Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"gila" poems
tidak disadari, langit yang biru berubah menjadi warna oranye dan ungu muda. perpaduannya pun sangat indah, ditemani pula oleh kicauan burung yang sunyi. selang waktu berjalan, hati semakin berat, pena dan kertas, aku bertemu lagi denganmu. langit yang indah tiba tiba berteriak, seperti singa yang mengaung ditengah ladang. apakah mungkin, bahwa kita melihat langit yang sama? perbedaan waktu yang tidak masuk akal, ingin membuatku menguras air di lautan yang biru, yang menghalangi pertemuan kita. gila, bukan? aku berbicara kepada kertas putih, layaknya kertas ini adalah sahabatku, atau kuping yang selalu mendengar. tangisan hati pun terlalu keras, malam ini. langit yang indah, sekarang bersaturasi, menjadi warna abu abu yang gelap, jadi ini, toh. ini, yang dinamakan berbicara kepada kertas, saat air mata milik senja, turun dari langit.
0
Feb 20, 2019
Feb 20, 2019 at 8:15 AM UTC
air mata milik senja
Kau... membenciku kah? tidak menyukaiku? atau mungkin kau iri padaku? Kau begitu munafik! dulu aku selalu bercerita tentangnya padamu, meskipun aku dan dia sudah tak lagi bersama kau pun tahu aku masih sangat sangat menyukainya. Kau tahu aku mengaguminya berbulan bulan, kau juga tahu untuk mendapatkan hatinya seperti berlari mendapatkan satu bintang kecil. Walau pada akhir nya aku hanya jadi pelampiasan perasaannya, tapi aku masih sangat menyukainya pada waktu itu meski kenyataannya harus seperti itu. Aku teman mu, dan aku juga tahu kau juga temannya lebih dekat dari sekedar pertemananku denganmu. tapi apa kau tak bisa mengahargai perasaanku sebagai temanmu? kau tahu semua isi hatiku tentangnya, tapi mengapa kau sekarang? memadu kasih dengan dirinya yang sampai detik ini kau tahu aku masih sangat mengaguminya! kau jahat! kau benar-benar penghianat bertopeng pertemanan! kau bukan lagi temanku sekarang. Itu terlalu sakit, sangat sakit untuk ku percaya. kau bahkan hanya mengatakan maaf hanya untuk sekali seumur hidupmu?! itukah dirimu yang sebenarnya? menikamku tanpa ampun. kalian berdua sama saja, tak ada gunanya aku mempertahankan seorang teman penghianat, dan sorang pengagum yang gila perempuan. 'seorang pencuri kekasih sesungguhnya mencuri seorang penghianat!'
0
Oct 10, 2013
Oct 10, 2013 at 11:30 PM UTC
Dikamusku ada 'MANTAN TEMAN' sekarang!
Kya kisi itna dard mila he bas ek yahi usase gila he achche se kat rahi thi jindagi meri pyar kiya jab se sirf yado ka hi tohafa mila he kya farak padta he muzko e duniya badnasib to vo he jise mere alava or koi mila he kiya tha pyar mene use dilo jan se meri chahato ka yahi sila muzko mila he aaj he vo kahi or me tab chal raha hu jab se usake shahar ka muze pata mila he..
0
Feb 25, 2014
Feb 25, 2014 at 8:11 AM UTC
Kya kisi itna dard mila he
*Main Talkhi-e-Hayat Se Ghabra Ke Pi Gaya Gham Ki Siyah Raat Se Ghabra Ke Pi Gaya* **With the worry from bitterness of life, I drank With the grief of my darkest night, I drank** *Itni Daqiq Shai Koi Kaise Samajh Sake Yazdan Ke Vaqiat Se Ghabra Ke Pi Gaya* **Such delicate substance, how can one comprehend? With the fear of merciful moment, I drank** *Chhalke Hue The Jaam Pareshan Thi Zulf-e-Yaar Kuchh Aise Hadsat Se Ghabra Ke Pi Gaya* **Overflowing cups and beloved’s anxious tresses With the concern for such calamities, I drank** *Main Aadmi Huun Koi Farishta Nahi Huzur Main Aaj Apni Zaat Se Ghabra Ke Pi Gaya* **Human I am and no angel O’ respected Today, with the vigilance of my own being, I drank** *Duniya-e-Hadsat Hai Ik Dardnak Giit Duniya-e-Hadsat Se Ghabra Ke Pi Gaya* **World of incidents is an agonising song With the discomfort of this world of incidents, I drank** *Kante To Khair Kante Hain Is Ka Gila Hi Kya Phulon Ki Vardat Se Ghabra Ke Pi Gaya* **Thorns are yet thorns and there is no complaint With the scare from crimes of flowers, I drank** *Saghar Vo Kah Rahe The Ki Pi Lijiye Huzur Un Ki Guzarishat Se Ghabra Ke Pi Gaya* **Saghar they said drink O’ respected And with the care for their wishes, I drank** — Translated by Jamil Hussain, Poet Saghar Siddiqui, Sung by Nusrat Fateh Ali Khan
0
Oct 26, 2016
Oct 26, 2016 at 6:08 AM UTC
I Drank
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
0
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
Dunia, Seni, Koruptor
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
Continue reading...
