"kenang" poems
Bila memang AKU BUKAN PILIHAN HATI MU
Biar ku pendam CINTA DALAM HATI ku
Sungguh, yang akan ku berikan UNTUKMU SELAMANYA
Pergilah kau SEJAUH MUNGKIN membawa LAGUKU
Ke TEMPAT TERINDAH di SURGAMU
RASA SAYANG ini hanya untukmu
Dan ku akan menunggu DI SINI UNTUKMU
Berharap kau bawa LAGU CINTA yang TERCIPTA UNTUKKU
WAKTU YANG DINANTI akankah datang?
DEMI WAKTU ku kan berubah
Tak akan SEPERTI YANG DULU
Yang hanya berkhayal melihat wajahmu
Di BAYANG SEMU
Sungguh indah kau bagiku
TIADA YANG SEPERTI DIRIMU
Yang ku kagumi sepanjang waktu
Ku rindu SAAT INDAH BERSAMAMU
Walau di mimpiku aku mencintaimu
Namun, APALAH ARTI CINTA tanpa hadirmu
Kumohon IZINKAN AKU
Member CIUMAN PERTAMA KU untukmu
Karna saat indah itu mungkin TAKKAN TERULANG
BERJANJILAH kau tuk selalu menghiasi ku
Karena tak satupun SAHABATKU yang indah seperti mu
Ku ingin terbang MELAYANG
UNTUK TEMUKAN dirimu yang SESUNGGUHNYA
Ku sadari memang BUKAN AKU untukmu
Tapi, aku hanya ingin kau BERIKAN AKU CINTA
Meski sedikit, walau terpaksa
Tak lelah SUARA HATI ku memanggilmu
Yang ingin menjalani CERITA BERSAMAMU
DOA ku panjatkan selalu
Memohon tuk bertemu kamu
Meskipun kamu punya CINTA YANG LAIN
Ku rela melepasmu untuknya
Kau TAK PERLU mengaku bahwa kau cinta aku
Memang, tak pernah kau cinta aku
Yang ku kenang kini adalah
Ku bahagia mengenal LAKI-LAKI seperti kamu
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:33 AM UTC
Sifat jahat kembali lagi
Hancur hidup ku saat ini
Karena ucapan kali ini
Dan aku pun menangis
Gerah rasanya hidup ini
Aku di sini hanya lirih
Apa yang bisa aku akhiri
Bila semua takkan terakhiri
Akankah ku pergi lagi?
Diam tanpa harus bicara lagi?
Menangis di malam lagi?
Dan mendengar lagunya kembali?
Aku kangen Arlonsy lagi
Aku ingat Arlonsy lagi
Aku menangisi Arlonsy lagi
Dan aku mimpi Arlonsy lagi
Aku dengar suara dia
Aku dengar melodi dia
Aku dengar detak jantung dia
Dan aku dengar segala tentang dia
Aku menangisi dia lagi
Aku rindu dia lagi
Aku kenang dia lagi
Dan aku ingin dia kembali
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:19 AM UTC
Senin, 28 April 2008
Aku sendiri di sini
Teman ku menjauh
Lagu kakak ku tak tergetar
Lirik indahnya menghilang
Lidah ku sakit
Tak bisa berkata
Angin pun menjauh
Peluh dingin terasa
Duduk sendiri ku di sini
Menulis kata bahwa ku sepi
Ingin ku ucap di hadapan dunia
Tapi tak sampai ku ke sana
Kenang lagu kakak ku tersayang
Hatiku sejuk tangis datang
Melihat semua menjauh
Tpi lagu kakak selalu menghibur
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:34 AM UTC
Tergetar nadi ku saat teriakanmu
Tersenyum aku saat melihatmu
Bagai mentari pelawan gelap
Bagai jiwa ku yang amat tenang
Saat terjunan air membasuh raga
Alangkah indahnya pelangi melingkar
Bercahaya terang amat indah warnanya
Begitu segar sambil menatapnya
Tatapan itu tak sama
Dengan saat aku menatapmu
Di hati ku hanya kau yang terindah
Tak tertandingi dari apapun
Cinta...
