"hapus" poems
i.
Happy birthday, diaphanous balm,
Mayest this span of time greeteth
Thee; with Good health, and loving
Psalm's.
ii.
Maligayang Kaarawan, archaic
Gem, mayest thine smile brush-
Stroke the aisles, of carbuncles
Of never-ending friend's.
iii.
Bon anniversaire, mon amour,
Mayest thine Satin-silk moonlit
Eye's, be a guide to the deaf and
Blind, mayest the heaven inside
Thee, be the richness of the poor.
iv.
Harúmena genéthlia, Earl, like
The lost and hidden pearl's,
Mayest the luster of thine
Memories, be kept safely
Locked, under thumb and key,
To openeth later, in sanctity.
v.
Penblwydd Hapus, Filipino
physician whom hath saved
Mine life, soul-mate, Queen,
Wife, mine bearer of this heart,
Mine carrier of all that's right.
The beam of nebula delights,
The diamond in mine might,
Mine-Queen, O' Jane
Mine Wife!!!!!!!!!!!!!
Jan 15, 2016
Jan 15, 2016 at 8:41 PM UTC
Palembang, 16 September 2012
Pagi ini cerah.
Tak tahan tuk ku sembunyikan senyum ini.
Semalam aku memimpikanmu.
Dan sekarang aku merindukanmu.
Aku duduk, di sampingku jendela terbuka lebar.
Cahaya mentari hangat menyentuh kulitku.
Di depanku ada tempat pensil, aku siap menulis.
Ada penghapus, pena, stapler, lem dan kertas.
Untuk sedetik ada image mu di sekelilingku.
Kreatifitasku muncul untuk memvisualkan dirimu.
Penghapus.
Andai aku bisa terbang, akan ku hapus awan.
Dan ku ambil pena, tuk menuliskan “Aku mencintaimu” besar-besar.
Lalu akan ku stapler rasa ini di otakku.
Kemudian ku ambil lem tuk merekatkan wajahmu di hatiku.
Sep 16, 2012
Sep 16, 2012 at 1:42 AM UTC
dari awal memang aku hanya kertas kosong bagimu
tak bisa digambar, tak bisa ditulis
yang terlupakan, yang tertinggal
yang terbuang, tak berharga
meski ku coba tuk tulis sendiri
kau hapus begitu saja,
dan kau buang
nama ku tak pernah kau sebut
mungkin karena kau lupa
mungkin karena kau tak suka
aku Erikaa
kau bisa panggil ku apa saja
sesukamu
tapi jangan,
jangan kau tak menyapaku
ku baca statusmu
diam-diam,
dari akun temanku,
teman baikku
kau benar suka dia?
haha tentu saja!
kau kembali ke kampung halaman,
besoknya kau pergi lagi menjemputnya
oh betapa beruntungnya dia
dicintai malaikat sepertimu
jika kau menikah,
apa ada kau akan mengingatku?
mengingat kekonyolanku?
menertawai kebodohanku?
kini semuanya ku buang,
semua tentangmu
senyummu,
candamu,
tapi ku mohon,
izinkan aku menyimpan foto-foto mu
bukan foto dirimu,
tapi foto mu,
pohon, jalanan, Samudera Atlantik, yang kau foto
No!
Akan ku hapus semua!
Terima kasih tuk selama ini.
Kau tlah berikan 0.5% cinta mu padaku
Terima kasih telah 99.5% membenciku
sehingga aku sadar akan kedudukanku
Terima kasih sudah 100% mencintai dia
aku yakin kau takkan menyakitinya
""Selamat G----- F--------- F--------
Semoga kamu BAHAGIA""
Sep 24, 2012
Sep 24, 2012 at 11:35 AM UTC
Palembang, 28 Juni 2012
Haruskah ku hapus semua fotomu dari folderku?
Haruskah ku buang semua gambarmu dari kotakku?
Haruskah ku remove kamu dari teman facebookku?
Haruskah ku unfollow kamu dari twitterku?
Haruskah ku kubur dalam-dalam kertas puisi untukmu?
Haruskah ku tutup semua jejaring sosialku?
Haruskah ku berjalan ke seluruh dunia,
menghafal semua nama negara tuk melupakan namamu?
Haruskah ku menyelami seluruh samudera,
mengingat semua rupa makhluk laut
agar bisa melupakan rupa wajahmu?
Haruskah aku menyusuri padang pasir serta pegunungan,
berjalan tanpa arah supaya melupakan jalan rumahmu?
Haruskah aku terjun dari tebing tertinggi,
atau dari jurang terdalam,
supaya kepalaku terbentur dan melupakan semua tentangmu?
Haruskah?
Karena aku sudah tak sanggup lagi di sini
Hidup denganmu, dengan kamu
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:06 PM UTC
Palembang, 3 November 2011
Aku bersabar . . .
Tetap berusaha dengan penuh harap
Supaya bisa melihat wajah mereka
Mendengar suara mereka
Menyaksikan kekompakan mereka yang sangat aku cinta
Aku tidak menangis . .
