"indahnya" poems
Jakarta, 10 Mei 2008
Lirik lagu tentang cinta itu
Buatku seakan dia ciptakan untukku
Padahal dia ciptakan untuk yang lain
Tapi kenapa harus dia
Yang indah buatku luluh
Angin bawakan sejuk untukku
Karenanya suara lirik itu terdengar
Aku pun menangis
Begitu indahnya sampai ku bermimpi
Tak henti mimpi sampai saat ini
Yang tak ingin ku akhiri
Percuma, dia takkan tahu aku di sini
Meski ku kuras s’luruh air mata
Ku ucapkan seluruh kata cinta
Hingga tak tersisa lagi
Berulang kali angin bawakan lagu itu
Sekali lagi untukku, dari dia yang indah
Selamanya sungguh ku cinta
Karna sampai kini tak pernah ku lupa
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 9:18 AM UTC
*when the moon writhe and crawling the silent night..
it was time to layover yearning who clotted for sweetheart..
when the sun excited to greet the morning ..
it was time to embed cheerfulness on the idol of conscience..
sprinkle knitted heart turmoil and dew drops each cavity of jasmine petals ..
i greet to you, my dearest sister..
each twist will crease beautiful crowded heart longing ..
so that relieved you feel full carefree breathing..
with the presence of me,
i will fulfill your every drought in the lake of your worries ..
i will treat every your petulant in lap with more excellent attention ...
return back to you as always, my dearest sister..
to pulling the curtain the recesses of the heart that always hiding ..
to wrapping blush smolder desire in your heart arms ..
because your bliss, my dearest sister..
it's most beautiful thing that can i enjoy ever ..*
-the poetry is dedicated to a sincere friend of mine, Ha-
┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈
adinda
kala sang rembulan menggeliat merayapi malam sunyi..
tibalah waktu untuk menyinggahi gigilnya kerinduan sang kekasih sanubari..
kala sang mentari bersemangat menyambut pagi ..
tibalah waktu untuk menyematkan kecerian pada sang pujaan nurani..
menyemaikan untaian gejolak kalbu dan meneteskan embun disetiap rongga kelopak melati..
kusambut darimu, adinda...
setiap simpul lipatan hati yang sesak akan indahnya kerinduan..
agar terasa lega engkau bernafas penuh riang..
bersama hadirku,
kan kupenuhi setiap kekeringan ditelaga keresahanmu..
kan kumanjakan setiap rajukanmu dipangkuan perhatian nan syahdu...
berpulang selalu kepadamu, adinda..
untuk menyibakan tirai pada relung hati yang selalu bersembunyi..
untuk membalut rona kerinduanmu yang membara dalam dekapan hati ..
kerena bahagiamu, adinda...
adalah merupakan hal terindah yang dapat kunikmati..
Jan 13, 2014
Jan 13, 2014 at 1:32 AM UTC
Jumat, 13 Agustus 2010
Tlah beribu-ribu menit lalu
Aku tak jumpa lagi catatanku
Tak ku tumpahkan lagi pikiranku
Tak ku kotori lagi kertas-kertas ku
Dan aku rindu...
Ingin menulis lagi
Supaya aku bisa baca lagi
Sambil tersenyum memuji
Alangkah indahnya tulisanku
Apa arti semua itu??
Entahlah, 2 tanda tanya untuk itu
Ku tak akan pernah lelah menulis
Aku janji, bila aku sempat-
kan ku tulis beribu-ribu kata
Agar terlukis kisah hidupku
Yang penuh warna-warni kehidupan
Created by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:42 AM UTC
Jakarta, Minggu 18 Mei 2008
Dulu diary ku indah
Sekarang telah ku ubah
Tapi, saat gagal bertemu kau
Ku satukan diary yang terpisah
Sebagai bukti dariku
Yang kan ku berikan untukmu
Agar kau tau
Seberapa besar cintaku
Kasih ku t’lah tercurah
Berdetik-detik, berjam-jam
Bahkan berhari-hari lamanya
Semoga dapat kau terima
Meski terluka akhirnya
Biar ku pergi saja
Lupakan kenangan indah
Dan yang paling menyakitkan
Tapi, takkan ku biarkan
Diary ku berubah indahnya
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:42 AM UTC
*O my conscience,
immerse your laments in my shoulder ..
