"hangatmu" poems
Aku ingat awalnya
Mimpi itu aku simpan
Mimpi itu aku timbun
Aku tidak berasumsi
Aku tidak berekspektasi
Tapi kau datang
Di malam yang tidak kusangka
Mencari celah untuk masuk
Mencari cara untuk dekat
Ya, kamu waktu itu
Saat awal mula tahun ini
Secepat angin ku ada di pelukmu
Ku terbaring di kasur
Ku merasa hangatmu
Ku ada di sisimu
Ku memilikimu
Mungkin memang benar,
kata Kafka waktu itu
"He who seeks does not find, but he who does not seek will be found."
Memang mungkin,
tak perlu susah payah
tak perlu menunggu
apalagi mencari
Karena bila takdir
Ia akan datang sendiri
Sep 24, 2016
Sep 24, 2016 at 8:16 AM UTC
Dalam diam kau mencari sosokku
Dekat namun tak tergapai
Aku ingin menyentuhmu
Namun kau hanyalah sebatas suara bagiku
Aku menatap wajahmu
Sorot tajam diasah sepi
Dalam kesendirianmu kau mencari sosokku
Namun aku hanyalah sebatas kenangan bagimu
Hujan yang memancing air matamu
Daun gugur yang menemani ratapanmu
Aku ingin kau melihatku
Kau ingin aku menyentuhmu
Aku ingin kau tersenyum untukku
Kau ingin aku tertawa untukmu
Waktu akan menghampiri
Tanpa bisa diingkari
Aku menemani dirimu
Walau hanya suara
Kau memberikan hangatmu
Sedih dan duka
Lalui, tidur dan lewati
Suatu hari nanti katakan padaku
Dengan suara lembutmu
Aku yang larut dalam air mata
Gemerlap berkaca-kaca
Semburat jingga langit sore
Gelap langit malam sewarna abu
Menjadi tinta dalam hatiku
Mengukir dengan indah hari-hari itu
Saat kau bersama denganku
Dec 5, 2017
Dec 5, 2017 at 8:40 AM UTC
istirahatlah untuk sejenak
pendar hangatmu masih istimewa
“selamat malam” mu masih ku simpan untuk malam malam yang tidak bisa ku jinak-kan
jangan khawatir ibu
istirahatlah untuk sejenak
temui aku saat kau muda kembali
dan kerut senyum mu pudar abadi
Apr 19, 2019
Apr 19, 2019 at 11:17 PM UTC
Ku merindukan kata-kata hangatmu
yang menembus dinginnya malam
menyelimuti raga yang gugup
Apr 21, 2020
Apr 21, 2020 at 2:21 PM UTC
Kaulah kenangan di langit tinggi
Bersinar terang tanpa mengetahui
Ada manusia menatapmu di bumi
menawarkan tangannya bukan memberi
meminta hangatmu walau tak berarti
Hanya doa yang bisa ia ucapkan dalam hati
Mari berjumpa lagi walau hanya sebatas mimpi
Sep 20, 2019
Sep 20, 2019 at 9:55 PM UTC