"kesakitan" poems
*Hujan hari ini begitu deras
Dan selepasnya tak kulihat pelangi
Tak seperti dongeng-dongeng malam
Atau ayat-ayat motivasi penguat hati*
*Hujan hujan sebelumnya juga begitu
Ku lihat ikan-ikan kesakitan terkena derai siram hujan
Lelaki tua peminta kedinginan kebasahan
Listrik menyambar, tiang jatuh, seorang anak tertimpa*
Buruk, buruk, buruk
"Hei ayo bermain!"
*Lamunanku terjerat
Segerombolan bocah kecil menari dibawah derasnya hujan
Bernyanyi gembira nyengir tak terkira
Aku menjeling, aku mempelajari, aku mulai tersenyum
Agaknya aku yang lupa
Tak kupandang rumput kehausan bersorak menanti tibanya air minum mereka
Sisi pandangkulah salah
Aku menyalahkan pelangi
Tak kulihat bahwa petani begitu bahagia dan menanti
Ini semua bukan tentang pelangi warna warni itu
Pelangi yang sesungguhnya ada disekelilingmu
Jangan merana
Jangan sepertiku
Yang kulihat hanya aku dan segala kesepian ini*
Oct 15, 2016
Oct 15, 2016 at 8:52 AM UTC
Sejak lama ku memulainya
Mengotori kertas dengan sebercak tinta
Menciptakan puisi yang amat indah
Penuh makna akan liriknya
Dengan goyangan tangan
Jari-jari ku memegang tinta
Melukiskan suara hati ku
Yang menangis ditinggalkannya
Hati ku merintih kesakitan
Tergores luka dan tertusuk panah
Mengaku hati ku masih mencintanya
Meninggalkan puisi cinta hingga menutup mata
Created by Aridea Purple
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:50 AM UTC
Kerak dinding merapuh
Menyapuh bata, menyangainya
Alamat hujan atas gersang
Laksana injil bagi pemeluknya
----------------------------------------------
Ngengat dan sesak beraduk
Alasan bagi kuda putih yang tak lagi berlari
Hari ini ia merangkak
Kesakitan atas luka entah dimana
Sakit tampak dari air matanya
Tetesan berawai dan putus asa
May 28, 2016
May 28, 2016 at 12:28 PM UTC
Mungkin kalian bertanya mengenai sosok yang aku sebutkan di tulisan ku sebelumnya
Yaa.. Satya
Seorang laki-laki yang mengisi hari demi hari seorang perempuan yang dari dulu sudah sendirian, kesepian, dan kesakitan menghadapi dunia nya
Bagaikan bias pelangi yang melukis abu-abu nya langit, begitulah ia
Hadirnya mengisi segala kekosongan yang ada pada diri ini dan mengisi penuh sesak dengan kasih sayang nya yang tak terhingga
Setelah ribuan pertanyaan yang selalu menyerbu kepala, lalu sampai pada kesimpulan "ternyata aku bisa ya dicintai sebegininya oleh seseorang?"
Menjadi cinta terakhir nya adalah kalimat yang selalu ia utarakan di bibir yang selalu menampakkan senyum manis nya
Namun perempuan ini tidak menyangka dalam waktu yang sangat singkat hal itu menjadi kenyataan, sebelum sekarang ia sudah berada di tempat terbaiknya
Ia berpulang.
Feb 19, 2024
Feb 19, 2024 at 11:07 AM UTC