"gila" poems
tidak disadari, langit yang biru berubah
menjadi warna oranye dan ungu muda.
perpaduannya pun sangat indah,
ditemani pula oleh kicauan burung yang sunyi.
selang waktu berjalan, hati semakin berat,
pena dan kertas, aku bertemu lagi denganmu.
langit yang indah tiba tiba berteriak,
seperti singa yang mengaung ditengah ladang.
apakah mungkin, bahwa kita melihat langit yang sama?
perbedaan waktu yang tidak masuk akal, ingin membuatku
menguras air di lautan yang biru,
yang menghalangi pertemuan kita.
gila, bukan?
aku berbicara kepada kertas putih,
layaknya kertas ini adalah sahabatku,
atau kuping yang selalu mendengar.
tangisan hati pun terlalu keras, malam ini.
langit yang indah, sekarang bersaturasi,
menjadi warna abu abu yang gelap,
jadi ini, toh.
ini, yang dinamakan
berbicara kepada kertas,
saat air mata milik senja,
turun dari langit.
Feb 20, 2019
Feb 20, 2019 at 8:15 AM UTC
Kau... membenciku kah?
tidak menyukaiku? atau mungkin kau iri padaku?
Kau begitu munafik!
dulu aku selalu bercerita tentangnya padamu, meskipun aku dan dia sudah tak lagi bersama kau pun tahu aku masih sangat sangat menyukainya. Kau tahu aku mengaguminya berbulan bulan, kau juga tahu untuk mendapatkan hatinya seperti berlari mendapatkan satu bintang kecil. Walau pada akhir nya aku hanya jadi pelampiasan perasaannya, tapi aku masih sangat menyukainya pada waktu itu meski kenyataannya harus seperti itu.
Aku teman mu, dan aku juga tahu kau juga temannya lebih dekat dari sekedar pertemananku denganmu.
tapi apa kau tak bisa mengahargai perasaanku sebagai temanmu?
kau tahu semua isi hatiku tentangnya, tapi mengapa kau sekarang?
memadu kasih dengan dirinya yang sampai detik ini kau tahu aku masih sangat mengaguminya!
kau jahat! kau benar-benar penghianat bertopeng pertemanan!
kau bukan lagi temanku sekarang. Itu terlalu sakit, sangat sakit untuk ku percaya.
kau bahkan hanya mengatakan maaf hanya untuk sekali seumur hidupmu?! itukah dirimu yang sebenarnya? menikamku tanpa ampun.
kalian berdua sama saja, tak ada gunanya aku mempertahankan seorang teman penghianat, dan sorang pengagum yang gila perempuan.
'seorang pencuri kekasih sesungguhnya mencuri seorang penghianat!'
Oct 10, 2013
Oct 10, 2013 at 11:30 PM UTC
Kya kisi itna dard mila he
bas ek yahi usase gila he
achche se kat rahi thi jindagi meri
pyar kiya jab se sirf yado ka hi tohafa mila he
kya farak padta he muzko e duniya badnasib to vo he
jise mere alava or koi mila he
kiya tha pyar mene use dilo jan se
meri chahato ka yahi sila muzko mila he
aaj he vo kahi or me tab chal raha hu
jab se usake shahar ka muze pata mila he..
