Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"deir" poems
3 reggae doobies sat on a wall. One of them was seven feet tall. The second was short, and fat. De **** was tough, n' carried a gat. All of a sudden, a doobette walks by. De tree doobies wanna giv'er a try. De bluntz lean in a little closer. Each givea whistle lik a poser. De female spliff dismisses deir plees. De doobies cut 'er off n' get on deir kneees. Dey beg, and dey beg, and dey cry. But she turns away and says, "nice try". De doobies jump back, onto deir wall. Didn't get how she resisted their call. A new baety walks by, to test their luck. Hopefully dis spliff will be down to **** The tall one walks around front. She waves her hand, shooin' dat blunt. The fat one takes a shot, talks derty. Clearly she ain't in da mood to be flirty. Da gangster ****** roll takes a shot. Literally, he fuckin' shot 'er bumba clot. De doobies flee, as the doobette falls. Dere goes 3 reggae doobies who sat on a wall. Respect women. You never know when they might save ya life.
0
Dec 4, 2014
Dec 4, 2014 at 7:56 PM UTC
3 Doobies
Cwayons. Wagsy cwayons, Gween cwayons, Puple cwayons, Blue cwayons, Lellow cwayons. Wagsy, Wagsy, Cwayons. I liek cwayons. Deir cowourfull an pwetty. Peaple are liek cwayons, Each one a deffewent cowour, But deir awe cwayons.
0
Sep 14, 2011
Sep 14, 2011 at 12:29 PM UTC
Wagsy Cwayons
Bulan tampak besar dan terang. Aku memandangnya pada saat tengah malam. Sambil berdiri di tepi sawah yang sepi. Dekat rel kereta pinggiran Surabaya. Kukeluarkan ponselku dari saku celana. Lalu kupotret bulan yang kupandang. Setelah itu langsung kuunggah fotonya. Pada akun Instagramku. Kulihat ada banyak postingan foto. Dari akun Instagram orang orang Gaza. Ternyata mereka juga sedang memandang bulan. Bulan yang sama dengan yang kupandang. Maha sedang duduk di atap rumah. Dia memandang bulan sambil minum kopi. Tanpa peduli bombardir pesawat jet. Meledakkan pemukiman di Deir El Balah. Omar sedang nongkrong dengan temannya. Dia memandang bulan sambil merokok. Melepas lelah setelah membantu relawan. Membagikan makanan di Khan Yunis. Mariam sedang termenung di depan tenda. Dia memandang bulan sambil mengenang. Kehidupannya yang hilang tak tersisa. Terkubur puing puing rumahnya di Tel El Hawa. Malak sedang menangis sedih. Dia memandang bulan sambil mengingat. Seorang teman akrabnya yang telah tiada. Tewas terkena tembakan ****** Dr Abraham sedang duduk di balkon. Dia memandang bulan sambil mengeluh. Kelelahan mengurusi orang orang terluka. Memenuhi rumah sakit Al Nasser. Saleh sedang melihat sekumpulan anak muda. Mereka gembira menari dabke dan bermain oud. Di atas puing puing reruntuhan bangunan. Sementara bulan bersinar terang di belakang. Begitulah bulan yang besar dan terang. Menjadi penghias malam orang orang Gaza. Yang masih terjebak kekacauan panjang. Tanpa tahu kapan akan berakhir. October 2024 By Alvian Eleven
0
Dec 9, 2024
Dec 9, 2024 at 1:21 PM UTC
MEREKA MEMANDANG BULAN
Bulan tampak besar dan terang. Aku memandangnya pada saat tengah malam. Sambil berdiri di tepi sawah yang sepi. Dekat rel kereta pinggiran Surabaya. Kukeluarkan ponselku dari saku celana. Lalu kupotret bulan yang kupandang. Setelah itu langsung kuunggah fotonya. Pada akun Instagramku. Kulihat ada banyak postingan foto. Dari akun Instagram orang orang Gaza. Ternyata mereka juga sedang memandang bulan. Bulan yang sama dengan yang kupandang. Maha sedang duduk di atap rumah. Dia memandang bulan sambil minum kopi. Tanpa peduli bombardir pesawat jet. Meledakkan pemukiman di Deir El Balah. Omar sedang nongkrong dengan temannya. Dia memandang bulan sambil merokok. Melepas lelah setelah membantu relawan. Membagikan makanan di Khan Yunis. Mariam sedang termenung di depan tenda. Dia memandang bulan sambil mengenang. Kehidupannya yang hilang tak tersisa. Terkubur puing puing rumahnya di Tel El Hawa. Malak sedang menangis sedih. Dia memandang bulan sambil mengingat. Seorang teman akrabnya yang telah tiada. Tewas terkena tembakan ****** Dr Abraham sedang duduk di balkon. Dia memandang bulan sambil mengeluh. Kelelahan mengurusi orang orang terluka. Memenuhi rumah sakit Al Nasser. Saleh sedang melihat sekumpulan anak muda. Mereka gembira menari dabke dan bermain oud. Di atas puing puing reruntuhan bangunan. Sementara bulan bersinar terang di belakang. Begitulah bulan yang besar dan terang. Menjadi penghias malam orang orang Gaza. Yang masih terjebak kekacauan panjang. Tanpa tahu kapan akan berakhir. October 2024 By Alvian Eleven
Continue reading...
42