39
Aku berdosa, Telingaku bunuh diri. Sudah baru-baru ini Aku sepenuhnya tuli Aku tak tahu lagi   Apa kata dedaunan Pada tanah yang terantuk lemas dibawah Atau ceracau yang diteriakkan Bunga keparat Untuk mayat dingin si kumbang. Bahkan di restoran tua Yang setiap sela kayunya berdarah dingin, Tempat rintihan musik bisumu selalu dialunayunkan Semuanya hanya tertawa hening lalu mati begitu saja. Dan meskipun duduk menghadapmu Aku masih tak dapat mendengar Suara mengaji jam setengah mati Yang kerap menceritakan Dongeng gelap kita Dari lampau sampai me— La lala la la       lala la lala La la la la la lala            La la la lalala la la La —Lampaui Pemakaman hati yang mati dipancung Di pekarangan rumah tiap senja gulana Yah, baru-baru ini aku tuli Bisu lagi, Mampunya cuma mengumpat dalam tulis. Dan dihadapkan denganmu, Sesekali dalam terkadang Aku anehnya dapat mendengar Serintikan isak tangis yang Sama sekali tidak kita cucurkan Lalu ini semua salah siapa, Kalau aku baru tuli Lalu kamu sudah bisu? Apa memang ini dosaku? Di palangnya tertulis; Nama: Siapapun yang menangis Di sela-sela pengakuan dosa Kematian telinga gila Dan kelumpuhan bibir hambar Kita tiba-tiba melongo, Tuhan tertawa Sabar lagi bahagia, Mengisyaratkan untuk Sudah, ya, Simpul mati saja senyum satu sama lain.
0
Aug 30, 2015
Aug 30, 2015 at 8:46 AM UTC
Pengakuan Dosa Penyair Tuli Pada Sebuah Film Bisu
Diawali dengan udara pukul setengah empat sore yang hangat dan suasana hati yang sedang bagus, aku melihat perempuan itu berada di tamannya yang berantakan. Ya, berantakan kataku. Tamannya, bukan dirinya. Ia duduk di sana, dengan anggun dan cantiknya membibiti bunga bakung dan menyirami bunga krisan. Di sekelilingnya terdapat semak bunga mawar liar dan pohon pinus tua. Pohon itu berbatang tebal dan tampak kukuh, kini ia duduk menyila di bawahnya, berbincang dengan semak lavender di sebelahnya. Ia tidak gila, tapi tampak penyayang dan sangat lembut. Rambutnya yang berwarna gelap itu diterpa angin senja, di atasnya secerah sinar matahari menyeruak dari balik dedaunan membuat wajahnya tampak berkilau. Lihat bagaimana cara matanya mengerling dan lihat bagaimana caranya tersenyum; manis sekali. Itu dia, Qinaani. (Mahesa)
0
Nov 28, 2014
Nov 28, 2014 at 1:53 AM UTC
Bagian I: Bunga Kertas
Khwaab dekho. Khuli aankhon se ya band, fark nahin. Khwaab humein kahan se kahan leja chhodti hai. Jo kabhi dekha nahin woh dikha deti hai. Jis cheez ko kabhi chhua na ** use bhi mehsoos karwa deti hai. Kabhi paseene mein bheega jagaati hai, toh kabhi apni ulfat se gaalon ko laal kar deti hai. Cheekh kar uthaa hai koi toh koi muskuraate. Koi toh khatam hone ka naam nahin leta. Kisi ke beech mein kat jaane ka gila hai rehta. Mujhe toh hamesha khatam hone ka intezaar hi raha ------ uske aane tak. Bura dekha, bura jaana, bure ne ghere rakha ab tak. Mein ne seene par sar rakha, phir usne mere haath par apna bada magar narm haath rakha. Usko meri nazuk lambi ungliyon se khelna achha laga. Mujhe mohabbat jatane ka yeh tareeqa uska achha laga. Aankh khuli. Pehli dafa kaanp kar nahin sharmakar jagi. Sukoon toh tha. Par gila bhi raha. Phir socha, khwaab itne bhi bure nahin. Toh khwaab dekho. Kuch rehne do. Kuch poore karo.