Feb 25, 2014
Feb 25, 2014 at 8:11 AM UTC
*Main Talkhi-e-Hayat Se Ghabra Ke Pi Gaya
Gham Ki Siyah Raat Se Ghabra Ke Pi Gaya*
**With the worry from bitterness of life, I drank
With the grief of my darkest night, I drank**
*Itni Daqiq Shai Koi Kaise Samajh Sake
Yazdan Ke Vaqiat Se Ghabra Ke Pi Gaya*
**Such delicate substance, how can one comprehend?
With the fear of merciful moment, I drank**
*Chhalke Hue The Jaam Pareshan Thi Zulf-e-Yaar
Kuchh Aise Hadsat Se Ghabra Ke Pi Gaya*
**Overflowing cups and beloved’s anxious tresses
With the concern for such calamities, I drank**
*Main Aadmi Huun Koi Farishta Nahi Huzur
Main Aaj Apni Zaat Se Ghabra Ke Pi Gaya*
**Human I am and no angel O’ respected
Today, with the vigilance of my own being, I drank**
*Duniya-e-Hadsat Hai Ik Dardnak Giit
Duniya-e-Hadsat Se Ghabra Ke Pi Gaya*
**World of incidents is an agonising song
With the discomfort of this world of incidents, I drank**
*Kante To Khair Kante Hain Is Ka Gila Hi Kya
Phulon Ki Vardat Se Ghabra Ke Pi Gaya*
**Thorns are yet thorns and there is no complaint
With the scare from crimes of flowers, I drank**
*Saghar Vo Kah Rahe The Ki Pi Lijiye Huzur
Un Ki Guzarishat Se Ghabra Ke Pi Gaya*
**Saghar they said drink O’ respected
And with the care for their wishes, I drank**
— Translated by Jamil Hussain, Poet Saghar Siddiqui, Sung by Nusrat Fateh Ali Khan
Oct 26, 2016
Oct 26, 2016 at 6:08 AM UTC
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang,"
Begitu katanya
"Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang,"
Begitu pula katanya
Aku tetap tak mengerti
Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini
Terlalu sempit untuk diketahui
Terlalu sulit untuk dijelajahi
Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit?
Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri?
Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit?
Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip?
"Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku,"
Ujarnya kemudian
Secangkir teh diteguknya perlahan
"Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu,"
Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu
Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu
Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya
Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya
Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak
Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak
Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu
Yang meraup beribu untung tak kenal waktu
Diam-diam aku bertanya juga
Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu?
Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu?
Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu
Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu
Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya
Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya
Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa
Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa
Seperti yang saat ini banyak terjadi,
Seniman dan Koruptor.
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
Aku berdosa,
Telingaku bunuh diri.
Sudah baru-baru ini
Aku sepenuhnya tuli
Aku tak tahu lagi
Apa kata dedaunan
Pada tanah yang terantuk lemas dibawah
Atau ceracau yang diteriakkan
Bunga keparat
Untuk mayat dingin si kumbang.
Bahkan di restoran tua
Yang setiap sela kayunya berdarah dingin,
Tempat rintihan musik bisumu selalu dialunayunkan
Semuanya hanya tertawa hening
lalu mati begitu saja.
Dan meskipun duduk menghadapmu
Aku masih tak dapat mendengar
Suara mengaji jam setengah mati
Yang kerap menceritakan
Dongeng gelap kita
Dari lampau sampai me—
La lala la la
lala la lala
La la la la la lala
La la la lalala la la
La
—Lampaui
Pemakaman hati yang mati dipancung
Di pekarangan rumah tiap senja gulana
Yah, baru-baru ini aku tuli
Bisu lagi,
Mampunya cuma mengumpat dalam tulis.
Dan dihadapkan denganmu,
Sesekali dalam terkadang
Aku anehnya dapat mendengar
Serintikan isak tangis yang
Sama sekali tidak kita cucurkan
Lalu ini semua salah siapa,
Kalau aku baru tuli
Lalu kamu sudah bisu?
Apa memang ini dosaku?
Di palangnya tertulis;
Nama: Siapapun yang menangis
Di sela-sela pengakuan dosa
Kematian telinga gila
Dan kelumpuhan bibir hambar
Kita tiba-tiba melongo,
Tuhan tertawa
Sabar lagi bahagia,
Mengisyaratkan untuk
Sudah, ya,
Simpul mati saja senyum satu sama lain.
Aug 30, 2015
Aug 30, 2015 at 8:46 AM UTC
Diawali dengan udara pukul setengah empat sore yang hangat dan suasana hati yang sedang bagus, aku melihat perempuan itu berada di tamannya yang berantakan. Ya, berantakan kataku. Tamannya, bukan dirinya. Ia duduk di sana, dengan anggun dan cantiknya membibiti bunga bakung dan menyirami bunga krisan. Di sekelilingnya terdapat semak bunga mawar liar dan pohon pinus tua. Pohon itu berbatang tebal dan tampak kukuh, kini ia duduk menyila di bawahnya, berbincang dengan semak lavender di sebelahnya. Ia tidak gila, tapi tampak penyayang dan sangat lembut. Rambutnya yang berwarna gelap itu diterpa angin senja, di atasnya secerah sinar matahari menyeruak dari balik dedaunan membuat wajahnya tampak berkilau. Lihat bagaimana cara matanya mengerling dan lihat bagaimana caranya tersenyum; manis sekali.