Hampir,
tetapi ku hapus air mata dan ku pasang senyum bahagia ku
tersenyum sesekali, tertawa bersama mereka
Aku tidak mengerti bahasa mereka
Tapi aku mengetahui yang mereka bicarakan
Aku tidak pernah bertemu mereka
Tapi aku bisa merasakan mereka sangat dekat
Aku tidak mengenal mereka
Tapi aku sangat mencintai mereka
Dari dulu hingga sekarang rasa ini tak akan berubah
Meskipun aku belum beruntung
Doa membantuku memberitahu-Nya
Bahwa aku sangat merindukan mereka
Sekarang,,,
Aku sedang memandang mereka
Merekam setiap kata, gerak, dan ekspresi mereka
Hal terindah yang pernah aku rasakan
Terima Kasih Tuhan, , ,
Hadiah ku datang
Created by. Aridea P
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 11:57 AM UTC
Father's Day was yesterday.
But why must a day be set aside to show a parent love?
I love my parents all year round
I've fought, screamed, cried all the while loving them.
But, my country breeds strong independent people
national identity to be found everywhere.
From the hilltop spring to the coast
we Welsh are a mystical breed, of mystery and sorcery.
My anthem "Mae hen wlad fy nhadau"
or Land of my fathers made me stop and think,
think of my father and other men in this land.
Rough handed, hewn from steel and coal.
Iron willed, fiercely proud.
Valley born I am, even now I'm in a city.
But when I die Valley dead I'll lie.
In my father's plot, set aside for us.
Set aside on a green mountain overlooking the valley.
The land of my fathers, the land that bred him and me.
This poem is in English oh "uch a fi"
But if I write in Welsh my father will not understand
His generation denied the language of song, poetry,
and identity. I have a happy heart "calon hapus"
For he and I will be forever tied by blood and country.
Father's Day for me and all children born of woman lay claim to
Father's Day all year round.
Jun 15, 2014
Jun 15, 2014 at 8:18 PM UTC
Temukan aku, cari aku
Hancurkan aku, remukkan aku
Caci diriku hinakan jiwaku
Buat aku berlutut menangis di hadapanmu
Hempaskan tubuhku rebahkan kepalaku
Lakukanlah, hancurkan diriku.
Tapi ketika saatnya tiba
Ulurkan tanganmu, raihlah kepalaku
Berjongkoklah, sentuh pipiku
Elus rambutku hapus air mataku
Tundukkan kepalamu, dekatkan ke telingaku
Bisikkan padaku sebuah kata dari dalam hatimu
Hembuskan padaku sebuah harapan
Lantunkan lagu itu, lagu kehidupan
Tatap mataku, ajak aku berdiri
Pandang wajahku, yakinkan aku
Genggamlah tanganku sementara kau mulai melangkah
Peluk erat jariku dengan jemari lentikmu
Berikan hangat tubuhmu, genggam erat tanganku
Ayunkan kakimu, berlarilah
Bawa aku bersamamu, beri aku jalan
Menolehlah sesekali ke belakang
Aku akan tetap berada di sana
Memandangi jemarimu memeluk jemariku
Aug 27, 2017
Aug 27, 2017 at 2:11 AM UTC
Bon anniversaire, brother Eddie,
Continue in fondness;
To those in hurt
And blood
Shedding.
Felix natalis, compeer in Christ,
Showeth his mercy, love,
Sacrifice.
eyd mawlid saeid, man of God,
Like the Messiah hadst died
For thee; dieth for other's,
Spread the gospel as seed.
Charoúmena genéthlia, Edward
The star, a light amongst the darkness,
The soul to those lost to death's kiss;
Teacheth who the man was who hadst
Come in the flesh, to hath his hand's
Nailed, and head crowned with thorn's;
Mocked and scorned, his heart
Didst mourn, giving up his
Holy ghost, for thou and me.
Penblwydd hapus, disciple
For Yeshua, mayest another
Year of thy birth bringeth
beatitude not curse, as
Yahweh is thine church,
As the spirit is thine weapon.
Against Satan's doubting's
And question's, against the
Lonesomeness and heaviness,
Against the sin's and burden,
Against those who know thee
Not, whom hath not loved thee,
But thee they forgot, remembereth
Dearest saint, one day thou shalt
Hath a Robe pearlescent colored
White as snow, knowing heaven
Is thine place and home. Happy
Birthday O' happy blessed birthday:
To thee man of Yeshua ha'mashiach.
Man of the creator, creation and rock,
Wherein thine foundation is built
Upon stone and not sand...
©Brandon Nagley
©Lonesome poet's poetry
©Edward star birthday dedication
Apr 3, 2016
Apr 3, 2016 at 8:20 PM UTC
and all the children.
Do the you you want to do
Be the being cause that being's you!
You are you
and only you.
But if you're
an *******
go **** yourself.
Apr 9, 2013
Apr 9, 2013 at 10:28 AM UTC
Raguku telah kau hapus
Namun bungkammu sendiri yang membuatmu mampus
Tak terkesan serius
Mana kutahu kau mau berlabuh atau lanjut terus
Kamu kira aku jenius
Kau saja telah berhenti mengurus
Tiada perhatian, peduli, ataupun aplaus
Gelagatmu tandus
Payah kau, si rakus
Secuil sesal ini membius
Sayangnya tak ada rumus
Hanya bersisa putus
Ah sudah pupus
Tak mau lagi ku terjerumus
Kamu tetap jadi kultus
May 22, 2019
May 22, 2019 at 4:41 AM UTC