0
Sep 11, 2021
Sep 11, 2021 at 12:36 PM UTC
Khwaab
Meri Zeest Pur Mussarat Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi Koi Behtarin Surat Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi Upon my existence, happiness Never was, will not nor ever be One perfect image Never was, will not nor ever be Mujhe Husn Ne Sataya Mujhe Ishq Ne Mitaya Kisi Aur Ki Ye Halat Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi Mein Yeh Jaante Huay Bhi Teri Anjuman Mein Aaya Ke Tujhe Meri Zarurat Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi Beauty has made me suffer Love has caused me to fade This state of any other Never was, will not nor ever be Knowing this I came to your gathering That for you, my need Never was, will not nor ever be Jo Gila Kiya Hai Tumse Jo Samaj Ke Tumko Apna Mujhe Gair Se Shikayat Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi Ye Karam Hai Doston Ka Jo Woh Keh Rahe Hai Sab Se Ke Naseer Par Inaayat Kabhi Thi, Naa Hai, Naa Hogi Those sorrows shared with you Were with a belief that you are a part of me Complaint to a stranger Never was, will not nor ever be This grace is from friends, who say to all **That upon Naseer, favour* Never was, will not nor ever be ✒ Translated by ℐamil Hussain , *Poet, Peer Naseer Uddin Naseer, Sung by Nusrat Fateh Ali Khan
0
Nov 15, 2017
Nov 15, 2017 at 2:16 PM UTC
G a t h e r i n g
*i remember  you more than you know, then don't ever hesitate  to leave me.. and i missing you, then please don't ever hesitate to hide away.. i could lost myself later.. because of you, the teenage girl  that  first i know.. who is close,  will definitely caught by me.. because of you, the princess of hearts.. dare to steal mine.. until i forgot myself.. love me softly, for me,  you are sweet popcorn.. the phantom  heart who makes me  jealous... love me tender, for me,  you are a ripe mango.. the villain of love which makes me so mad...* ┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈ Siratu pundung aku mengenangmu lebih dari yang engkau tahu, maka jangan segan untuk meninggalkanku... aku kehilanganmu , maka jangan sungakn untuk bersembunyi.. aku dapat menyasarkan diri.. karena kamu, gadis terhebat yang pertamaku kenal.. yang mendekat pasti akan ketahuan olehku... karena kamu, sang ratu hati.. beraninya mencuri... hingga aku lupa diri.. kasihi aku dengan lembut, bagiku, engkau berondong manis.. sang siluman hati yang membuatku cemburu... sayangi aku dengan tulus, bagiku, engkau adalah mangga yang ranum.. sang penjahat cinta yang membuatku jadi gila.. heu.. :O  mengapa begitu lebay dan tendensius tulisan ini, ahahay.. =))
0
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 1:43 PM UTC
the queen of cranky
Di suatu tempat, di suatu hari Kini ku beranjak dewasa Dan malam ini aku berfikir Hormonku telah mencapai puncak Aku butuh bercinta Ya... memang gila diriku ini Tapi... aku benar-benar dan sangat ingin Ku butuh pelukan seorang pria Di setiap malamku yang dingin Ku butuh ciuman mesranya Untuk menghangatkan tubuh ini Adakah pangeran yang mau melakukannya untukku? Setiap malam aku kesepian Hanya bermimpi... Bercumbu dengan bayangannya Memeluknya... menciumnya Begitu mesra menyentuh jiwa Gila! Gila! Gila! Memang gila fikiranku ini Tapi tak bisa ku hindari Saat nafsu ini melumuri jiwaku Pikiranku... dan cintaku Begitu jauh...rumah pangeranku Tak sanggup sendiri aku ke sana Sekali lagi... Pelukan... Sentuhan... Kecupan... Dan saat-saat bercintalah yang akan ku tunggu Hingga sang pangeran tiba
0
Jan 20, 2012
Jan 20, 2012 at 8:28 AM UTC
Di Suatu Tempat, Di Suatu Hari
Jakarta, 5 Mei 2008 Kau kah itu? Bayangan yang kabur Lepas dari ragamu Kau kah itu? Yang memetik senar Dan mulai berlagu Kau kah itu? Yang buat ku tersenyum Tiada henti di setiap waktu Kau kah itu? Yang buat mataku S’lalu tertuju padamu Kau kah itu? Yang buat ku gila Tak henti memikirkanmu My King… Kau kah itu? Yang kini ku rindu Selalu… Kau kah itu?
