Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"gemulai" poems
terbalas pertemuan singkat tadi siang dengan sedikit berdebah dengan ego malu menukik dan gemetar beramai gaduh sulit juga, berjuang dengan lara yang kian runyam kian dalam kian menepis dalam malam aku yakin dia bertanya "kenapa dia?" haha.. apa aku harus jawab aku rindu aku rindu seperti dulu bukan apa-apa tidak ada lugas kata atau tindakannya hanya saja aku sudah terlajur menyukainya menyukai derap langkahnya lemah gemulai tubuhnya beradu dengan udara sekitar aku juga suka saat matanya bertemu dengan mataku sisi lainnya muncul lebih hangat dari yang kubayangkan bolehkah juga aku berseru ? aku menyukaimu ! sangat.. lungai sudah jika itu terucap pasrah.. tapi tenang, aku masi pandai menyimpan masih pandai menukik ego tapi tetap aku rindu,.,.,.,. -rindu,mengenang-
0
May 22, 2018
May 22, 2018 at 12:18 PM UTC
Rindu
Nama saya perempuan, begitu kata dokter, ulama, pendeta, ayah juga ibu. Nama saya perempuan, maka dari itu sejak kecil saya diajari memasak, mencuci piring, menyapu dan bertingkah lembut gemulai. Sebab katanya perempuan yang tak apik hanya menjadi barang tidak berguna atau orang-orang biasa menyebutnya dengan rongsokan! Mereka ogah, saya pun tersingkir. Nama saya perempuan, sebab saya di dandani bak putri raja, rambut saya dipelihara agar indah menggoda seperti putri-putri raja dalam buku dongeng. Nama saya perempuan, karena itu ia membutuhkan sanggahan lelaki yang akan membuatnya tegak berdiri. Tanpa lelaki ia rapuh, ia akan oleng bagai tertiup angin puyuh. Lagi-lagi “katanya”.
0
Apr 25, 2019
Apr 25, 2019 at 4:13 AM UTC
Perempuan
Jemari mulai gemulai Dikala ia mulai melambai Bahasa tubuhku tidak diragukan lagi Lika likunya sudah tertebak dari haluan pertama bapak satpam Dia mulai menyapa Aku teriak keras hatiku yang teriak Hawa panas tubuh beriringan membara bersama Peluh terbawa jatuh dipipi bisa bayangkan, bagaimana wujudku waktu itu.... Kini, segala fana itu harus di nikmati, entah menarik, suram, dan basi Aku pikir, kapan lagi akan bertemu dan beradu argument sedekat itu Kapan lagi berdialog serius dengan elokan tubuh cukup dekat Kapan lagi aku bisa pandangi wajahnya 4 cm lebih dekat dengannya.... Jadi kupikir, aku harus syukuri, jika nanti tak bisa lagi. Yasudah ku kenang saja.... Nanti senja jadi pelengkap saat mulai mengenang moment itu, sudah ku jadwalkan
0
Apr 14, 2018
Apr 14, 2018 at 5:25 AM UTC
Fana asmara
Bermekaran bunga mengiringi senyummu Harum mewangi semanis madu Rendahkan sedikit sekuntum kelopakmu Tak ayal kumbang bergemuruh Semanis madu kau mengundang Aku terbuai layaknya kumbang Indah gemulai tak kunjung lekang Kau ratuku bukan sembarang Tak kusadar burung berkeciap Gagah benar paruh mengkilap Hebat benar kepakkan sayap Kumbang limbung terbangnya kalap Bunga indah harum mewangi Ternyata pandai bermain api Tak disangka membakar janji Batang indah bertumbuh duri Kumbang sesak terbangnya lirih Perihnya hati dusta sang terkasih Berharap terang hujanpun masih Berharap lekang sayangpun masih
0
Nov 8, 2017
Nov 8, 2017 at 12:19 AM UTC
Si Malang Kumbang