i stroked it every longing grating your beautiful hair ..
i listened to the sound of the breath right conscience little sob ..
i held my conscience,
my beautiful and cheerful absorb the whole silenced ..
i'll understand your silence and every beautiful ..
and I'll put out any smoldering of your jealousy ..
i'll treat it every charm your referral..
just lets you to know,
when incandescent embers of passion vibrate our body ..
a longing,
faint creeping expanse of our memories ..
miss you,
hurling beautiful memories in a serenity..
and among the writhing of our body while longing crave to possessed ..
that love is the inner desire ...*
┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈
oh nuraniku,
benamkanlah nestapa keluh kesahmu dipundakku ..
kan kubelai kisi kisi kerinduan disetiap helai rambut indahmu..
kan kudengarkan deru nafas yang mengisak suara hati kecilmu..
kan kudekap nuraniku,
dan kuresapi indah cerita yang luruh terbungkam..
dan kupahami setiap diammu yang cantik..
dan kupadamkan setiap cermburumu yang membara..
kan kumanjakan setiap pesona rujukanmu
ketahuilah,
saat pijar bara gairah bergetar ditubuh kita..
sebuah kerinduan,
sayup merayapi hamparan kenangan kita..
merindukanmu,
melontarkan indahnya kenangan dalam kehampaan..
dan diantara menggelinjangnya tubuh kita saat dirasuki kerinduan ..
bahwa cinta adalah nurani kerinduan...
Dec 27, 2013
Dec 27, 2013 at 8:29 PM UTC
Senin, 28 April 2008
Aku sendiri di sini
Teman ku menjauh
Lagu kakak ku tak tergetar
Lirik indahnya menghilang
Lidah ku sakit
Tak bisa berkata
Angin pun menjauh
Peluh dingin terasa
Duduk sendiri ku di sini
Menulis kata bahwa ku sepi
Ingin ku ucap di hadapan dunia
Tapi tak sampai ku ke sana
Kenang lagu kakak ku tersayang
Hatiku sejuk tangis datang
Melihat semua menjauh
Tpi lagu kakak selalu menghibur
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:34 AM UTC
indahnya sebuah melodi,
sebuah lagu yang berirama,
sungguh merdu,
sungguh syahdu.
alangkah indahnya hidup ini,
jika diibaratkan dengan sebuah lagu,
setiap detik kehidupan,
mempunyai iramanya yang tersendiri.
alangkah indahnya cinta ini,
seperti melodi lagu-lagu tanpa nyanyian,
penuh dengan kesedihan,
tetapi juga membawa kebahagiaan.
tatkala perginya seseorang itu,
ke dunia lain mahupun yang sama,
sakitnya tidak diduga,
seperti mengenggam serpihan kaca.
kehidupan ini tidak dapat dibicara,
dengan hanya kata-kata,
ianya dapat dirasa,
apabila dilalui.
Dec 1, 2012
Dec 1, 2012 at 4:32 AM UTC
Selasa, 15 Juni 2010
Ku ingin s'lamanya
Mendengar indahnya suaramu
Melihat rupawan wajahmu
Ku ingin sekali saja
Menyentuh hangat tubuhmu
Menggenggam erat tanganmu
Memeluk erat tubuhmu
Mencium pipimu
Kakak... Ku ingin s'lamanya
Mengagumi dirimu
Mencintai ragamu
Memiliki jiwamu
Created by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:46 AM UTC
Palembang, 31 Desember 2011
Ku tak berharap malam ini akan spesial
Mengingat kembang api tak mau memperlihatkan sinarnya
Terompet pun enggan mengumandangkan suara nyaringnya
Apalagi, arang bersumpah takkan membara malam ini
Jahat sekali mereka padaku
Aku sudah mengira malam ini akan menjadi bosan
Ditinggal sendirian di rumah
Dilarang pergi ke rumah teman
Ditambah modem tak mau konek
Jahat sekali kalian padaku
Baiklah
Aku hanya bisa bermimpi saja
Mendengar gemuruh kembang api
Melihat cahaya indahnya
Menghirup wangi jagung bakar
Menyantap ayam panggang
Dan ketika aku kenyang, aku tertidur
Esok pagi
Yang ku temui hanya sepi
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:39 AM UTC
Tergetar nadi ku saat teriakanmu
Tersenyum aku saat melihatmu
Bagai mentari pelawan gelap
Bagai jiwa ku yang amat tenang
Saat terjunan air membasuh raga
Alangkah indahnya pelangi melingkar
Bercahaya terang amat indah warnanya
Begitu segar sambil menatapnya
Tatapan itu tak sama
Dengan saat aku menatapmu
Di hati ku hanya kau yang terindah
Tak tertandingi dari apapun
Cinta...