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:45 AM UTC
Kau Kah Itu?
Palembang, 31 Agustus 2014 Aku ingin segera menjadi dewasa Supaya aku bisa menikmati hidup lebih leluasa Minum kopi sambil mengobrol tentang politik dan penguasa Duduk di café menulis novel dan mengambar sketsa Aku ingin segera wisuda Memiliki pekerjaan sendiri yang aku damba Memiliki apartemen sendiri dengan konsep yang aku suka Membeli semua buku yang ku anggap menarik dan membuat sendiri ruang baca Aku ingin segera mengakhiri masa kesendirianku Ku harap aku bisa memilih sendiri pasanganku Seseorang yang selalu setia di saat apapun Seseorang yang bisa ku ajak “gila-gilaan” sepajang waktu Aku ingin segera mengandung Memiliki anak-anak yang manis yang akan ku panggil “sayang” Memanjakan mereka seperti aku dimanjakan bunda Membahagiakan orangtuaku dengan kehadiran mereka Aku ingin Aku ingin mati dikelilingi orang-orang yang ku cinta
0
Aug 31, 2014
Aug 31, 2014 at 10:04 AM UTC
Aku Ingin
\/ | it is a skittish little beast though nothing harms it /\/\/\        in the least         /\/\/\ ●•○        a living thing       ○●• ○●•°       of red and black     ●○•° ○●°••●○●°if you touch it●○°•●○●○• ○●••●•○°○●it attacks!●○°••●○●• this lizard snaps this creature bites it will engage and hang on tight! So be careful where you step • because of poison it's adept as you're walking ●•°○up a trail • carry••○● ••●○••○sticks and do●○°•●○ ●°°•●○°○•●not fail!○●•°●○•●○ ●°○•      Gila Monsters     ●•○° \/\/\/      you may goad      \/\/\/ so watch it ○•° son○●° ●°• they●°○ ○●own●○ ●°•the○●° •°○● R○●°•° ○••●O○°•● °•○●A●°•○ °•●○D○●°• ○•°●○•● °●○• °•○● ●○°• ●○. ●
0
Jan 31, 2016
Jan 31, 2016 at 1:22 AM UTC
Gila Monster
We clocked in (Punched in the older guys said) And sat in a circle of orange plastic chairs Hubbed by a thin morose Befuddlement of a team lead “An hour, just what is an hour?” he asked to begin the weekly meeting I wanted to say, “A unit of temporal measurement that comprises -- or is that composes? -- sixty minutes,” But held back Knowing the obviousness of the query had to be a set-up The befuddlement sighed in frustration An understudy to my English III instructor (the one who gave me an F- on the Emily Dickinson test) Then said, “Okay, just what can be done in an hour?” Then the youngest kid who always kept quiet But who had enough scars -- had to toss in a lurid touch didn’t I -- To imply that he might have more experience than the oldest said, “Nothing.” “Nothing?” “Nothing.” “Okay, then just what is that contraption on the other side of the bay?” “An assembly line.” “And what does it do?” “It makes a 30centaurpower indivertible that runs on Gila monster spit.” He nodded. He considered. “Okay, then, let’s punch out and come back tomorrow. Maybe then we’ll really have something to do.” (And - oh yeah -- putting on my hat as a frustrated teleplay writer: Those scars showed that he could handle himself.)