Itu dia, Qinaani.
(Mahesa)
Nov 28, 2014
Nov 28, 2014 at 1:53 AM UTC
Khwaab dekho.
Khuli aankhon se ya band, fark nahin.
Khwaab humein kahan se kahan leja chhodti hai.
Jo kabhi dekha nahin woh dikha deti hai.
Jis cheez ko kabhi chhua na ** use bhi mehsoos karwa deti hai.
Kabhi paseene mein bheega jagaati hai,
toh kabhi apni ulfat se gaalon ko laal kar deti hai.
Cheekh kar uthaa hai koi toh koi muskuraate.
Koi toh khatam hone ka naam nahin leta.
Kisi ke beech mein kat jaane ka gila hai rehta.
Mujhe toh hamesha khatam hone ka intezaar hi raha ------ uske aane tak.
Bura dekha, bura jaana, bure ne ghere rakha ab tak.
Mein ne seene par sar rakha,
phir usne mere haath par apna bada magar narm haath rakha.
Usko meri nazuk lambi ungliyon se khelna achha laga.
Mujhe mohabbat jatane ka yeh tareeqa uska achha laga.
Aankh khuli.
Pehli dafa kaanp kar nahin sharmakar jagi.
Sukoon toh tha.
Par gila bhi raha.
Phir socha,
khwaab itne bhi bure nahin.
Toh khwaab dekho.
Kuch rehne do.
Kuch poore karo.
Sep 11, 2021
Sep 11, 2021 at 12:36 PM UTC
Meri Zeest Pur Mussarat
Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi
Koi Behtarin Surat
Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi
Upon my existence, happiness
Never was, will not nor ever be
One perfect image
Never was, will not nor ever be
Mujhe Husn Ne Sataya
Mujhe Ishq Ne Mitaya
Kisi Aur Ki Ye Halat
Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi
Mein Yeh Jaante Huay Bhi
Teri Anjuman Mein Aaya
Ke Tujhe Meri Zarurat
Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi
Beauty has made me suffer
Love has caused me to fade
This state of any other
Never was, will not nor ever be
Knowing this
I came to your gathering
That for you, my need
Never was, will not nor ever be
Jo Gila Kiya Hai Tumse
Jo Samaj Ke Tumko Apna
Mujhe Gair Se Shikayat
Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi
Ye Karam Hai Doston Ka
Jo Woh Keh Rahe Hai Sab Se
Ke Naseer Par Inaayat
Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi
Those sorrows shared with you
Were with a belief that you are a part of me
Complaint to a stranger
Never was, will not nor ever be
This grace is from friends, who say to all
**That upon Naseer, favour*
Never was, will not nor ever be
✒ Translated by ℐamil Hussain , *Poet, Peer Naseer Uddin Naseer, Sung by Nusrat Fateh Ali Khan
Nov 15, 2017
Nov 15, 2017 at 2:16 PM UTC
*i remember you more than you know,
then don't ever hesitate to leave me..
and i missing you,
then please don't ever hesitate to hide away..
i could lost myself later..
because of you,
the teenage girl that first i know..
who is close, will definitely caught by me..
because of you,
the princess of hearts..
dare to steal mine..
until i forgot myself..
love me softly,
for me, you are sweet popcorn..
the phantom heart who makes me jealous...
love me tender,
for me, you are a ripe mango..
the villain of love which makes me so mad...*
┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Siratu pundung
aku mengenangmu lebih dari yang engkau tahu,
maka jangan segan untuk meninggalkanku...
aku kehilanganmu ,
maka jangan sungakn untuk bersembunyi..
aku dapat menyasarkan diri..
karena kamu,
gadis terhebat yang pertamaku kenal..
yang mendekat pasti akan ketahuan olehku...
karena kamu,
sang ratu hati..
beraninya mencuri...
hingga aku lupa diri..