Segelas darah ku buang
Selaut air mata ku tumpahkan
Saat ku lihat kini kau berada di Surga
Created by Aridea Purple
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:45 AM UTC
kursi di bawah pohon kenari
masih dengan setia duduk disana
tidak peduli siapa yang mendudukinya
atau siapa yang lewat di depannya
ia tetap setia menunggu kedatangannya
burung-burung dengan bebas menyuarakan
nada-nada indah berisi pesan
untuk diberikan kepadamu,
tuan tanpa nama
jangan berpura-pura tidak peduli kepada dunia
di lubuk hatimu yang terdalam, sial,
aku sangat yakin kau kesepian
kau membutuhkan seorang teman yang rela
mendengar ocehan mautmu sampai matahari
tenggelam di ufuk barat nantinya
kemarilah, tuan tanpa nama
duduk bersamaku di bawah pohon kenari
dan menikmati indahnya matahari senja
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 7:14 PM UTC
Terbangun aku di kamar mimpi,
dulunya kau ada di sisi,
kini sepi,
mata dan minda tempat ku jelajah,
menerokai diri mu tanpa lelah,
kembara kita tiada henti,
kerna, tiap kali kita bersua,
kucupan dan senyuman manis menghiasi pipi,
ku susun aksara ini,
untuk mereka tahu,
bertapa indahnya kau di mata ku
cereka tiada noktah atau koma,
kerna di sini,
kau kekal selamanya.
Bila kau tiada,
Jumantara ku gelita
Malam ku sunyi tanpa suara,
renjana pada roh ku kian lemah.
ku berharap kita bersua lagi,
dengan renjana sama dengan ku,
kau bagaikan sahmura,
menghiasi kamar mimpi,
dengan ukiran kirana di bibir,
kerna
Gian aku kepada sanubari mu,
tiada henti
Jun 16, 2022
Jun 16, 2022 at 3:27 AM UTC
esensi sebuah cinta bukanlah pelampiasan perasaan kepada seseorang. esensi sebuah cinta adalah saat [ia] rela meminjamkan kebahagianya hanya untuk melihat [dia] tersenyum. kemudian seseorang bertanya, "lalu mengapa [mereka] harus berpisah?"
sungguh, hanya semesta yang tau mengapa mereka harus berpisah. mungkin ideologi cinta yang selalu mereka gengam tidaklah memliki arti yang sama lagi, biarlah semesta yang menjawabnya. tetapi, jika semesta ini melukis dirinya dengan sebegitu indahnya, bisa apa kita selain jatuh cinta?