0
Sep 23, 2012
Sep 23, 2012 at 6:34 PM UTC
The Weekly Staff Meeting
The evening clouds, are grey from increasing shadow. The jagged mists, according to my minds eye, take the forms of dragons, Encroaching upon me Until they shatter into ash, their own burning might having destroyed them. The skulled faces stretch out as if in one last grimace. The second sooty mass forms into hooks, as the monsters’ lower half tries try reconnect with its collapsing upper. Rose and tangerine flames waft, Vanishing into oncoming blackness, Like spirits hiding into caves, to be reborn as the souls of new mythic reptiles.
0
Sep 13, 2018
Sep 13, 2018 at 12:02 PM UTC
Gila Magnifique
Orang gila mana yang rela memberi semuanya untuk cinta? Orang gila mana yang rela menangis setiap malam hanya untuk satu wanita? Orang gila mana yang rela menunggu cinta untuk datang kembali dengan perempuan yang sama? Aku tau jawabanya, . . Akulah jawabanya.
0
Oct 21, 2018
Oct 21, 2018 at 9:27 AM UTC
Untitled
It catches in my throat I try to scald it down with a nonfat latte- no foam, please but a resilient hairball like this is latched on tightly- a gila monster attached to the sweetest **** My sentences are choked and can't- the stares beat my face, I lower my eyes only to feel the eyewounds lash my back and a striped cardigan offers no protection. I curl up and twitch just like that dog I once (or twice) kicked dark in a closet or under a bed and wait for salvation but no one ever comes and eventually I have to deal before the SWAT team catches me with tear gas and I cough up lizard after lizard.
0
Jul 11, 2012
Jul 11, 2012 at 5:46 PM UTC
I am a *****
I have come to conclusion over sunpierced crust brittle as tobacco leaf astride mottled nag scraggling on loose gravel sandsoaked saltsteeped leadheavy in lid past dactyled tracks parallel cobbled macadam wavering shale lockjawed lava rock fractured cobalt lone juniper forgotten scrub open boil of tar and pitch halfburied bones of leviathan still shifting in the clouded boom of stone through grapeshot hail adobed pueblos thatchskinned women and straw men all witches flaying the gila pestling scale with cornmeal and fermented mescal desert sangria hallucinating sideways in the murk where coyotes yip and each star a conflagration mirrored in the captive eyes of floundered meteorites at the terminus where sun and moon merge I know the question and response from where do you come to where do you go
0
Dec 15, 2011
Dec 15, 2011 at 5:04 PM UTC
Jose Cuervo
I think you may think I’m pretty I also think that’s not enough To make me want to know beyond your name Or hold the different layers of warmth between your fingers The walls stand against me tonight There is feral love within the unseen of our dreams Why do you croon so insolently, child? The forces of gravity are in your favor, be keen I want to taste your pain and insecurities I want the exposure of your body to melt in my mouth Cherry blossoms spring forth from desolate hymns Autumn leaves spur foolishly among the skies Press your throat against my earlobe I want to hear you louder I want to hear you clear Your every sigh, a memory left for me to dwell on Your every moan, an undoing, my virgin’s suicide These are the things that matter, the more you get the less you are The higher you are, the more you fall The more you fall apart These are the words that hold my youth These are the words that hold my heart These are the words that will never be enough, no never be enough To make you less you and make you more mine Yet I hope for your life, I hope for you, I do There are subliminal messages on my birthday cake The candle lit itself on fire cause it did not know No, it did not know how to feel about time Glow in the darkness with me, monsieur There are secret worlds in your mind That you yourself are not aware of Let the strum of vision put you to sleep f-f-feel it, again and again In your bones, on my bed You've got to close your eyes to see me better There are ghosts in the back of my head They want to know Don’t tell them why Neither one Neither one of us Will make it down this hill alive Gila, Gila, Gila They will teach us everything Except how to mourn, except how to die Maybe I will change Maybe things will change Maybe you will change your mind Madame, I meant it when I called you pretty Madame, I meant it when I held your hand Piano tuner vibrations at one-hundred-fifty decibels form inside my chest Yet, it's not enough No, it's never enough To hurt the soft smoldering of my insides With the conditioned paradise of your pain.