Segelas darah ku buang
Selaut air mata ku tumpahkan
Saat ku lihat kini kau berada di Surga
Created by Aridea Purple
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:45 AM UTC
Jakarta, 13 Mei 2007
Ku pandang sisi-sisi sudut di sebuah ruangan
Tiada apapun yang dapat ku kenang
Selain seorang teman yang setia kawan
Ku harap ada seorang kawan yang menemaniku
Di kesunyian malam yang terus mengancam
Seolah tak peduli akan ketenangan
Namun
Ku mencoba untuk sabar menanti kerinduan
Pada seorang terkasih yang s’lalu ku dambakan
(Puisi ini dibuat untuk dinilai oleh guru bahasa pada tanggal 14 Mei 2007, dan mendapat nilai 8)
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:42 AM UTC
Saat indah bersamamu
Ungkap ku indah amat ku kenang
Kuasa Tuhan yang ku hargai
Rasa cinta yang terus tercipta
Alangkah senang hati ini
Yang terhias momen indah
Aku dan kamu yang indah berdua
Walau kini tak terasa lagi
Ingin ku ulangi tuk terakhir kali
Nuansa indah penghias hari-hari
Alangkah senang hati saat terjadi
Takkan ku lupa seumur hidupku
Akan ku kenang untuk selamanya
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:24 AM UTC
Jakarta, 5 Mei 2008
Saat ku ingkar janji
Lagu mu hadir
Dan aku sadari
Aku pun bersedih
Saat masalah datang
Ku tak tau bagaimana
Ku kenang lirikmu
Yang indah dan ku merindu
Melodi gitar dengan kunci
Hasilkan nada yang harmonis
Maaf, ku hanya mengagumi
Sungguh hati ini cinta mati
Maaf, ku hanya bisa menangis
Sungguh, angan ku hanya mimpi
Lagumu penyejuk hati
Sadarkan aku dari ingkar janji
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:46 AM UTC
Apa kabar, Tuan?
Lama tak beradu tatap.
Bagaimana kehidupanmu tanpaku?
Sepi,
senang
atau
lebih dari tenang.
Kenang memori kita, Puan bersedih.
Puan tahu diluar kehendaknya untuk memohon kembali kepadamu.
Namun tiap malam Puan meraung sepi, terisak sesak. Puan menyerah namun Puan tak bisa melepaskan.
Puan hanya ingin berbicara barang lima detak,
Puan ingin Tuan tahu,
Tuan masih bertahta di hati Puan.
Oct 5, 2018
Oct 5, 2018 at 11:48 PM UTC
Awan seakan mulai mengabu
Petir pun bersahut sahutan menyeru
Hujan turun perlahan
Seolah menemani diri yang baru saja kehilangan
Rintiknya membawa sejuta kenang
Tentang seseorang,
May 29, 2019
May 29, 2019 at 12:55 PM UTC
kita bertemu dikala petang
dua jari saling bersilang
aku minta izin bertualang
kau beri restu penuh sayang
dengan itu ku bertualang
tak peduli akan halang rintang
semua halang aku terjang
dan diujung senja aku menang
wajah penat berganti riang
sang aku menjadi sang petualang
semua halang kan ku kenang
untuk diceritakan kepada sang sayang
sebelum sang senja hilang
kupenuhi janji untuk pulang
dan dikalau aku datang
aku disambut sang mata berlinang
Mar 2, 2019
Mar 2, 2019 at 12:49 AM UTC
Jemari mulai gemulai
Dikala ia mulai melambai
Bahasa tubuhku tidak diragukan lagi
Lika likunya sudah tertebak dari haluan pertama bapak satpam
Dia mulai menyapa
Aku teriak keras
hatiku yang teriak
Hawa panas tubuh beriringan membara bersama
Peluh terbawa jatuh dipipi
bisa bayangkan, bagaimana wujudku waktu itu....
Kini, segala fana itu harus di nikmati, entah menarik, suram, dan basi
Aku pikir, kapan lagi akan bertemu dan beradu argument sedekat itu
Kapan lagi berdialog serius dengan elokan tubuh cukup dekat
Kapan lagi aku bisa pandangi wajahnya 4 cm lebih dekat dengannya....
Jadi kupikir, aku harus syukuri, jika nanti tak bisa lagi. Yasudah ku kenang saja....
Nanti senja jadi pelengkap saat mulai mengenang moment itu, sudah ku jadwalkan
Apr 14, 2018
Apr 14, 2018 at 5:25 AM UTC
Sejengkal rindu dalam bogor
Dahulu kudengar sebuah dongeng tentang Kota diatas awan,
Bogor, Kota yang tiada hari tanpa hujan
Kota tiada pemandangan gedung kaca
Kota tiada pemandangan selain Gunung Salak
Perkenalan kala itu mengantarkan mengenal lebih jauh tentang Bogor
Tatkala itu Bogor sungguh sebagaimana kota diatas awan
Kini rupanya tak begitu indah, tak seperti masa itu
Namun, Bogor tentu setia dengan beribu kenangannya
Bogor tetap saja Kota yang setia menyimpan ingat,
Bogor tetap melangkah seperti biasanya,
Sayur tetap disediakan pedagang di pagi gelap
Angkot tetap tabah menunggu penumpang
Tugu kujang tetap setia di tempatnya berada
Bogor, kenang itu selamanya. Terimakasih.
Muhammad Iqbal Ramadhan
Bogor, 22 Agustus 2021
Aug 23, 2021
Aug 23, 2021 at 2:02 AM UTC
terima kasih sudah melengkapi
disini tertulis
untukmu pada dini hari
jika dihadapkan lagi oleh tawamu
satu detik saja
kita ada
berdesir wangi lembut
aku kenang lagi aromamu
akan ku putar lagi perjalananku
menghampirimu
13 januari nanti
jangan berhenti
tetap seperti ini
siapa aku berani menuntut abadi
Nov 7, 2019
Nov 7, 2019 at 12:41 PM UTC