Feb 5, 2019
Feb 5, 2019 at 6:12 AM UTC
Jakarta, Jumat 31 Agustus 2007
Ya Allah …
Segala puji bagi-Mu
Untuk hamba sujud kepada-Mu
Berdoa meminta ampunanmu
Dari khilaf yang terus muncul
Ya Allah …
Bila hamba berdosa
Tunjukkanlah jalan-Mu
Bukan hamba yang kau siksa
Namun, syaitan-syaitan yang terkutuk
Ya Allah …
Hamba ingin hidup kekal
Menikmati dunia hingga akhir hayat
Merasakan indahnya kebahagiaan
Sekalipun hamba berdosa
Hamba siap menuju akhirat
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:15 AM UTC
Dalam kerlap kerlip dunia malam
Debuman musik keras menggema dalam telinga
Menggeliat diantara tubuh para adam
Mengumbar buah dada
Menebar wewangian erotis
Menarik para lebah mendekat
Jalang bukan sembarang jalang
Mendesah indah hanya bermodalkan tubuh molek
Selembar uang sengaja tersangkut dalam lingerine
Senyuman diberikan
Membuat libidoku tak terbendung lagi
Mengoyak pakaian minim yang menghalang akses untuk menjelajah tubuhmu
Kau mendesah lagi
Melodi indah mengiringku menuju surga dunia
Peluh yang menyatu malam itu menjadi saksi
Betapa indahnya tubuhmu bak bidadari
Kuhantam titik titik nikmat dalam tubuhmu
Kau bernyanyi, nyanyian erotis terindah yang pernah kudengar
Kutatap wajahmu, rona merah dan peluh menyatu
Wajah sempurna
Penglihatanku berkabut
Sekelebat cahaya putih menyilaukan terlihat
Ketika kita bersama menikmati indahnya surga dunia
Benih benih janin tak sanggup kubendung lagi
Kau pun mendesah lagi
Ah, kau memang bukan sembarang jalang
Dec 30, 2016
Dec 30, 2016 at 10:38 PM UTC
Hey buddy
Engkau yang tak pernah mungkin kembali
Kau yang membuatku terjebak dalam sebuah ironi
Kita dihadapkan dengan sebuah hukum pasti
Semua yang terlahir pasti akan mati
Pada masanya
10 tahun penuh makna
Bersamamu ku dapat melihat indahnya dunia
Ya, indahnya dunia
Walaupun sekarang engkau sudah di alam baka
Dan sosokmu hanya tergambar dalam sebuah berkas kamera
Kehadiranmu kala itu bak seberkas cahaya
Yang membuatku tetap ingin bertahan di tengah ketidakadilan dan penindasan yg bermakna
Di saat aku tidak bisa lagi melihat sisi baik 'manusia'
Ketika aku pulang dari kandang ilmu dengan penuh tangisan
Seakan engkau menanyakan 'apa yg sedang terjadi?'
Ketika aku hanya ingin berhenti
Berhenti dari segalanya
Bahkan untuk sekedar bersinggungan dengan udara
Engkau seakan tak rela
Aku tak pernah ingin mengulang waktu
Walaupun itu bersamamu
Waktu yang begitu berat bagi hidupku
Waktu yang membuat semua yg kucita-citakan seakan tabu
Waktu yang telah membentukku sebagai sosok pemalu
Malu dalam segala hal
Bahkan terlalu malu hanya untuk sekedar mengatakan 'aku'
Aku hanya ingin menambah waktuku bersamamu
Agar aku bisa membagi kisahku denganmu
Aku yang sudah bisa pergi jauh
Yang sudah banyak mengenal Medan baru
Yang sedikit banyak telah mendapat penerimaan waktu
Dulu, saat aku jatuh
Engkau selalu ada didekatku
Dengan untaian kata motivasi dan semangat alamu
Tapi, di usia rentamu
Aku terlalu peduli dengan sibukku
Hingga ku lupa hanya sekedar menyapa keadaanmu
Entah apa yg ada dipikirku
Sungguh egois memang
Tapi, apa mau dikata
Semua telah tertulis rapi dicatatan-Nya
Aku hanya bisa menjalankan
Dengan tetap menjagamu dalam lamunan
Jan 4, 2019
Jan 4, 2019 at 10:20 PM UTC
Rasa rindu yang membunuh.
Indah kononnya.
Pernah aku berhenti mendongak ke langit.
Melihat indahnya sana.
Lukisan dunia bukan buatan manusia.
Namun, aku lupa.
Sesungguhnya cinta manusia itu tak kekal mana.
Aku alpa akan rindu aku padaNya,
Yang satu itu, Pemberi Cinta.
Nov 27, 2014
Nov 27, 2014 at 3:04 AM UTC
indahnya kota jogjakarta pada malam itu
tidak seberapa indah dengan
binar mata
dan senyum lekuk bibir mu
pada malam itu,
bising klakson mobil pada kemacatan malam itu bahkan bukanlah perihal yang menggangu. nyaman, bahkan bagiku semua tenang.
teringat jelas bagaimana kita menelusuri kota jogja sambil mendengarkan lagu saat kau menggengam tanganku erat, bagaikan takut kehilangannya.
untukmu Tuan,
sosok yang selalu memberikan ku kehangatan di malam hari disaat semua bergetar kedinginan.
tubuh dan ragamu yang amat ku kasihi,
terima kasih sudah memperlihatkan indahnya dunia yang pernah jahat ini.
padamu Tuan,
aku mengundangmu untuk sejenak meletakan kepala mu dibahuku dan menikmati malam yang indah, berdua.
