Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"jambu" poems
sweet Kali stands before us an offering she holds while all the skulls around her neck sleep in a child's repose there are many souls in limbo they wander through our sight seekers for salvation seeking for the light a universe lies waiting a red planet full of stars just beneath the lingham that rests in Kali's arms the dogs lie waiting patiently while Ganesh begins to writhe turning to a serpent that writhes before our eyes here's the minotaur from Jambu Dweep wrapped in a golden fleece telling stories in my head the tales of ancient Greece then Kali holds a severed head cradled gently in her hand while beneath the Shiva Lingham someone lies upon the sand.....
0
Jun 11, 2012
Jun 11, 2012 at 4:33 AM UTC
sweet Kali
Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Katanya kamu suka warnanya merah jambu bercampur oranye seperti jeruk mandarin kesukaan ibu. Kamu selalu ceriwis membahas senja ini dan itu. “Jangan lupa kopi dan puisi! Kita harus merayakan isi bumi.” Celotehmu. “Kamu mau kan melihat senja bersamaku?” Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Telah kupersiapkan sekian lama. Aku rakit sendiri senjaku dengan kopi manis dan puisi cinta yang kau sebut - sebut itu. Aku merangkai pelan-pelan sambil menghayal bola mata emas yang berbentuk kenari kesukaanku dan lengkung pelangi bibirmu. Cukup lama buatnya, tapi senjaku sangat cantik. Dan sedikit rapuh. Aku harap kamu senang. Kemarin aku mengajakmu melihat senja. Tapi kau pergi ke laut dan menjelajahi waktu. Terhanyut malam. Aku tidak ada di sana. Kamu menolak senjaku. Katamu ada senja yang lebih bagus. — Senja, senja, senja. Muak dengan puisi senja. Aku bukan anak indie regional, aku pendengar Ed Sheeran, top 50 ,Danilla Riyadi dan Sapardi ! Aku ya begini begini begini!
0
May 15, 2019
May 15, 2019 at 3:13 PM UTC
Bukan Puisi Senja
merah jambu bukan lagi warnaku meski masih ada putih hitam juga yang aku pilih 7 tahun telah aku rasakan mati cukup tiga, mungkin jiwaku tiada lagi baki sering ku ingin pulang bertinta di atas muka surat yang sama tiap kali itu juga lemas aku berperang tenat kepalaku melawan apa yang di minda rapat aku tutup mata yang segar mendambakan saat ia terbuka sepi di dalam penuh di luar melakar noktah di sudut sengsara kerana begitu aku rindu waktu diriku dihiasai merah jambu.
0
May 3, 2020
May 3, 2020 at 2:31 PM UTC
Merah Kelabu