mereka selalu memuat ku tersenyum
Dan selalu tersenyum untukku ku

Bersyukur aku atas yang ku dapat
Aku sayang kalian, Sahabat-Sahabat ku...


Created by. Aridea .P
Aridea P Oct 2011
Biar ku sendiri
Ku rela semua hilang
Dari pada ku sakiti
Biar aku yang menderita

Lirik indah idolaku
Cukup sejuk melindungi aku
Dari panas ocehan semua
Atas salah ku kepada mereka

Ku tutupkah mulut ini
Agar sepatah kata menyakiti
Tertahan bahkan mati

Haruskah ku sendiri
Memang tiada teman untuk ku
YAng baik dan mengerti
Kekurangan pada diri ini

Jika memang tidak ada
Ku siap hidup sendiri
Dengan merantau ke pulau seberang
Ku jalani hidup yang tenang

Created by Aridea Purple
Aridea P Oct 2011
Jumat, 6 Agustus 2010

Tak lagi kini kata syukur pada diriku
Tak ku sadari begitu bencinya Dia
Hingga kini ku diberi kesempatan
Yang tak ku sadari adalah cahaya-Nya

Tak lagi kini ku terpanggil untuk-Nya
Tak tahu aku ada apa dengan raga
Dan jiwa pun kini ku tak tahu di mana berada
Hanya ocehan kasar yang terucap
Tingkah laku yang berdosa saja
Perenungan yang membawa hasil
Namun tak sanggup aku berkata maaf

Sudah terlambat dan telah berlalu
Ku hanya bisa menangis sedu
Dan menanggung perasaan malu

Ku harap kali ini
Ku mampu memanfaatkan waktu
Demi hatapan dan tujuanku
Mengembalikan kata syukur pada diriku
Dan ku ucap syukur itu setiap waktu


Created by. Aridea .P
Aridea P Jul 2012
Palembang, 28 Juni 2012

Haruskah ku hapus semua fotomu dari folderku?
Haruskah ku buang semua gambarmu dari kotakku?
Haruskah ku remove kamu dari teman facebookku?
Haruskah ku unfollow kamu dari twitterku?
Haruskah ku kubur dalam-dalam kertas puisi untukmu?
Haruskah ku tutup semua jejaring sosialku?
Haruskah ku berjalan ke seluruh dunia,
menghafal semua nama negara tuk melupakan namamu?
Haruskah ku menyelami seluruh samudera,
mengingat semua rupa makhluk laut
agar bisa melupakan rupa wajahmu?
Haruskah aku menyusuri padang pasir serta pegunungan,
berjalan tanpa arah supaya melupakan jalan rumahmu?
Haruskah aku terjun dari tebing tertinggi,
atau dari jurang terdalam,
supaya kepalaku terbentur dan melupakan semua tentangmu?
Haruskah?
Karena aku sudah tak sanggup lagi di sini
Hidup denganmu, dengan kamu
Aridea P Oct 2011
Jakarta, Minggu 18 Mei 2008


Dulu diary ku indah
Sekarang telah ku ubah
Tapi, saat gagal bertemu kau
Ku satukan diary yang terpisah
Sebagai bukti dariku
Yang kan ku berikan untukmu
Agar kau tau
Seberapa besar  cintaku
Kasih ku t’lah tercurah
Berdetik-detik, berjam-jam
Bahkan berhari-hari lamanya
Semoga dapat kau terima
Meski terluka akhirnya
Biar ku pergi saja
Lupakan kenangan indah
Dan yang paling menyakitkan
Tapi, takkan ku biarkan
Diary ku berubah indahnya
Aridea P Oct 2011
Senin, 28 April 2008

Aku sendiri di sini
Teman ku menjauh
Lagu kakak ku tak tergetar
Lirik indahnya menghilang

Lidah ku sakit
Tak bisa berkata
Angin pun menjauh
Peluh dingin terasa

Duduk sendiri ku di sini
Menulis kata bahwa ku sepi
Ingin ku ucap di hadapan dunia
Tapi tak sampai ku ke sana

Kenang lagu kakak ku tersayang
Hatiku sejuk tangis datang
Melihat semua menjauh
Tpi lagu kakak selalu menghibur
Aridea P Oct 2011
Kini ku punya cinta baru
Ku tahu pasti kan cepat berlalu
Seperti cinta ku yang dahulu
Hanya sementara tuk menemani ku

