"duga" poems
~a letter for you
Kita,
Dari daerah melangsir ke kota
Dari kota berbalik ke daerah
Dan takkan dapat lagi ke kota
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Kendatipun impresi memberontak kita
Kota,
Kita ingat tentang kota
Kota takkan ingat kita
Sebab kita tak miliki tahta
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Apa daya reminisensi meronta
Kota,
Kita ingat tentang kota
Kawanan sutet di kota kita
Menari menawan menara kota
Dekorasi dari kita, gradasi ufuk dunia
Persuasi para penguasa kota
Prasasti Suwarnadwipa, pula
Visualisasi ragam abiotik Tuhan Yang Esa
Kota,
Kita ingat tentang kota
Hamparan ladang pabrik di kota
Riasan pipa asap terus-menerus menyala, gradasi ufuk dunia
Luas menggugah animo di daerah
Meski honorarium tak seberapa
Kita duga cukup tuk besar di kota
Manalagi di daerah
Kita,
Telah lama tak singgah pada kota
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Kota kita indah katanya
Kota, bilamana kita berjumpa pula?
Kita takkan abaikan memori tentang kota
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Kota kita indah katanya
Kota, bilamana kita berjumpa pula?
Dari pengagummu di daerah
Tuk segenap kenangan kota yang hampa.
May 14, 2020
May 14, 2020 at 10:40 AM UTC
"Jika benar kurangnya dia bisa sempurnakan kamu
Apa kurangku tak cukup?"
Kita di kamarmu malam ini
Membahas apakah semesta masih maukan kita?
Apakah alam masih setuju...
.
.
.
.
10 tahun berlalu pantas
Kita masih belum dewasa tentang soal ini...
Seperti ada sesuatu yg menahan
Tapi tak kau luahkan...
Dan saat itu tak ku kenal lagi permintaanmu
Permintaan yg polos, tapi menghancurkan...
Tapi aku pasti itu mmg benar kamu
Yg susah tuk ku duga
Keras kepala
Amarahmu tak pernah reda
Sayangmu tak kau nampakkan...
Dan mau mu yg tak jelas...
Kamu berantakkan
Halusku sebut namamu... lalu,
"Dunia takkan pernah habis kau jelajahi
Kelak kau kan pertemukan apa yg tertulis buatmu
Semesta juga harus setuju jika itu sudah kehendaknya
Jadi tak usahlah kau risau"
Semakin jauh
Kita tak bertemu lagi.
Sep 25, 2021
Sep 25, 2021 at 3:29 PM UTC