kasihi aku dengan lembut,
bagiku, engkau berondong manis..
sang siluman hati yang membuatku cemburu...
sayangi aku dengan tulus,
bagiku, engkau adalah mangga yang ranum..
sang penjahat cinta yang membuatku jadi gila..
heu.. :O mengapa begitu lebay dan tendensius tulisan ini, ahahay.. =))
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 1:43 PM UTC
Di suatu tempat, di suatu hari
Kini ku beranjak dewasa
Dan malam ini aku berfikir
Hormonku telah mencapai puncak
Aku butuh bercinta
Ya... memang gila diriku ini
Tapi... aku benar-benar dan sangat ingin
Ku butuh pelukan seorang pria
Di setiap malamku yang dingin
Ku butuh ciuman mesranya
Untuk menghangatkan tubuh ini
Adakah pangeran yang mau melakukannya untukku?
Setiap malam aku kesepian
Hanya bermimpi...
Bercumbu dengan bayangannya
Memeluknya... menciumnya
Begitu mesra menyentuh jiwa
Gila! Gila! Gila!
Memang gila fikiranku ini
Tapi tak bisa ku hindari
Saat nafsu ini melumuri jiwaku
Pikiranku... dan cintaku
Begitu jauh...rumah pangeranku
Tak sanggup sendiri aku ke sana
Sekali lagi...
Pelukan...
Sentuhan...
Kecupan...
Dan saat-saat bercintalah yang akan ku tunggu
Hingga sang pangeran tiba
Jan 20, 2012
Jan 20, 2012 at 8:28 AM UTC
Jakarta, 5 Mei 2008
Kau kah itu?
Bayangan yang kabur
Lepas dari ragamu
Kau kah itu?
Yang memetik senar
Dan mulai berlagu
Kau kah itu?
Yang buat ku tersenyum
Tiada henti di setiap waktu
Kau kah itu?
Yang buat mataku
S’lalu tertuju padamu
Kau kah itu?
Yang buat ku gila
Tak henti memikirkanmu
My King…
Kau kah itu?
Yang kini ku rindu
Selalu…
Kau kah itu?
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:45 AM UTC
Palembang, 31 Agustus 2014
Aku ingin segera menjadi dewasa
Supaya aku bisa menikmati hidup lebih leluasa
Minum kopi sambil mengobrol tentang politik dan penguasa
Duduk di café menulis novel dan mengambar sketsa
Aku ingin segera wisuda
Memiliki pekerjaan sendiri yang aku damba
Memiliki apartemen sendiri dengan konsep yang aku suka
Membeli semua buku yang ku anggap menarik dan membuat sendiri ruang baca
Aku ingin segera mengakhiri masa kesendirianku
Ku harap aku bisa memilih sendiri pasanganku
Seseorang yang selalu setia di saat apapun
Seseorang yang bisa ku ajak “gila-gilaan” sepajang waktu
Aku ingin segera mengandung
Memiliki anak-anak yang manis yang akan ku panggil “sayang”
Memanjakan mereka seperti aku dimanjakan bunda
Membahagiakan orangtuaku dengan kehadiran mereka
Aku ingin
Aku ingin mati dikelilingi orang-orang yang ku cinta
Aug 31, 2014
Aug 31, 2014 at 10:04 AM UTC
\/
|
it is
a skittish
little beast
though
nothing
harms it
/\/\/\ in the least /\/\/\
●•○ a living thing ○●•
○●•° of red and black ●○•°
○●°••●○●°if you touch it●○°•●○●○•
○●••●•○°○●it attacks!●○°••●○●•
this lizard snaps
this creature bites
it will engage and
hang on tight! So
be careful where
you step • because
of poison it's adept
as you're walking
●•°○up a trail • carry••○●
••●○••○sticks and do●○°•●○
●°°•●○°○•●not fail!○●•°●○•●○
●°○• Gila Monsters ●•○°
\/\/\/ you may goad \/\/\/
so watch it
○•° son○●°
●°• they●°○
○●own●○
●°•the○●°
•°○● R○●°•°
○••●O○°•●
°•○●A●°•○
°•●○D○●°•
○•°●○•●
°●○•
°•○●
●○°•
●○.