Kini ku tak sanggup untuk
Ucapkan kata cinta seperti dulu
Ku takut hati ku pilu
Karena sakit hati yang ku buat

Cinta baru selalu ada
Akan terus berganti dan berpindah
Hingga berhenti saatnya tiba
Cinta sejati tuk selamanya


By. Aridea Purple
Aridea P Oct 2011
Jumat, 13 Agustus 2010

Tlah beribu-ribu menit lalu
Aku tak jumpa lagi catatanku
Tak ku tumpahkan lagi pikiranku
Tak ku kotori lagi kertas-kertas ku
Dan aku rindu...
Ingin menulis lagi
Supaya aku bisa baca lagi
Sambil tersenyum memuji
Alangkah indahnya tulisanku

Apa arti semua itu??
Entahlah, 2 tanda tanya untuk itu
Ku tak akan pernah lelah menulis
Aku janji, bila aku sempat-
kan ku tulis beribu-ribu kata
Agar terlukis kisah hidupku
Yang penuh warna-warni kehidupan


Created by. Aridea .P
Aridea P Oct 2011
Pertengahan tahun aku kenal dia
Tepat saat kenaikan kelas 9
Ku berteman dengan nya
Hingga kami menjadi sahabat
Ku beri dia segalanya
Termasuk contekan
Saat ada masalah sama guru
Aku membelanya
Hingga awal bulan tahun kedua
Kami terus bersama

Seiring waktu berjalan
Ku masih baik dengannya
Ku selalu menjaga perasaannya
Tapi… di pertengahan bulan tahun kedua
Aku konflik dengannya
Ternyata sahabatku selama ini
Seorang munafik yang berkata lebay
Ku sedih, ku kecewa, ku marah!
Dan ku bersumpah tak ingin mengenalnya lagi
SELAMANYA
Aridea P Oct 2011
Malam ku kemarin
Amat indah kan abadi
Terukir selalu di dalam hati
Nama mu walau hanya mimpi

Sungguh bahagia hati ku
Bila ingat akan mimpi itu
Lamunan ku berakhir
Saat mentari muncul di pagi hari

Tak dapat ku sebut nama mu
Di dalam mimpi ku malam itu
Karena gugup hati ku
Tergetar semua nadi ku

Kelak kita bertemu
Bertemu menjadi satu
Akankah kau campur cinta mu
Dengan cinta ku yang menunggu

Created by Aridea Purple
Aridea P Oct 2011
Jiwa ku terbang
Raga ku hilang
Raga ku menangis
Hati ku mencari

Saay hancur hati ku
Berkeping-keping bagai sisik
Susah dicari untuk dihiasi lagi
Untuk menjadi seutuhnya hati

Serpihan hati ini terbang
Sisa, ku peluk erat sampai ku mati
Sampai kembali lagi
Jiwa dan raga ku ke sini

Tempat terindah kini hatiku
Saat menemukan mereka
Dalam buaian hangat
Hidupku indah untuk selamanya

Le Gra,
created by. Aridea Purple
Aridea P Oct 2011
Pernah ku tulis surat untuk mu
Yang indah berisikan tentang cinta
Ku ingin kau tahu akan isinya
Tapi, tak pernah sampai pada mu

Selalu tertahan di sini
Ku kumpulkan saja sendiri
Dan akan ku terbangkan ke angin
Agar membawa surat ku pada mu

Mungkin kan sampai
Tapi, apa kau terima semua?
Tersenyumkah kamu, saat membacanya?

Apa kau tak merasa
Surat ku penuh dengan cinta
Berapa kali ku tulis cinta
Mungkin penuh tak tersisa

Renungkan surat ku
Yang penuh cinta untuk mu

By. Aridea Purple
David Nelson Aug 2013
Ku Ku Kachoo

what this means
has no bearing on the straits
say this three times fast
and it will open up the gates
another hit of cid
and a token of regrets
a barrel of sunshine
here's looking at you kid
maybe the sound
of a walrus on the roll
just another way to say
for whom the bell may toll

the lads where just being crazy
they were shaking up the tree
to see how many lemons
would fall down the gravity you see
so baby you can drive my car
if that's what you want to do
but if you put a dent in it
I'll be like poison ivy all over you
I'll scratch your itch if you'll scratch mine
just give me something new
if you feel lost in space
just say Ku Ku Kachoo  