Jan 9, 2019
Jan 9, 2019 at 12:30 PM UTC
Merengkuh
Derita ini
Derita dunia yang kotor ini
Merasa angkuh
Diriku berbicara
Depanku menatap kaca
Tatapan itu penuh pilu
Tak dapat ku gunakan kata
Tak mengerti aku akan metafora
Aku hanya mencari indahnya dunia
Walau itu keindahan sederhana
Sep 4, 2014
Sep 4, 2014 at 9:09 PM UTC
seluas alam fikiran yang berkelana,
aku terbang melintasi dinding-dinding putih,
meratapi langit-langit hingga tak berdaya,
biar saja sepi,
toh aku sudah tidak peduli,
toh aku sudah menikmati perlahan
keheningan yang mencengkam ini,
walaupun tidak bahagia,
setidaknya semua tenang untuk sementara.
Jan 17, 2019
Jan 17, 2019 at 1:21 AM UTC
Oh, Lihatlah!
Kamu bersama pasangan barumu!
Berjalan diantara kerumunan sambil memegang tanganmu!
Menggengam tangan kecilmu dan juga hatimu!
Oh, Indahnya!
Kamu tersenyum bersama pasangan barumu!
Meninggalkan semua yang ada dipikiranmu!
Mencubit pipimu jika ia mau!
Oh, Astaga!
Aku masih mencintaimu!
Tapi kita berdua tau bahwa aku tidak akan pernah bisa kembali kepadamu!
Buanglah perasaanmu jauh-jauh!
Oh, Sungguh!
Janganlah kembali kepadaku!
Karena kita berdua tau, bahwa aku sudah tidak pantas bersamamu!
Dec 19, 2018
Dec 19, 2018 at 9:20 AM UTC
Sepucuk Surat Cinta kutuliskan untukmu
Isinya bukan tentang bagaimana cantiknya dirimu
Atau betapa indahnya tatapanmu
Sepucuk Surat Cinta kuwarnai untukmu
Isinya bukan tentang janji janji murahan
Atau pujian pujian manis tentang senyumanmu
Sepucuk Surat Cinta kuhias untukmu
Isinya kosong,
Tidak ada bualan omong kosong
Maupun pujian pujian palsu
Hanya kosong.
Bukan karena aku tidak bisa
Tapi memang aku sudah tidak merasakan Cinta
Sepucuk Surat Cinta kuberikan untukmu...
Jul 27, 2018
Jul 27, 2018 at 11:04 AM UTC
Bukan sinonim matahari atau mentari,
namun, sama-sama menyinari.
Jika aku harus memilih untuk menghirup satu aroma,
dengan lantang akan ku jawab "aroma tubuh mungilnya, wahai saudara."
Seakan tersihir oleh cengkih khasnya,
lekuk tubuhmu buatku merona.
Sungguh, kau buatku sakit jiwa.
Aku ingin terus menghisap tubuh indahnya.
Menikmati setiap rasa manis yang ada disana.
Karena manismu absolut,
tertinggal dalam bibir penuh asap kabut.
Kiranya bisa ku putar kembali waktu,
nampaknya akan ku salami orangtuamu,
meminta restu untuk hidup lebih lama bersamamu.
Kiranya diberi nyawa,
nampaknya ku terpesona jatuh cinta.
Kiranya bisa kau tebak, sedang ku nikmati tubuh surya dalam malam nan panjang.
Feb 13, 2025
Feb 13, 2025 at 11:49 AM UTC
Alangkah indahnya cuaca hari ini
Keriuhan hampir memadati isi angkutan kota
Burung-burung menari di angkasa
Kupu-kupu ikut serta di sana
Di pertigaan jalan ada polisi
Tiang listrik penuh pamflet bertulisan jasa skripsi
Pikiranku terus mengembara
Jauh tak tahu ke mana
Kata ibu bersabarlah, hari esok akan segera tiba
Apr 25, 2021
Apr 25, 2021 at 1:04 PM UTC