●
Jan 31, 2016
Jan 31, 2016 at 1:22 AM UTC
We clocked in
(Punched in the older guys said)
And sat in a circle of orange plastic chairs
Hubbed by a thin morose
Befuddlement of a team lead
“An hour, just what is an hour?” he asked to begin the weekly meeting
I wanted to say, “A unit of temporal measurement that comprises -- or is that composes? -- sixty minutes,”
But held back
Knowing the obviousness of the query had to be a set-up
The befuddlement sighed in frustration
An understudy to my English III instructor
(the one who gave me an F- on the Emily Dickinson test)
Then said, “Okay, just what can be done in an hour?”
Then the youngest kid who always kept quiet
But who had enough scars -- had to toss in a lurid touch didn’t I --
To imply that he might have more experience than the oldest said,
“Nothing.”
“Nothing?”
“Nothing.”
“Okay, then just what is that contraption on the other side of the bay?”
“An assembly line.”
“And what does it do?”
“It makes a 30centaurpower indivertible that runs on Gila monster spit.”
He nodded.
He considered.
“Okay, then, let’s punch out and come back tomorrow. Maybe then we’ll really have something to do.”
(And - oh yeah -- putting on my hat as a frustrated teleplay writer:
Those scars showed that he could handle himself.)
Sep 23, 2012
Sep 23, 2012 at 6:34 PM UTC
The evening clouds,
are grey from increasing shadow.
The jagged mists, according to my minds eye, take the forms of dragons,
Encroaching upon me
Until they shatter into ash, their own burning might having destroyed them.
The skulled faces stretch out as if in one last grimace.
The second sooty mass forms into hooks, as the monsters’ lower half tries try reconnect with its collapsing upper.
Rose and tangerine flames waft,
Vanishing into oncoming blackness,
Like spirits hiding into caves, to be reborn as the souls of new mythic reptiles.
Sep 13, 2018
Sep 13, 2018 at 12:02 PM UTC
Orang gila mana yang rela memberi semuanya untuk cinta?
Orang gila mana yang rela menangis setiap malam hanya untuk satu wanita?
Orang gila mana yang rela menunggu cinta untuk datang kembali dengan perempuan yang sama?
Aku tau jawabanya,
.
.
Akulah jawabanya.
Oct 21, 2018
Oct 21, 2018 at 9:27 AM UTC
It catches in my throat
I try to scald it down
with a nonfat latte- no foam, please
but a resilient hairball like this
is latched on tightly-
a gila monster attached to the
sweetest ****
My sentences are choked and can't-
the stares beat my face, I lower
my eyes only to feel the eyewounds
lash my back and a striped cardigan
offers no protection.
I curl up and twitch just like
that dog I once (or twice) kicked
dark in a closet or under a bed
and wait for salvation but no one ever
comes and eventually
I have to deal before the SWAT
team catches me with tear gas
and I cough up lizard after lizard.
Jul 11, 2012
Jul 11, 2012 at 5:46 PM UTC
I have come to conclusion
over sunpierced crust
brittle as tobacco leaf
astride mottled nag
scraggling on loose gravel
sandsoaked
saltsteeped
leadheavy in lid
past dactyled tracks
parallel cobbled macadam
wavering shale
lockjawed lava rock
fractured cobalt
lone juniper
forgotten scrub
open boil of tar and pitch
halfburied bones of leviathan
still shifting in the clouded boom
of stone
through grapeshot hail
adobed pueblos
thatchskinned women
and straw men
all witches
flaying the gila
pestling scale with cornmeal
and fermented mescal
desert sangria
hallucinating sideways in the murk
where coyotes yip
and each star a conflagration
mirrored in the captive eyes
of floundered meteorites
at the terminus
where sun and moon merge
I know the question
and response
from where do you come
to where do you go
Dec 15, 2011
Dec 15, 2011 at 5:04 PM UTC
I think you may think I’m pretty
I also think that’s not enough
To make me want to know beyond your name
Or hold the different layers of warmth between your fingers
The walls stand against me tonight
There is feral love within the unseen of our dreams
Why do you croon so insolently, child?