Gomer LePoet...
there's Liver "in my" Pool lads
Aridea P Sep 2012
dari awal memang aku hanya kertas kosong bagimu
tak bisa digambar, tak bisa ditulis
yang terlupakan, yang tertinggal
yang terbuang, tak berharga
meski ku coba tuk tulis sendiri
kau hapus begitu saja,
dan kau buang

nama ku tak pernah kau sebut
mungkin karena kau lupa
mungkin karena kau tak suka
aku Erikaa
kau bisa panggil ku apa saja
sesukamu
tapi jangan,
jangan kau tak menyapaku

ku baca statusmu
diam-diam,
dari akun temanku,
teman baikku

kau benar suka dia?
haha tentu saja!
kau kembali ke kampung halaman,
besoknya kau pergi lagi menjemputnya
oh betapa beruntungnya dia
dicintai malaikat sepertimu

jika kau menikah,
apa ada kau akan mengingatku?
mengingat kekonyolanku?
menertawai kebodohanku?

kini semuanya ku buang,
semua tentangmu
senyummu,
candamu,

tapi ku mohon,
izinkan aku menyimpan foto-foto mu
bukan foto dirimu,
tapi foto mu,
pohon, jalanan, Samudera Atlantik, yang kau foto

No!
Akan ku hapus semua!

Terima kasih tuk selama ini.
Kau tlah berikan 0.5% cinta mu padaku
Terima kasih telah 99.5% membenciku
sehingga aku sadar akan kedudukanku
Terima kasih sudah 100% mencintai dia
aku yakin kau takkan menyakitinya

""Selamat G----- F--------- F--------
Semoga kamu BAHAGIA""
Aridea P Nov 2011
Palembang, Kamis 6 Januari 2011

Aku tak mengerti apa arti dari Cinta Sejati
Yang ku tahu hanya cinta itu membuat kita sakit hati
Tapi, mengapa rasa ini lain, tak seperti yang lalu
Ku cemas bagaimana bila aku jatuh cinta dengan nya?

Jatuh cinta...
Cukup umurkah aku tuk mengenalnya?
Aku takut itu akan berujung penyesalan
Tapi, selama ini aku hanya diam tak ada gairah
Diakah yang akan membuatku bangkit dan berdiri?

Cinta... Cinta... Cinta...
Hanya cintakah yang paling mudah di dunia ini?
Mudah untuk mencintai, mudah tuk menyayangi
Mudah tuk melukai, mudah tuk menyakiti
Dan mudah-mudah lainnya...

Aku heran, mengapa aku harus kenal cinta
Bila ujung-ujungnya ku harus menyesal
Semoga cepat ku dapatkan jodoh ku
Supaya penyesalan, penantian, semuanya!
Tidak berlaku lagi dan ku hidup bebas

Cepat katakanlah cintamu
Mungkin itulah yang ku tunggu
Mungkin? Ya, bisa iya
Bisa juga tidak
I'm waiting all alone here
Aridea P Oct 2011
Palembang, 22 Juni 2011

Api itu hampir merajai waktu
Merenggut harta benda tanpa ampun
Mangarang tubuh yang sesepuh
Duduk pun terdiam di kursi besi butut

Kekuatan api bagai Sang Supernova
Membumbung tinggi tak ada yang terjaga
Meletup-letup bagai haus dan lapar
Tinggallah hamparan abu di senja tiba

Sebelum fajar menyingsing indah
Berisik di tengah jalan sirine mengulang
Langkah kaki mondar-mandir yang tentu arah
Bergotong royong pun dengan peluh dan baju basah

Ku duduk terdiam terpaku
Setengah melamun di sebelum senja muncul
Ku tersadar pun di tengah padam lampu
Dan ku lihat Monalisa tersenyum pada ku

Ku duduk bersimpuh di kaki
Menunduk dan berharap ini hanya mimpi
Dan aku bangkit tuk lihat situasi
Ku dengar mayat rapuh bagai tiada arti lagi

Tak mampu tumpah air mata
Hanya tubuh kaku mati rasa
Pikiran yang ingin selalu waspada
Mental ini rapuh butuh udara