0
Oct 9, 2013
Oct 9, 2013 at 3:43 AM UTC
t r o i s
I think you may think I’m pretty I also think that’s not enough To make me want to know beyond your name Or hold the different layers of warmth between your fingers The walls stand against me tonight There is feral love within the unseen of our dreams Why do you croon so insolently, child? The forces of gravity are in your favor, be keen I want to taste your pain and insecurities I want the exposure of your body to melt in my mouth Cherry blossoms spring forth from desolate hymns Autumn leaves spur foolishly among the skies Press your throat against my earlobe I want to hear you louder I want to hear you clear Your every sigh, a memory left for me to dwell on Your every moan, an undoing, my virgin’s suicide These are the things that matter, the more you get the less you are The higher you are, the more you fall The more you fall apart These are the words that hold my youth These are the words that hold my heart These are the words that will never be enough, no never be enough To make you less you and make you more mine Yet I hope for your life, I hope for you, I do There are subliminal messages on my birthday cake The candle lit itself on fire cause it did not know No, it did not know how to feel about time Glow in the darkness with me, monsieur There are secret worlds in your mind That you yourself are not aware of Let the strum of vision put you to sleep f-f-feel it, again and again In your bones, on my bed You've got to close your eyes to see me better There are ghosts in the back of my head They want to know Don’t tell them why Neither one Neither one of us Will make it down this hill alive Gila, Gila, Gila They will teach us everything Except how to mourn, except how to die Maybe I will change Maybe things will change Maybe you will change your mind Madame, I meant it when I called you pretty Madame, I meant it when I held your hand Piano tuner vibrations at one-hundred-fifty decibels form inside my chest Yet, it's not enough No, it's never enough To hurt the soft smoldering of my insides With the conditioned paradise of your pain.
Continue reading...
54
mungkin aku gila semua tidak ada yang sempurna.. bagaimana hati ini bisa berlabuh di kamu? aku tak ingin mengiginkanmu lebih dari apapun aku ingin sendiri.. aku tak mau mengulangi kesalahan itu lagi memang aku harus akui jikalau.. bahwa aku tidak bisa menerima dengan apa adanya itu bukanlah hal yang buruk karena aku memang layak.. pantas mendapatkan cinta yang sebenarnya
0
Feb 14, 2017
Feb 14, 2017 at 10:27 AM UTC
mungkin aku gila (perhaps i'm crazy) // [bahasa]
We're driving on the road at night through the desert between Ajo & Gila Bend a place my Dad called Crater Range he told me lots of people died out there he saw lots of scary stuff out there and I would stare out the window into the desert. The headlights lighting up the shrubs and rocks the full moon in the sky taking care of the rest the arroyos the rusty train tracks the vast neverending stretch of white rocks, shrubs, and sand illuminated and glowing blue. And he'd keep talking to me while my mother and sister slept. We'd keep talking forever it seemed I eagerly awaited these talks the green light in the radio lighting up his face his beard moving up and down telling me about all the family members & friends that died on this road he told me about them as we passed through a large formation of rocks on both sides of the road Class of 79' Martina & Ernesto 4 Ever Peace signs & pentagrams were spray painted all over the rock walls. And from that green, glowing, radio Morrison's voice singing about the killer on the road. And then it'd get real quiet again we both would and I'd just lean my head against that window staring out into the darkness and looking squinting real hard looking for something anything alive and moving lit up in the light from the moon down in the arroyo or by the tracks. There was something out there I knew it.
0
Jan 26, 2012
Jan 26, 2012 at 3:43 PM UTC
Killer on the Road
ah, poets forever lap at the oracle like a dog drinking from the toilet as I drink from u, golden-brown like beer; nutritious like a nutty breakfast cereal I eat w/ a silver spoon; oh, the wooden clogs on the ceiling & the jackhammer in the street, O the garbage truck! The poet screaming on the corner, going from corner to corner bickering w/ ****** Edison created light bulbs to see & now we cannot unsee them, haggard, ***** & yellow from the wharf crawling over the shore; Gila Monsters created God & oh, man who created sunrise; who awakened the sleeping giantess who opened her snooch & released the whole world & everything around me
0
Sep 4, 2018
Sep 4, 2018 at 9:11 PM UTC
heaven is only snooch