Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"ingatlah" poems
Palembang, 14 April 2013 Jika kamu tidak menyukaiku, tolong agar bagaimanapun tuk mencintaiku Jika kamu tidak menginginkanku di sini, maka rindukan aku Jika kamu ingin melupakanku, maka ingatlah aku selalu Jika kamu tidak ingin mengetahui tentang diriku, maka pikirkanlah aku Jika kamu berharap tidak pernah mengenalku, maka ijinkanlah aku hadir di mimpimu Jika kamu menginginkanku tiada, maka hiduplah bersamaku Jika kamu sangat amat membenciku, Aku akan sangat lebih mencintaimu I Love You, Someone
0
Apr 14, 2013
Apr 14, 2013 at 11:24 AM UTC
Jika Kamu
"Mudahnya buat janji, semudah ingkar janji" Ke utara, selatan kau ikut kata kau, asal ada aku ada kau. Ada waktu naluri wanitaku meragui setiap kata yang menari di belahan mulutmu. Namun apalah daya kerak nasi berlawan dengan air. Dan saat aku membuka seluas-luasnya pintu kau jadi penghuni setia untuk sementara. Sehingga tiba satu ketika langkah kakimu dihayun menapak keluar dari ruang yang kau huni ini Ingatlah bukan aku yang menjemput kau menghuni ruang ini dan bukan aku juga lah yang menghambat kau pergi.
0
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 1:41 PM UTC
Menabur Garam ke Luka
Tuhanku pernah berbisik kepadaku *"Berbahagia orang yang sudah mati, karena tak ada beban untuk mereka.."* *"Namun ingatlah.. Lebih bahagia orang yang belum ada didunia ini, karena tak ada yang mereka berikan atau tinggalkan didunia ini.."* Aku terhentak dengan bisik itu Dengung nya masih terasa dikuping hingga petang ini Aku berfikir memang benar.. Semua yang hidup didunia begitu malang.. Mau atau tak mau mereka harus memilih// Jadi dermawan baik hati atau Penikam handal penghabis darah teman sendiri Hai, teman.. Apakah tidak lelah menutup mata? Berlagak bekerja.. Sengaja menyapu debu dan bangkai kedalam karpet "Lihat sayang, kotoran itu tetap ada.. Hanya saja memang tak terlihat Namun bekasnya terrcium jauh kesana" ***Lebih malangnya lagi Kita masih berharap Berharap menjadi pemenang Padahal ikut lomba pun tidak..***
0
Oct 4, 2016
Oct 4, 2016 at 12:06 PM UTC
Realita yang Ada
Bangunkan aku, aku pemulung yang tak punya rumah Tapi aku masih punya hati tuk merasa Usirlah aku, aku mengotori ruang ini Bagaimanapun, aku masih punya hati Tinggalkan aku, jika tak ada lagi yg mau menungguku di belakang sini Jangan kejar aku, jika ada kesempatan tuk ku berlari Kenanglah aku, seseorang yang berbuat malu Ingatlah aku, sebagai seseorang yang pernah kamu tahu
0
Jun 1, 2013
Jun 1, 2013 at 8:34 AM UTC
ingatlah aku
terasa sesak dalam benak saat kata 'sampai jumpa' tak terelak terasa sedih dalam raga ketika berhenti saling menjaga akan terasa siksa dalam kalbu saat nanti tiba rasa rindu yang menyerbu kawan, ingatlah, jumpa ini takkan terlupa segala hal yang telah ditempa segala hal yang berujung nestapa semua insan yang telah menjadi siapa-siapa takkan bisa terlupa candaan berhasil mencairkan ujian berhasil menguatkan kebencian hilang dalam percakapan kesedihan hilang dalam dekapan kawan, jangan sesali jumpa ini isak tangis kini jangan biarkan membebani kawan, masa depan menanti impian tak mungkin berhenti si pelerai jumpa memang tak punya hati namun, jangan berkecil hati percayalah kita kan berjumpa lagi nanti semesta pasti mengerti bahwa ini adalah bagian dari rencana si takdir pasti mempertemukan lantas memisahkan tetapi tenang rencana si takdir yang dicanang takkan dibuatnya kita terus berlinang terima kasih kepada semua insan yang berpapasan yang telah menjadi panduan yang telah memberi acuan yang telah berlisan merajut angan
0
May 27, 2019
May 27, 2019 at 10:53 PM UTC
jumpa takkan terlupa
ku katakan pada kau, jika pada akhirnya tidak akan berjalan lurus seperti yang di damba-damba kan. ingatlah bahwa kau dan aku telah terjatuh didalam perjalanan yang amat panjang dan melelahkan, dan jika kau meminta ku untuk memutar balik agar tidak lagi berjalan bersama, bagaikan sama saja dengan bunuh diri, walaupun akhirnya akan mati, setidaknya kita mati berdua, setidaknya kita pernah bahagia.
0
Jan 8, 2019
Jan 8, 2019 at 12:46 AM UTC
setidaknya aku mati bahagia
Kau yang menyibak beliung demi pelangi Mengulurkan tanganmu ke dalam gelap Mengumpan senyum pada bara arang Memberi warna pada langit abu-abu Kau yang mengusik tirai gelap selimut jiwaku Merentangkan tangan pada amuk badai Meneteskan cahaya pada awan kabut Mengurai jerat muak dan kecewa Mungkin esok pagi Kau akan membenciku Selagi malam Ingatlah aku dalam-dalam
0
Jan 4, 2018
Jan 4, 2018 at 2:39 AM UTC
Esok Kau Benci