Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kecilku" poems
kamu... seperti kamar yang kamu tinggali... seperti ruangan yang menjadi sejarah kita... terbuka, tanpa sekat, tanpa jendela.... kamu dingin tapi dalam pelukmu aku merasa hangat... angin kencang atau hujan gerimis.... mana kamu peduli... kamu bilang, "asal kamu disini, semua menjadi hangat" kenapa kita berbeda? kenapa ruanganmu lebih besar? bukankah kita saudara? bukankah aku adik terbaikmu? lalu, kenapa aku tidak ingat masa kecilku disini? ya, lagipula... semua itu hanya mimpi...
0
Apr 23, 2015
Apr 23, 2015 at 10:40 PM UTC
a (fake) brother
Dalam retrospeksi minda naif kecilku pernah berimaginasi memikirkan dunia luar sana yang bagaikan fantasi hati merontakan suatu kebebasan yang diimpi namun kini ku sedari, itu semua hanyalah persepsi seorang gadis kecil yang dahulunya bercita-cita tinggi masa sudah tiba untuk kembali ke realiti. Selamat datang ke Kota Korupsi di mana manusia-manusia bertopengkan syaitan kehausan kuasa, kerakusan harta duniawi dipuja, dipuji dan disanjung tinggi pil penawar pula makanan ruji untuk depresi tiada lagi tempat mengadu, tempat meluahkan hati hanya tinggal kata-kata yang kehilangan erti terpapar di kotak skrin empat segi. Bangsaku semakin alpa, agamaku jauh sekali soal halal haram tidak dipertikaikan lagi hanya topik sembang santai di kedai kopi bicara hari nanti ditolak dahulu ke tepi. Dunia yang dahulu semakin pudar hanya serpihan di hujung sudut memori masa berlalu terlalu pantas, terlepas dari jari-jemari sekarang sudahpun tiba generasi baru menapakkan kaki namun, lihatlah sejarah mengulangi dirinya sekali lagi selagi nafas belum terhenti selagi kita belum pergi.
0
Dec 29, 2017
Dec 29, 2017 at 6:45 AM UTC
Kota Korupsi
Salam hangat untuk pembaca yang terhormat, Apa kamu tahu apa yang lebih cerdas dari berada di tengah-tengah dan jadi pengamat sebelum benar-benar memihak? Atau, apa menurutmu tindakan itu bukanlah tindakan yang akan dilakukan oleh orang-orang intelektual yang sesungguhnya? Apakah menurutmu itu adalah tindakan orang-orang bodoh yang tidak peduli atau orang-orang pemikir yang berhati-hati? Kakekku menyisipkan kata ‘median’ pada nama awalku dan ia jadikan kata itu sebagai nama kecilku, juga nama panggilanku. Di antara nama lengkapku yang berbunyi, Mediana Prawirahardja, kata yang diartikan sebagai nilai tengah itu ia tetapkan sebagai nama panggilan untukku. Harapannya adalah agar aku akan memiliki sifat yang sama dengan kata itu. Berada di tengah. Netral. Damai. Berada di tengah  dan menilai, atau berada di tengah dan memiliki nilai. Nama adalah doa dan lama-kelamaan, aku mulai lelah menjadi pengamat yang hanya bisa menyaksikan dan mencari-cari kebenaran yang belum terungkap di antara hiruk-pikuk masyarakat yang hilir-mudik penuh hingar-bingar ini, di balik dunia yang berantakan ini.
0
Sep 5, 2017
Sep 5, 2017 at 2:52 AM UTC
Dari Median
Sudah lama, entah akankah menjelma? Teman kecilku berhamburan Rangkaian aksara yang ku susun buyar perlahan Meninggalkan lembaran putih nan bersih Sungguh malang teman kecilku Tersesat dalam ketidakwarasan waktu Ruang tempatmu bercerita kini sunyi Maka, menangislah segera, agar dapat ku menjumpaimu, agar kembali bergema riuh ruang sunyi itu.
0
Mar 11, 2025
Mar 11, 2025 at 5:06 AM UTC
Misi mencari yang hilang