The forces of gravity are in your favor, be keen
I want to taste your pain and insecurities
I want the exposure of your body to melt in my mouth
Cherry blossoms spring forth from desolate hymns
Autumn leaves spur foolishly among the skies
Press your throat against my earlobe
I want to hear you louder
I want to hear you clear
Your every sigh, a memory left for me to dwell on
Your every moan, an undoing, my virgin’s suicide
These are the things that matter, the more you get the less you are
The higher you are, the more you fall
The more you fall apart
These are the words that hold my youth
These are the words that hold my heart
These are the words that will never be enough, no never be enough
To make you less you and make you more mine
Yet I hope for your life, I hope for you, I do
There are subliminal messages on my birthday cake
The candle lit itself on fire cause it did not know
No, it did not know how to feel about time
Glow in the darkness with me, monsieur
There are secret worlds in your mind
That you yourself are not aware of
Let the strum of vision put you to sleep
f-f-feel it, again and again
In your bones, on my bed
You've got to close your eyes to see me better
There are ghosts in the back of my head
They want to know
Don’t tell them why
Neither one
Neither one of us
Will make it down this hill alive
Gila, Gila, Gila
They will teach us everything
Except how to mourn, except how to die
Maybe I will change
Maybe things will change
Maybe you will change your mind
Madame, I meant it when I called you pretty
Madame, I meant it when I held your hand
Piano tuner vibrations at one-hundred-fifty decibels form inside my chest
Yet, it's not enough
No, it's never enough
To hurt the soft smoldering of my insides
With the conditioned paradise of your pain.
Oct 9, 2013
Oct 9, 2013 at 3:43 AM UTC
mungkin aku gila
semua tidak ada yang sempurna..
bagaimana hati ini bisa berlabuh di kamu?
aku tak ingin mengiginkanmu
lebih dari apapun aku ingin sendiri..
aku tak mau mengulangi kesalahan itu lagi
memang aku harus akui jikalau..
bahwa aku tidak bisa menerima dengan apa adanya
itu bukanlah hal yang buruk
karena aku memang layak..
pantas mendapatkan cinta yang sebenarnya
Feb 14, 2017
Feb 14, 2017 at 10:27 AM UTC
We're driving on the road at night
through the desert
between Ajo & Gila Bend
a place my Dad called
Crater Range
he told me lots of people died out there
he saw lots of scary stuff out there
and I would stare out the window
into the desert.
The headlights lighting up
the shrubs and rocks
the full moon in the sky
taking care of the rest
the arroyos
the rusty train tracks
the vast
neverending
stretch of white rocks, shrubs, and sand
illuminated and glowing blue.
And he'd keep talking to me
while my mother and sister slept.
We'd keep talking
forever it seemed
I eagerly awaited these talks
the green light in the radio lighting up his face
his beard moving up and down
telling me about all the family members & friends
that died on this road
he told me about them
as we passed through a large formation of rocks
on both sides of the road
Class of 79'
Martina & Ernesto 4 Ever
Peace signs & pentagrams
were spray painted all over the rock walls.
And from that green, glowing, radio
Morrison's voice
singing
about the killer on the road.
And then it'd get real quiet again
we both would
and I'd just lean my head against that window
staring out
into the darkness
and looking
squinting real hard
looking for something
anything
alive and moving
lit up in the light from the moon
down in the arroyo
or by the tracks.
There was something out there
I knew it.
Jan 26, 2012
Jan 26, 2012 at 3:43 PM UTC
ah, poets forever lap at the oracle
like a dog drinking from the toilet
as I drink from u, golden-brown
like beer; nutritious like a nutty
breakfast cereal I eat w/ a silver
spoon; oh, the wooden clogs on the
ceiling & the jackhammer in the
street, O the garbage truck! The poet
screaming on the corner, going from
corner to corner bickering w/ ******
Edison created light bulbs to see &
now we cannot unsee them, haggard,
***** & yellow from the wharf crawling
over the shore; Gila Monsters created
God & oh, man who created sunrise;
who awakened the sleeping giantess
who opened her snooch & released the
whole world & everything around me
Sep 4, 2018
Sep 4, 2018 at 9:11 PM UTC