"kencan" poems
Kupaparkan rayuanku untukmu.
Kupertontonkan asmaraku untukmu.
Dunia harus tahu !
Hatiku selalu menggebu - gebu !
Kukirimkan surat cintaku melalui dunia maya.
Pak Pos sedang sibuk kasmaran juga rupanya.
Oh pak Pos !
Kencan jangan terlalu lama !
Siapa yang bisa mengantarkan cintaku padanya ?!
Kusiapkan surat kuselipkan kata manis dan rindu dengan tinta merah dan banyak kecupan mesra.
Maya harus tahu !
Hatiku memang menggebu - gebu !
Tapi kau buang puisiku.
Melirik saja tak mau.
Ya sudah kalau begitu.
Biar saja dipakai followers saya,
lumayan untuk caption mereka.
Padahal untuk merangkai kata dan rima,
hati harus jatuh dan kau buat patah.
—
Puisiku sebatas dunia maya.
Tidak sampai hati yang empunya.
Malang.
Malang.
May 9, 2019
May 9, 2019 at 11:57 AM UTC
Kuoleskan perona pipi berwarna merah muda di wajahku
Agar ketika bertemu denganmu
Aku bisa menutupi perasaan tersipu malu
Pukul berapa anda datang, tuan?
Sekarang sudah pukul delapan lebih lima
Aku menunggu dengan rasa yang sama
Dan tak lupa bersama puisi milik Joko Pinurbo
Aroma ekstrak parfummu menghampiri
Dengan setangkai bunga di mimpi
Apr 1, 2020
Apr 1, 2020 at 12:23 AM UTC