Abu terasa di mana-mana
Terinjak, menyatu dengan tanah
Menutup mata kini selaalu terjaga
Menjaga hari tanpa Supernova

9 Juni penuh cerita
Di bawah tangisan dan panikan
Wanita memasak dan menjaga anak
Pria bahu membahu membangun rumah
Aridea P Oct 2011
Kenapa sulit bagi ku
Menulis puisi dengan namamu?
Tersesat selalu aku di sini
Menulis namamu tertulis yang lain

Ingin ku bakar diri ini
Tak bisa dicintai oleh mu
Ku yakin kau tak di sini
Membawa cinta yang ku harapkan

Karena ku tahu ku tak indah
Dari Dewi lain yang pernah kau kenal
Tapi, semua tak punya hati
Meninggalkanmu dan tak setia

Ku berjanji kan setia
Tapi, kau tak mau juga tak apa
Namun, izinkan aku sekali saja
Ucapkan cinta pertama tuk selamanya

Created by Aridea Purple
Aridea P Nov 2011
Palembang, Selasa 29 November 2011

Maaf,,,
Maaf hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan

Sungguh,,,
Kalian tahu sendiri aku terlalu bodoh tuk berbuat
Dan aku terlalu bodoh tuk bicara

Yakinlah,,,
Aku selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi
Jadi orang yang mudah senyum dan menyapa

Tapi kalian tahukah?
Tuk melakukannya itu terlampau sulit bagiku
Bila hidup ini ku kurung sendiri
Ku kunci sendiri
Tanpa interaksi

Aku tahu kalian pun bertanya
Mengapa aku terpilih bila aku tak bisa apa-apa?
Jawabannya adalah beruntung
Ya, terkadang Keberuntungan mau berteman dengan ku
Tapi lebih banyak ia meninggalkan ku

Kalian pasti tahulah mengapa ia meninggalkan ku
Karena aku tak pandai berteman
Karena bakat ku melukai perasaan orang
Meski aku tak bermaksud
Terkesan begitulah di hati kalian

Sekali lagi
Maaf aku tak bisa menjadi yang kalian mau
Inilah aku apa adanya
Yang ku mau kalian bisa sabar
Sehingga terbiasa menghadapi aku yang sekarang
Aridea P Oct 2011
Jakarta, Minggu 15 Mei 2008


Di sini hanya sesal
Ku tak melangkah kepada mu
Yang berdiri di padang rumput
Tersilau cahaya di pagi hari
Meski tak kulihat kamu
Mata hati ku menyusuri
Tak ingin ku kehilangan mu
Walau harus terpisah jauh
Tuhan mendengar doa ku
Saat petunjuknya hadir untukku
Ku hindari tak sengaja
Karena dua pilihan menerkam ku
Apakah jalan ini salah?
Ku menangis penuh sesal
Tak bisa melihat kamu yang indah
Padahal, hanya satu langkah aku kan sampai
Safana Jun 2020
Rayuwar ku, ai
Rayuwar mu ce

Rayuwar mu, ai
Rayuwar ku ce

Rayuwar ku rayuwar mu ce
Rayuwar mu rayuwar kuce
Kune sanadin komai
Iyaye kunyi min komai

Bani mantawa
Bani yadawa

Bani yadawa
Bani mantawa

Alkhairin ku ya girma
Ya wuce duk tunani ma
Sanadin rayuwar ku ma
Tawa ta sami alfarma

Bani yada ku
Bani manta ku

Bani manta ku
Bani yada ku

Bani manta koman komai
Tallafin ku ya wuce komai
Faharin ku shine komai
Kune dukkan komai

Ya Mahaifiya ta
Ya Mahaifi na

Ya Mahaifi na
Ya Mahaifiya ta
My parent

Your life, it's
My life

Your life it's our lives
Our lives is your life
You're the reason for everything
And, you did everything

I can't forget...

