"jerat" poems
malam ini,
si bocah rewel berhenti menyamar
pikirannya terlalu gerah
jiwanya renta, terkekang
tempurung dahi hanya terisi geram
kantong kapuk bersaksi
atas tangis kelelahan tanpa suara
ia sempat doyan bekerja
berpayah-payah memunguti kerikil
satu demi satu
tiap pijakannya bukan tindakan acak
menempa diri demi bilangan
kini yang tersisa
hanya pendar-pendar ambisi & setungku kekosongan menjemukan
Ia berkutat pada teka teki yang tersuguh manis
mencari pembebasan yang sepadan
berharap segera merdeka dari jerat alur yang mengikat keras
berlumuran lamunan
ia berserah, membakar doa
sambil melempar akal
'adakah satu dari seluruh umat manusia yang masih belum paham, kita ini gerombolan wayang bukan dalang!'
Apr 7, 2022
Apr 7, 2022 at 12:07 PM UTC
Kau yang menyibak beliung demi pelangi
Mengulurkan tanganmu ke dalam gelap
Mengumpan senyum pada bara arang
Memberi warna pada langit abu-abu
Kau yang mengusik tirai gelap selimut jiwaku
Merentangkan tangan pada amuk badai
Meneteskan cahaya pada awan kabut
Mengurai jerat muak dan kecewa
Mungkin esok pagi
Kau akan membenciku
Selagi malam
Ingatlah aku dalam-dalam
Jan 4, 2018
Jan 4, 2018 at 2:39 AM UTC
Pelanduk alpakan jerat
Dirundung muslihat
Helah dan khianat
Menjadi fazihat
Feb 15, 2016
Feb 15, 2016 at 12:47 PM UTC
Kau puisi indah pengisi kekosongan jiwa
Tapi kau pinta menukarnya dengan luka yang mendarah deras
Luka untuk benakku yang layu
Dapatkah kau rasakan perihnya? Hingga kau buat tangisku terkuras
Kau sentuh hati ini dengan kebohongan
Aku tersesat dalam jerat samudara kepicikan nuranimu
Kau ciptakan murka nan segunung lara di pijakan rapuhku
Apr 4, 2025
Apr 4, 2025 at 12:02 AM UTC