Thank you
O' Mother
O' Father
Aridea P Oct 2011
Malam larut tak ku rasa kini

Hanya duduk merenungi sepi

Aku pun berdiri

Mendekati cermin di dekat ku

T'lah ku lihat kini

Bayang lain pengkejut hati

Namun, tak kuasa ku tahan tangis

Ingat-ingatmimpi yang lalu

Bintang-bintang kabur berkejaran

Bulan pun tak lagi berjanji pada ku

Untuk selalu menyinari aku

Malam larut hilang berganti pagi

Menusuk raga saat raga menyinari

Membunuh jiwa saat tak lagi kini

Ku rasakan malam yang hening

Di mana ku selalu teringat Belahan Jiwa

Yang dulu slalu mengiasi malam

Created by,

Aridea Purple
Aridea P Oct 2011
Jakarta, Minggu 31 Agustus 2008


Jika malam ini indah …
Ku kan memuji bintang-bintang
Tanpa sakit ku sementara
Ku beri senyum indah tuk mereka

Namun bila sebaliknya
Ku kan jatuh dari langit
Dan tertimpa sakit selamanya
Aku kan menangis tuk mereka

Dunia ku memang tak indah
Bagai hancur saat bumi berputar
Hati ku pun bertahan
Tuk tetap indah selamanya
Dan biarkan cinta
Ku tunggu darinya
Aridea P Oct 2011
Jakarta, Tuesday 2 September 2008

Sudahkah akhir cerita ku
Namun mengapa kamu di sini
Semakin indah semakin ku sayang
Hingga, ku tak bisa pergi tanpa mu
Namun, diriku tidak mampu
Diri ku tak berdaya
Bila melihatmu lebih nahagia dengannya
Mengapa, bukan ku yang di sana
Mengapa, senyum ku tidak ada
Ku hanya senyum sendiri
Melihatmu bahagia
Tubuhku tak berdaya
Sambil terluka . . .
Lacuna Nov 2016
aku suka dia
salah
emm aku cinta dia
tak tau alasannya apa
dia tidak terlalu tampan
tak terlalu pintar
bahkan ada yang menganggap nya tidak menarik
tapi aku tertarik dengan dia
aku tertarik dengan dia sejak pertama kali teman ku menyebut nama nya
menceritakan hal-hal konyol akan dirinya
yang membuat ku jatuh lebih dalam kepadanya
mata nya biasa saja
manik hitam yang keliatan coklat saat terkena sinar matahari
tapi bagi ku
mata itu bisa memberikan kebahagiaan
kebahagiaan ku
hanya aku yang boleh merasakan kebahagiaannya
kalian tidak boleh
sudah lah, aku lelah
jika aku terus menulis tentang betapa aku mengagumi nya
kurasa tangan ku akan lepas.
Aridea P Oct 2011
Jakarta, Selasa 3 Februari 2009

Tahun baru t'lah berlalu
Tak ada rasa senang sedikitpun di hati ku
Terasa sedih awal kehancuran
Yang kan menimpa awal hidupku

Bulan pertama t'lah berlalu
Terlihat kesibukan dalam hidupku
Hingga ku lupakan kewajibanku
Amarah pun datang dari Ibu

Ku merasa bersalah..
Tapi... Tak terasa ada salah
Bulan ini penuh derita
Februari sumber derita

Ku harap di esok kelak
Ku bisa terlepas dari derita
Ku tak ingin menderita
Ku rela awal ini saja menderita


Created by. AP
Aridea P Nov 2011
Palembang, 3 November 2011

Aku bersabar . . .
Tetap berusaha dengan penuh harap
Supaya bisa melihat wajah mereka
Mendengar suara mereka
Menyaksikan kekompakan mereka yang sangat aku cinta

Aku tidak menangis . .
Hampir,
tetapi ku hapus air mata dan ku pasang senyum bahagia ku
tersenyum sesekali, tertawa bersama mereka

Aku tidak mengerti bahasa mereka
Tapi aku mengetahui yang mereka bicarakan
Aku tidak pernah bertemu mereka
Tapi aku bisa merasakan mereka sangat dekat
Aku tidak mengenal mereka
Tapi aku sangat mencintai mereka

Dari dulu hingga sekarang rasa ini tak akan berubah
Meskipun aku belum beruntung
Doa membantuku memberitahu-Nya
Bahwa aku sangat merindukan mereka

Sekarang,,,
Aku sedang memandang mereka
Merekam setiap kata, gerak, dan ekspresi mereka
Hal terindah yang pernah aku rasakan
Terima Kasih Tuhan, , ,
Hadiah ku datang


Created by. Aridea P

— The End —